Perayaan Tradisi Yaa Qowiyyu, Mohon Warga Tidak Datang
Suasana perayaan Yaa qowiyyu di Lapangan Klampeyan, Jatinom, Klaten, Jumat (3/11/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN – Perayaan tradisi Yaa qowiyyu di Jatinom, Klaten, dipastikan digelar secara terbatas lantaran masih berada dalam kondisi pandemi Covid-19. Warga diimbau tak datang ke lokasi pada perayaan yang digelar Jumat (2/10/2020).

Camat Jatinom, Wahyuni Sri Rahayu, mengatakan rangkaian tradisi itu digelar mulai Kamis (1/10/2020) malam. Ada malam midodareni yang diisi dengan kegiatan tahlil serta zikir di makam. Rangkaian tradisi dilanjutkan pada Jumat mulai pukul 10.30 WIB.

Rahayu mengatakan pada hari perayaan tradisi Ya qowiyyu, tak ada sebaran apam di Lapangan Klampeyan seperti yang dilakukan pada perayaan tahun-tahun sebelumnya. Upacara tradisi yang biasa digelar di lapangan itu berpindah ke kompleks makam Ki Ageng Gribig yang bersebelahan dengan Masjid Besar Jatinom.

“Jadi setelah Salat Jumat nanti dilanjutkan kegiatan di makam dengan kegiatan zikir dan tahlil. Setelahnya ada pembagian apam ke orang-orang di dalam kompleks makam,” jelas Rahayu saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Unik, Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Klaten Ini Digelar di Jalan Umum

Rahayu menuturkan kegiatan tradisi Yaa qowiyyu digelar terbatas dengan maksimal diikuti 50 orang. Mereka diantaranya panitia, muspida, serta tokoh masyarakat.

Terkait akses menuju Makam Ki Ageng Gribig pada hari perayaan, Rahayu mengatakan bakal diperketat dengan sejumlah ruas ditutup untuk mengantisipasi warga yang nekat berbondong-bondong mendatangi lokasi. Dia juga menjelaskan tak ada pedagang yang berjualan termasuk pedagang apam terutama di sekitar kompleks masjid dan makam.

“Tidak ada, tahun ini perayaan Yaa qowiyyu bersih dari pedagang. Nanti semuanya ditutupi. Jadi kami mengimbau masyarakat bisa memahami situasi ini karena masih dalam masa pandemi. Perayaan ini akan disiarkan secara streaming dan masyarakat tetap bisa mengikuti tradisi dari rumah mereka masing-masing,” ungkap dia.

Luncurkan Tiket Elektronik, Bupati Karanganyar Sindir Sinyal di Sukuh Tidak Stabil

Disiarkan di Youtube

Terkait pembatasan akses menuju masjid maupun kawasan makam Ki Ageng Gribig, salah satu panitia perayaan tradisi Yaa qowiyyu, Anshori, mengatakan pembatasan pada Kamis malam dilakukan secara situasional. “Warga yang ingin menyetorkan apam tetap bisa menuju lokasi. Warga yang ingin ziarah juga tetap bisa. Ketika sudah penuh, akses ditutup. Selain itu, tidak diperkenankan menginap di masjid atau sekitar makam,” jelas Anshori.

Sementara, pembatasan secara ketat dilakukan pada Jumat. Setidaknya ada tiga lokasi screening kesehatan dari jalan menuju kompleks masjid, di kawasan masjid, serta di pintu masuk makam. Screening itu berupa pengecekan suhu tubuh hingga meminta para tamu menerapkan protokol kesehatan mulai memakai masker hingga mencuci tangan mereka. Tamu yang datang terutama memasuki kompleks makam terbatas hanya untuk puluhan orang bagi tamu undangan. Kondisi itu berbeda dengan perayaan tahun-tahun lalu yang bisa dihadiri hingga puluhan ribu orang.

Langgar Prokes, Pengunjung 4 Tempat Usaha di Medan Dibubarkan

Terkait rangkaian perayaan tradisi Yaa qowiyyu , Anshori menjelaskan sosok Ki Ageng Gribig bakal diperankan salah satu tokoh di Jatinom bernama Jamaludin. Selepas Salat Jumat, Jamaludin berjalan diiringi para santri menuju makam dilanjutkan zikir, tahlil, dan berdoa. Pada kesempatan itu, Jamaludin yang memerankan Ki Ageng Gribig menyampaikan pesan-pesan ke para santri dan tamu. Selepasnya, ada pembagian apam kepada para santri.

“Justru prosesi tahun ini dijadikan momentum menggelar tradisi Yaa qowiyyu seperti pada zaman Ki Ageng Gribig dulu. Dulu setelah Salat Jumat, Ki Ageng Gribig pulang ke rumah mengambil apam dan kembali lagi ke masjid untuk membagikan apam itu kepada para santri,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Anshori menjelaskan agar warga bisa tetap mengikuti acara tradisi Yaa qowiyyu tanpa harus datang ke lokasi, kegiatan disiarkan secara streaming pada Jumat mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. “Imbauan kami ke masyarakat jangan datang ke lokasi. Ada streaming melalui Youtube di Peduli Klaten Channel,” jelas dia.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom