Pengumuman! PPKM Level 4 di Klaten Berlanjut hingga 9 Agustus 2021

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Klaten kembali diperpanjang hingga 9 Agustus 2021.

 Bupati Klaten Sri Mulyani (istimewa)

SOLOPOS.COM - Bupati Klaten Sri Mulyani (istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Klaten kembali diperpanjang hingga 9 Agustus 2021. Perpanjangan itu menyesuaikan keputusan pemerintah pusat.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan ketentuan pembatasan yang dituangkan sama dengan ketentuan PPKM level 4 sebelumnya yang berakhir pada Senin (2/8/2021). Dia memastikan pemkab tetap menyesuaikan ketentuan pembatasan yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

“Ketentuan pelonggaran hampir sama dengan ketentuan kemarin. Yang jelas kami di pemkab siap karena kondisi di Klaten kasus Covid-19 sudah menurun tetapi belum baik, belum seperti yang ditargetkan,” kata Mulyani saat ditemui di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: 351 Pelamar CPNS Sragen Tidak Memenuhi Syarat, Ini Sebabnya

Mulyani menjelaskan pelonggaran sudah diberlakukan sebelumnya pada perpanjangan PPKM level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Dia mencontohkan seperti kawasan Alun-alun Klaten sudah kembali dibuka setelah 17 hari pelaksanaan PPKM darurat ditutup.

Namun, para pedagang di kawasan alun-alun tetap diminta mematuhi ketentuan pembatasan secara umum bagi PKL serta warung makan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Sesuai ketentuan PPKM level 4, PKL hingga warung makan diizinkan beroperasi dan dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

“PKL Alun-alun Klaten sudah kami berikan bantuan dua kali berupa sembako [karena penutupan kawasan alun-alun]. Sekarang sudah ada sedikit pelonggaran. Saya sudah berpesan pelonggaran ini dimanfaatkan dengan baik dan tetap menaati ketentuan protokol kesehatan serta jam beroperasinya. Tidak perlu dioyak-oyak petugas, pukul 20.00 WIB sudah tutup sendiri,” urai dia.

Mulyani mengatakan angka kasus aktif di Klaten sudah menurun dengan angka kesembuhan yang belakangan lebih banyak dibandingkan angka penambahan kasus positif Covid-19. Namun, angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Dikonfirmasi sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan angka kematian kasus Covid-19 di Klaten sekitar 7,4 persen.

“Jadi memang butuh kerja sama semuanya untuk menurunkan angka Covid-19 ini terutama angka kematian. Kami tidak mungkin kerja sendiri. Butuh dukungan dari semua elemen masyarakat,” kata Mulyani yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Klaten.

Baca Juga: Kebijakan Baru Instagram Bantu Lindungi Pengguna Remaja

Sementara itu, Camat Jatinom, Wahyuni Sri Rahayu, mengatakan tiga pasar yakni pasar ayam, pasar burung, dan pasar klithikan yang buka saban pasaran Legi sudah mulai beroperasi lagi. Sebelumnya, ketiga pasar itu ditutup menyusul pemberlakuan PPKM darurat hingga level 4.

Namun, protokol kesehatan ketat tetap wajib diberlakukan para pedagang maupun pengunjung. “Dari hasil koordinasi dengan Disdagkop dan UKM, ketiga pasari sudah boleh buka dengan tetap protokol kesehatan ketat,” kata Rahayu.


Berita Terkait

Berita Terkini

Permintaan Pengepul Anjlok, Ikan Nila Boyolali Dijual Siap Santap

Para pembudidaya ikan nila di Boyolali berinovasi dengan menjual nila hasil olahan yang siap santap demi mempertahankan bisnis.

Pesona Waduk Pidekso Wonogiri: Sarana Irigasi hingga Wisata Air

Waduk Pidekso di wilayah Giriwoyo, Wonogiri, menjadi solusi air bersih di bagian selatan dan berpotensi menjadi objek wisata.

11 Jam Tuntaskan Nazar Lari Salatiga-Klaten, Mustakim Sujud Syukur

Khoirudin Mustakim, pesilat peraih medali emas PON XX Papua asal Klaten, Jawa Tengah (Jateng) menuntaskan nazar berlari dari Salatiga-Klaten.

Museum Purba Klaster Dayu Karanganyar Sudah Dibuka Lur

Objek wisata Museum Purba Dayu di Karanganyar kembali dibuka untuk pengunjung mulai 16 Oktober 2021.

Rugi Bandar! Sawah di Sragen, Grobogan & Rembang Menyusut Jadi Industri

Sawah lahan pertanian produktif di wilayah Sragen, Grobogan, serta Rembang terus menyusut beralih menjadi kawasan industri.

Tak Ada Honor, Perlintasan KA di Bedowo Sragen Tak Dijaga Petugas

Perlintasa kereta api (KA) di wilayah Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, tidak dijaga petugas karena tidak ada honornya.

Hebat! Atlet Paralayang Sukoharjo Sabet 4 Medali PON

Atlet paralayang asal Sukoharjo, Jawa Tengah, memborong empat medali di ajang PON Papua 2021.

Geger Banteng Vs Celeng, Begini Tanggapan Bupati Wonogiri

Ketua DPC PDIP Wonogiri yang juga Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, turut memberikan tanggapan terkait polemik banteng vs celeng di internal PDIP.

Brukk! Tertimpa Pohon Tumbang, Teras Rumah Warga Sragen Rusak

Hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang melanda di wilayah Kecamatan Gesi, Ngrampal, hingga Sambungmacan, Sragen.

Di Tengah Pandemi, Festival Batik di Kampung Kuliner Klaten Digelar

Festival Batik di Kampung Kuliner Klaten yang digelar di tengah pandemi Covid-19 disambut antusias peserta.

Bupati Sukoharjo! Ayo Warga, Jangan Sampai Tidak Ikut Vaksinasi

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meminta warga untuk tidak melewatkan kegiatan vaksinasi.

Innalillahi! Pelajar SMP di Sragen Yang Tertimpa Pohon Meninggal Dunia

Pelajar SMP, Dwi Riyanto, 14, asal Dukuh Gandrung RT 004, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, yang tertimpa pohon akhirnya meninggal dunia.

Tragis! Pelajar SMP di Sragen Tertimpa Pohon Saat Naik Motor

Seorang pelajar SMP, Dwi Riyanto, 14, asal Dukuh Gandrung RT 004, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, tertimpa pohon saat mengendarai motor.

Main Bulu Tangkis 5 Set, Gibran Jadi Bulan-Bulanan Rudy

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, merasakan ketangguhan mantan Wali Kota Solo yang juga politikus senior PDIP, F.X. Hadi Rudyatmo, dalam bermain bulu tangkis.

Pengumuman! Keraton Solo Kembali Tiadakan Gerebeg Maulud, Ini Alasannya

Keraton Solo tahun 2021 ini kembali meniadakan acara Grebeg Maulud untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pamit ke Sawah, Nenek-nenek di Sragen Tersambar Kereta Api

Nenek dari Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Hartini, 69, ditemukan meninggal diduga tersambar KA saat pergi ke sawah pada Senin (18/10/2021).