Pengadilan Kabulkan Gugatan Pekerja Koran Wawasan, Penerbit Dituntut Rp1,2 M

PT Sarana Pariwara, penerbit Koran Wawasan, diputuskan bersalah oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Semarang dan dituntut Rp1,2 miliar.

 Karyawan PT Sarana Pariwara berfoto di depan Pengadilan Negeri (PN) Semarang seusai mendengar keputusan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) terkait tuntutan mereka, Kamis (29/7/2021). (Semarangpos.com-YLBHI Semarang)

SOLOPOS.COM - Karyawan PT Sarana Pariwara berfoto di depan Pengadilan Negeri (PN) Semarang seusai mendengar keputusan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) terkait tuntutan mereka, Kamis (29/7/2021). (Semarangpos.com-YLBHI Semarang)

Solopos.com, SEMARANG PT Sarana Pariwara, selaku penerbit Koran Wawasan, diputuskan bersalah oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Semarang. Buntutnya, penerbit Koran Wawasan  pun sah dituntut Rp1,2 miliar.

Perusahaan penerbitan media massa cetak yang berbasis di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) itu, Kamis (29/7/2021), diwajibkan memenuhi kewajiban terhadap para penggugat. Para penggugat itu tidak lain adalah karyawan perusahaan itu sendiri.

Direktur YLBHI, Eti Oktaviani, selaku kuasa hukum para penggugat mengaku puas dengan keputusan majelis hakim PHI itu. Ia menilai keputusan itu menjadi angin segar bagi para karyawan, terutama pekerja media yang selama ini hak-haknya kerap diabaikan perusahaan.

Baca Juga: Ini Gejala & Ciri-Ciri Terinfeksi Virus Corona Varian Delta

“Kami berharap keputusan ini dapat menjadi momentum bagi para jurnalis atau pekerja media dalam memperjuangkan upah sesuai UMK, THR, dan hak lain yang sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujar Eti kepada Semarangpos.com—grup Solopos.com, Kamis petang.

Eti mengatakan majelis hakim membuat keputusan setelah mengetahui fakta bahwa PT Sarana Pariwara tidak membayar upah pekerja selama tiga bulan berturut-turut. Sesuai UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaa, maka pekerja pun berhak mengajukan pemutusan hubungan kerja kepada pengadilan.

Dengan putusan itu, permohonan pengungat untuk melakukan pemutusan hubungan kerja pun dikabulkan. Penggugat juga berhak atas dua kali pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak.

Tak Pernah Digubris

Selain itu, majelis hakim PHI Semarang juga memutuskan agar PT Sarana Pariwara membayar upah yang belum dibayarkan ke karyawan sesuai UMK dan THR sejak 2018 hingga 2019. Eti menambahkan ada 10 pekerja Koran Warasan mengajukan tuntutan ke perusahaan penerbit Koran Wawasan yang dituntut itu.

Tuntutan itu diajukan menyusul upah maupun tunjangan hari raya (THR) yang menjadi hak mereka tidak dibayarkan sejak 2018 lalu. Awalnya, mereka berusaha menyelesaikan permasalah secara kekeluargaan.

Bahkan, para pekerja sempat mengajak mediasi dengan difasilitasi Dinas Ketenagakerjaan. Namun, itikad baik karyawan itu tak pernah digubris. Pihak perusahaan tidak pernah sekali pun datang memenuhi undangan mediasi. Alhasil, karyawan pun membawa kasus ini ke pengadilan.

Baca Juga: WHO Tak Kunjung Pastikan Perlunya Penguat Anti-Covid

Selama proses pengadilan, pihak tergugat atau perusahaan pun tidak pernah hadir. Mereka seolah-olah abai dengan tuntutan karyawan itu.

Salah seorang pengungat yang enggan disebutkan namanya berharap perusahaan segera menyelesaikan kewajiban yang telah diputuskan pengadilan.

“Tentu kami senang dengan keputusan ini. Tapi, kan pengadilan juga memberikan kesempatan kepada perusahaan, apakah akan melakukan kasasi atau memenuhi tuntutan. Harapan kami, semoga persoalan ini segera diselesaikan karena kami sudah lama tidak memperoleh hak kami sebagai karyawan,” ujarnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terkait

Espos Premium

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan ke Indonesia di bandara dan pelabuhan internasional guna mencegah varian Mu dari virus penyebab Covid-19 masuk ke Tanah Air. Kemunculan varian Mu mendorong pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

Berita Terkini

Waduh, 6,5 Juta Penduduk di Jateng Belum Jadi Peserta BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan berinovasi dengan menyediakan layanan secara online. Salah satunya melalui aplikasi Mobile JKN.

Seleksi Bintara TNI AD Kodam IV Diponegoro Sisakan 238 Pendaftar

Ratusan pendaftar calon bintara PK TNI AD menjalani pantukhir di Aula Jenderal Sudirman Rindam IV Diponegoro, Magelang.

69 Orang Terkonfirmasi Covid-19, Klaster PTM di Jateng?

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah memunculkan klaster Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng).

Nikmatnya Sate Bumbon Khas Kendal, Bumbu Rempahnya Nampol Lur!

Kuliner khas Kedal sate bumbon mirip dengan sate maranggi, hanya saja kekuatan rasanya adalah manis dan gurih.

Duh, Vaksinasi 4 Daerah di Jateng Ini Masih Lemot

Empat daerah disebut Gubernur Ganjar Pranowo capaian vaksinasinya masih di bawah daerah lain di Jateng.

Ganjar Pranowo Dijuluki George Clooney Versi Jawa, Begini Profilnya

Begini profil Ganjar Pranowo yang dijuluki sebagai George Clooney dengan kearifan lokal.

Dibayangi Ancaman Sanksi PDIP, Begini Respons Ganjar

PDIP menebar ancaman akan memberi sanksi kepada anggotanya yang dideklarasikan jadi capres. Ancaman itu diyakini tertuju pada Ganjar Pranowo.

Sego Megono Khas Pekalongan Versi Sehat Cocok Buat Diet, Yuk Coba

Kuliner khas Pekalongan berupa sego megono kini ada versi sehatnya yang cocok untuk diet dengan jenis nasi yang berbeda.

Sepekan, Polda Jateng Amankan 900 Gram Sabu-Sabu

Ditresnarkoba Polda Jateng berhasil menggagalkan peredaran total 900 gram sabu-sabu yang dilakukan lima tersangka dari lokasi yang berbeda.

Fadia Arafiq, Pedangdut dan Putri A Rafiq yang Jadi Bupati Pekalongan

Fadia Arafiq yang menjabat sebagai Bupati Pekalongan adalah putri mendiang pedangdut senior A. Rafiq ini yang melejit karena single-nya yang berjudul Cik Cik Bum pada tahun 2000 silam.

Sudah Alami Kecelakaan, Belasan Pegawai RSUD Terancam Sanksi dari Wali Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akan meminta keterangan terkait kecelakaan bus pariwisata yang ditumpangi belasan pegawar RSUD Wongsonegoro saat piknik di masa PPKM. Mereka terancam sanksi.

Kemenperin Minta Pabrik Rokok Segera Serap Tembakau Petani Temanggung

Petani tembakau di Temanggung telah mengalami panen raya, namun hasilnya belum terserap secara maksimal oleh pabrik.

Senggol Bodi Truk, Pengendara Motor di Grobogan Tewas

Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah berupaya menyalip truk di depannya di jalan lingkar utara Grobogan.

Warga Blora Senang Diajari Buat POC dan Pestisida Nabati oleh KKN UNS Tim 28

Mahasiswa KKN UNS Tim 28 mengajarkan pembuatan pembuatan pupuk organic cair (POC) dan pestisida nabati di Dukuh Beran, Randublatung, Blora.

Masuk Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi tidak hanya tamu namun juga seluruh anggota polisi yang masuk ke Mapolda Jateng.

Murah Meriah! Tiket Masuk Grand Canyon Versi Hitam di Pekalongan Cuma Rp5.000

Disebut sebagai Black Canyon dikarenakan tebing-tebing yang mengapit ini ini terdiri dari batu-batu berwarna hitam yang menjulang tinggi