Pemprov Jateng Siapkan 2.708 Tenaga Vaksinator Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng menyiapkan sekitar 2.708 orang untuk menjadi vaksinator Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo, saat menggelar jumpa pers secara virtual dengan awak media di Kota Semarang, Rabu (25/11/2020).

Liga Champions: Tundukkan Rennes, Chelsea Jadi Tim Pertama Lolos ke Babak 16 Besar

Menurut Yulianto, vaksinator merupakan satu dari sekian sarana dan prasarana yang harus disiapkan Pemprov Jateng untuk vaksinasi Covid-19.

"Selain vaksinator, kita juga membutuhkan lemari pendingin untuk menyimpan vaksin. Lemari pendingin itu harus mampu menjaga vaksin dalam suhu minus 20 derajat Celcius hingga minus 40 derajat Celcius," ujar Yulianto.

Yulianto menambahkan nantinya Jateng akan menerima jatah vaksin sekitar 21,2 juta dosis. Vaksin itu akan diberikan pemerintah pusat ke Jateng secara bertahap mulai Desember nanti.

Doorrr! Melawan Saat Ditangkap, Jambret Kambuhan Asal Sangkrah Solo Ditembak

"Kalau untuk merek vaksinnya apa kita enggak tahu. Itu kewenangan dari pemerintah pusat. Kita hanya menerima jatah," imbuh Yulianto.

Lebih lanjut Yulianto mengaku vaksin nanti akan menyasar kepada penduduk dengan rentang usia 18-59 tahun. Berapa banyak kabupaten/kota di Jateng mendapat jatah vaksin akan bergantung jumlah penduduk pada usia tersebut.

"Kalau kelompok sasaran di wilayah itu banyak, ya jatah vaksinnya banyak. Jadi bukan berdasarkan jumlah kasusnya," jelas Yulianto.

Begini Reaksi Ketum Gerindra Prabowo Subianto Usai Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Yulianto mengatakan nantinya vaksin Covid-19 bisa dilakukan di 1.228 unit fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Jateng. Sementara untuk pemberian vaksin akan dilakukan vaksinator yang jumlahnya mencapai 1.228 orang.

"Nanti jumlah faskes dan vaksinatornya bisa berkembang lagi karena distribusi vaksinya kan bertahap. Jadi nanti kita ikuti perkembangannya, juga soal penyimpanannya. Kalau di kota-kota besar sepertinya enggak ada masalah, tapi yang di daerah kepulauan yang harus dipikirkan."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom