Penyekatan Arus Balik, 4.700 Kendaraan Gagal Keluar Jateng
Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, seusai menyampaikan Commander Wish di Gedung Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (20/5/2020) malam. (Semarangpos.com-Bidhumas Polda Jateng)

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 4.700 kendaraan gagal meninggalkan wilayah Jawa Tengah setelah diminta putar balik oleh jajaran Polda Jateng dalam penyekatan arus balik sejak H+1 Lebaran.

Penyekatan dilakukan aparat Polda di 13 lokasi yang menjadi jalur keluar masuk Jateng. Hal itu sebagai langkah pencegahan penularan virus corona selama Lebaran.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat dijumpai wartawan di Solo, Selasa (2/6/2020), mengatakan jajaran Polda Jateng telah menggelar dua operasi. Keduanya yakni Operasi Aman Nusa dan Operasi Ketupat Candi.

2 Pasien Baru Covid-19 Wonogiri: ABK Pelni dan Alumnus Pondok Temboro Magetan

Menurutnya, Operasi Aman Nusa bertujuan untuk percepatan penanganan Covid-19. Sementara Operasi Ketupat Candi fokus dalam penyekatan arus mudik dan arus balik Idulfitri di Jateng.

"Selama arus balik ada 4.700 kendaraan [hendak keluar] di 13 pintu masuk ke Jawa Tengah. Sedangkan arus mudik 5.400 kendaraan [hendak masuk] kami putarbalikkan keluar Jawa Tengah selama penyekatan," papar Kapolda.

Pemkot Solo Dikritik Soal Karantina Wilayah Joyotakan, Ini Alasannya

Kapolda Jateng menambahkan kegiatan penyekatan arus balik Lebaran akan dilakukan sampai Sabtu (6/6/2020). Sementara itu, Polri dan TNI melakukan simulasi antisipasi berkaitan dengan zona merah dengan beberapa asumsi.

Distribusi Personel

Ia mencontohkan beberapa asumsi seperti merah satu yang berarti mewabahnya virus corona di satu wilayah, lalu merah dua apabila ada penjarahan karena masyarakat kelaparan, dan merah tiga apabila ada ekspansi masyarakat.

"Ini kami latih sebagai kesiapan kami baik sarana ataupun prasarana dan distribusi personel kegiatan TNI dan Polri serta masyarakat. Seluruh Polres di Jateng menyiapkan TFG sebagai antisipasi," papar Kapolda.

Wali Kota Solo Rudy Siapkan Perwali Protokol Kesehatan, Ini Poin-Poinnya

Ia menambahkan tidak ada titik rawan khusus maupun lokasi prioritas dalam TFG kali ini. Seluruhnya berlaku sama dengan penanganan kerawanan Covid-19. "Kalau Operasi Aman Nusa ada 970 personel sedangkan Operasi Ketupat Candi ada 10.083 personel di Jawa Tengah," papar dia.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi mengatakan seluruh jajarannya siap membantu kepolisian dalam situasi apa pun. Menurutnya, TNI turut membantu mendisiplinkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Ada PPDB Online, Puluhan Calon Siswa Baru SMP di Sukoharjo Pilih Mendaftar Offline, Ini Alasannya

Sebelumnya diberitakan, sejak 24 April 2020 hingga 30 Mei 2020, polisi telah menghalau total 8.800 kendaraan selama penyekatan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jateng.

Perinciannya, pada arus mudik mulai 24 April-25 Mei, Polda Jateng menghalau 5.400 kendaraan di 13 lokasi. Operasi dilanjutkan lagi pada arus balik, 26 Mei-30 Mei, sekitar 3.400 kendaraan diminta berbalik arah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho