Pendanaan Efek Indonesia Manfaatkan Transaksi Margin Investor Jateng
Ilustrasi dana segar. (Solopos-dok)

Solopos.com, SOLO — Self Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal yang terdiri atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendirikan PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) dalam mendukung peningkatan transaksi di Pasar Modal Indonesia.

Caranya dengan menyediakan fasilitas pendanaan (transaksi margin) bagi sektor pasar modal. Bahkan, PEI juga kedatangan investor baru dari JepangJapan Securities Finance Co., Ltd (JSF). Maka dari itu, BEI Jawa Tengah mengajak para investor untuk menggunakan fasilitas tersebut.

Pendirian PEI juga didukung dengan terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.25/POJK.04/2018 tentang Lembaga Pendanaan Efek pada tanggal 5 Desember 2018. Peraturan ini menjadi kerangka dasar PEI sebagai lembaga pertama dan satu-satunya di Indonesia yang bertugas untuk menyediakan fasilitas pendanaan dana dan efek bagiseluruh pelaku industri pasar modal, yang juga telah mendapatkan izin usaha dari OJK pada 5 April 2019.

Baca Juga: Waspada, 12 Zodiak Kerap Keliru Asuh Anak!

Divisi Risk Management PEI, Aninda Hastari, mengatakan transaksi margin adalah pembiayaan oleh anggota bursa (AB) kepada investor yang melakukan pembelian saham tertentu di bursadengan dasar aturan yang tercantum pada POJK No.55/POJK.04/2020.

“PEI yang telah beroperasional sejak Oktober 2019 yang lalu terus berupaya untuk membantu meningkatkan kemampuan AB dalam menyediakan fasilitas pembiayaan margin kepada nasabahnya. Sampai dengan saat ini, PEI telah menyediakan fasilitas pendanaan transaksi margin kepada 11 AB, di antaranya adalah MNC Sekuritas,Valbury Sekuritas, Lotus Andalan Sekuritas, dan Henan Putihrai Sekuritas,” kata dia dalam acara Instagram live (IG Live) dengan Kantor Perwakilan BEI Jawa Tengah II, Selasa (23/2/2021).

Sepanjang 2020, pendanaan transaksi margin yang telah disalurkan oleh PEI mencapai Rp1,015 triliun, dengan posisi outstanding pada Desember 2020 yang lalu berada di rata-rata Rp166 miliar.

Baca Juga: Peluang Bisnis Tanaman Hias di Mal Terbuka

Posisi pendanaan tertinggi tercatat terjadi pada 22 Desember 2020 yang lalu, yakni mencapai sebesar Rp188 miliar. Meski beroperasional dalam kondisi pandemi Covid-19, PEI justru menunjukkan perkembangan positif dan mampu memanfaatkan momen recovery sektor pasar modal Indonesia, terutama pada triwulan IV tahun 2020.

Pendanaan 9%/Tahun

Dengan bunga fasilitas pendanaan sebesar 9% per tahun yang ditawarkan oleh PEI kepada AB, Aninda optimistis investor dapat memanfaatkan pendanaan tersebut untuk meningkatkan potensi keuntungannya dalam bertransaksi di pasar mdal Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Tengah II, M Wira Adibrata, dalam kesempatan yang sama mengajak investor Jawa Tengah untuk dapat memanfaatkan momen pendanaan PEI. Tentunya dengan terlebih dahulu mempelajari manfaat dan risikonya.

Baca Juga: Terampil Bungkus Kado Bisa Jadi Peluang Bisnis

“Margin ini mirip dana pinjaman. Fasilitas ini memberi keleluasaan investor untuk merealisasikan potensi keuntungan. Misal investor pada Senin melihat momentum saham ABCD akan naik, namun dana yang dianggarkan untuk beli saham baru ada pekan depan. Nah, investor ini bisa menggunakan margin. Akan tetapi, investor juga harus mengetahui dengan menggunakan dana marjin ada bunga yang akan dikenakan,” papar dia.

Wira menggarisbawahi sebelum menggunakan dana margin, investor diharapkan mengenal dengan jelas margin itu apa berikut konsekuensinya, tanyakan kepada sekuritas berapa bunganya, lihat saham-saham yang bisa dibeli menggunakan margin. Hal ini karena tidak semua saham bisa dibeli menggunakan fasilitas ini. Data saham bisa dicek di www.idx.co.id dan akan di update setiap bulan.

“Selain itu, rencanakan dengan matang dengan membeli saham berkinerja baik, gunakan dana kewajiban margin dengan dana yang memang sudah dianggarkan untuk membeli saham, dan mengukur kemampuan dan jangan terlalu berlebihan menggunakan margin,” jelas dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkini Lainnya








Kolom