Tutup Iklan
Penipuan Berkedok Lowongan Kerja Catut Puskesmas Pracimantoro Wonogiri
Gedung UPTD Puskesmas Pracimantoro I, Wonogiri. (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Penipuan lowongan kerja mencatut UPTD Puskesmas Pracimantoro I, Wonogiri. Modus penipuan dilakukan melalui akun media sosial Facebook.

Akun dengan nama Anisa Rahmawati mengunggah adanya lowongan pekerjaan sebagai staf tata usaha admin resepsionis di Puskesmas Pracimantoro I. Unggahan tersebut menyebut syarat-syarat calon pelamar, seperti seorang perempuan, usia maksimal 30 tahun, mempunyai ijazah SMA atau SMK dan jujur serta disiplin.

Jika memenuhi kualifikasi, pencari kerja dianjurkan untuk menghubungi staf HRD Puskesmas atas nama Fifi. Di dalam loker tersebut juga ada nomor telepon untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Para calon tenaga kerja juga bisa langsung mendatangi Puskesmas untuk mengirimkan biodata.

Kecelakaan Solo: Senggol Truk di Kadipiro, Pengendara Motor Meninggal

Kepala UPTD Puskesmas Pracimantoro I, Dwi Cahyo Indriyanto, mengkonfirmasi bahwa lowongan kerja yang mencatut puskesmas tersebut merupakan penipuan. Dirinya mengetahui postingan tersebut sejak satu pekan lalu.

Penipuan tersebut mengakibatkan dampak yang bermacam-macam. Ada pelamar yang datang ke Puskesmas tersebut dan mencari Staf HRD yang bernama Fifi untuk menyerahkan berkas lamaran.

Ada pelamar yang mencoba menghubungi nomor yang tertera dan dimintai mentransfer uang Rp50.000. Pelaku bermodus, biaya tersebut digunakan untuk membuat surat keterangan sehat. Di sisi lain, ada pelamar yang mencoba menghubungi tetapi tidak ada respon.

"Jika kami telusuri, akun tersebut juga membagikan informasi loker di daerah lain. Mungkin sudah terbiasa melakukan penipuan," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa (7/7/2020).

Dilaporkan ke Polisi

Ia lantas melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Karena dalam postingan tersebut juga mencantumkan instansi DKK Wonogiri.

Kepala DKK Wonogiri Adhi Dharma, menegaskan bahwa tidak ada proses rekrutmen karyawan di DKK Wonogiri, terlebih melalui Puskesmas. Tidak ada mekanisme yang mengatur Puskesmas dalam pengadaan tenaga kerja dilakukan sendiri.

Politikus Laweyan Solo Ini Dianggap Potensial Dampingi Gibran di Pilkada 2020, Siapa Dia?

Menurut Adhi, hal tersebut sangat merugikan pihaknya. Karena menyebut nama institusi DKK dan bawahannya, Puskesms. Ia sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Wonogiri. "Akan kami usut untuk dipertanggungjawabkan," kata dia kepada wartawan, Selasa.

Saat ini, dirinya tengah melakukan koordinasi dengan Puskesmas Pracimantoro untuk mengumpulkan bukti-bukti penipuan. Ia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mencari lowongan pekerjaan. Ia berharap masyarakat menggunakan penyaluran tenaga kerja resmi saat mencari pekerjaan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho