Tutup Iklan

Pemkot Jogja Ingin Seluruh Wisata di DIY Bolehkan Anak 12 Tahun Masuk

Pemerintah Kota atau Pemkot Jogja berharap seluruh tempat wisata di Yogyakarta diizinkan untuk memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun masuk ke kawasan wisatanya.

 Ilustrasi Gembira Loka Zoo, destinasi wisata di Jogja yang sudah perbolehkan anak usia di bawah 12 tahun. (Dok. Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Gembira Loka Zoo, destinasi wisata di Jogja yang sudah perbolehkan anak usia di bawah 12 tahun. (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah Kota Jogja berharap agar seluruh kawasan wisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun masuk. Dengan catatan, pelaksanaan protokol kesehatan dilakukan ketat dan orang tua anak sudah menjalani vaksin lengkap dua dosis.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan Menparekraf Sandiaga Uno pada kunjungan kerjanya di Jogja beberapa waktu lalu sudah memberikan lampu hijau kepada pengelola wisata terkait dengan kunjungan anak usia 12 tahun ke bawah. Asalkan anak usia 12 tahun ke bawah boleh ikut berpelesir dengan pengawasan yang ketat dari para orang tua.

Namun, masih banyak pelaku wisata yang takut karena belum adanya legalitas yang dikeluarkan oleh pemerintah berkaitan dengan aturan anak 12 tahun ke bawah masuk ke lokasi wisata. Oleh karenanya, DIY sebagai wilayah aglomerasi yang merupakan satu kesatuan hendaknya bisa menerapkan pelonggaran itu secara bersamaan.

Baca juga: Objek Wisata Jogja Tutup, Warga Pilih Piknik ke Bandara YIA Kulonprogo, Apa Istimewanya?

“Artinya penyeragaman aturan untuk pelaksanaannya itu harus ada dan dimulainya bareng-bareng. Seharusnya begitu,” kata Heroe, Jumat (15/10).

Di Kota Jogja, tempat wisata yang baru memberlakukan izin bagi anak di bawah usia 12 tahun masuk hanya Gembira Loka Zoo. Meski demikian, destinasi wisata itu menerapkan syarat penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan orang tua sudah menjalani vaksin sebanyak dua kali.

“Kami memutuskan untuk melakukan pelonggaran ini dengan mengacu pada yang disampaikan Menparekraf kemarin. Kami sudah koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Satgas Covid-19 Kota Jogja juga,” kata Manajer Pemasaran GL Zoo, Yosi Hermawan.

Pengelola Tebing Breksi, Muhammad Taufik, mengatakan pihaknya juga telah melonggarkan aturan bagi anak usia 12 tahun ke bawah masuk ke lokasi wisata. Keputusan itu diserahkan kepada orang tua anak, dan jika sudah divaksin pihaknya memperbolehkan anak ikut diajak masuk ke lokasi itu.

“Khususnya untuk yang anak-anak, sesuai instruksi yang kami dengar, kita kembalikan ke orang tuanya. Selama orang tuanya sudah vaksin semua, syarat memenuhi, ya kami persilakan. Tapi kalau ada rombongan yang belum vaksin ya kita tolak,” katanya.

Baca juga: Warga Negara Asing Jadi Donatur Sekaligus Mentor Pinjol Ilegal

Pelonggaran itu kata Taufik didasari oleh pernyataan Menparekraf beberapa waktu lalu. Sehingga pihaknya berpedoman pada hal tersebut meski pemerintah daerah belum mengeluarkan aturan resmi terkait dengan pelonggaran kunjungan wisata bagi anak di bawah 12 tahun.

“Yang tertulis memang belum ada, pokoknya kalau tidak memenuhi kriteria kita suruh putar balik. Terus terang pedomannya tetap dari pernyataan Menparekraf itu. Kalau memang orang tuanya sudah memenuhi syarat kita kembalikan ke mereka, kita juga sangat berhati-hati,” ujarnya.

Manager Marketing HeHa Sky View, Nur Wijayanti, menyatakan aturan anak 12 tahun ke bawah cukup membingungkan bagi pelaku wisata. Sebab, sebagai destinasi wisata sekaligus restoran keluarga tidak mungkin anak tidak diikutsertakan saat keluarga berwisata ke lokasi itu.

“Makanya kami selama anak itu dijaga ketat dan orang tua sudah vaksin kami perbolehkan, asalkan orang tua benar bertanggung jawab terhadap anak,” ungkapnya.

 


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Polisi Ungkap Fakta Baru Diduga Siskaeee Pamer Payudara-Kelamin di YIA

Polisi mengungkap bahwa kasus eksibisionis yang dilakukan perempuan diduga Siskaeee di Bandara YIA menjadi catatan penting bagi Polres Kulonprogo.

Banjir Lahar Dingin Merapi, Bupati Sleman Tetapkan Tanggap Darurat

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi.

Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Lahar Dingin Merapi

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menetapkan status tanggap darurat banjir lahar dingin Merapi agar upaya penanganannya bisa lebih cepat dilakukan.

Kunjungi Seniman Bantul, Rachmat Gobel Pesan 6 Robot dari Motor Rosok

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel mengapresiasi usaha kreatif Eri Sudarmono, 42, warga Bantul yang menyulap motor tua menjadi replika robot.

Libur Akhir Tahun Mau Ke Jogja? Ketahui Dulu 3 Lokasi Penyekatan Ini

Penyekatan akan kembali dilakukan Pemprov DIY di tiga lokasi pada libur Nataru mendatang. Akan ada pemeriksaan sampel pula untuk mendeteksi penyebaran Covid-19.

Dinas Kebudayaan DIY Salurkan Gamelan ke Pesantren, Jadi Media Dakwah

Dinas Kebudayaan DIY menyalurkan seperangkat gamelan kuningan pelog dan slendro kepada sejumlah pesantren.

Bikin Susah, Warga Nanggulan Tolak Penambangan Pasir Kali Progo

Sejumlah warga dari Kapanewon (Kecamatan) Nanggulan, Kulonprogo, mengeluhkan aktivitas penambangan pasir di sekitar Kali Progo.

Disdikpora Bantul Usulkan Gerakan Pasermas Lidi, Apa Maksudnya?

Disdikpora Bantul mengatakan, secara regulasi belum ada aturan yang mengatur keterlibatan masyarakat itu dalam dunia pendidikan.

Pemkot Jogja Tidak Lakukan Pendataan Jaminan Sosial 2021, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Jogja tidak mendata ulang keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial pada 2021. Pemkot menggunakan data tahun lalu.

Ini Dia! Sosok Siskaeee yang Disebut Pamer Organ Vital di Bandara YIA

Sosok pengguna akun siskaeee tengah ramai dibicarakan setelah video viral perempuan yang memamerkan payudara dan alat vital di Bandara YIA.

Tak Ada CCTV, Tempat Diduga Siskaeee Pamer Payudara-Kelamin di YIA

Perempuan diduga Siskaeee melakukan aksi eksibisionisme di akses jalan penghubung antara lantai satu dan dua parkir Bandara YIA yang tidak terpasang cctv dan jarang dilalui orang.

Kata Bandara YIA Soal Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di Parkiran

PT AP I (Persero) selaku pengelola Bandara YIA merasa dirugikan oleh perempuan yang melakukan aksi eksibisionisme, yakni pamer payudara dan kemaluan di lantai dua parkir Bandara YIA.

+ PLUS PKL Harus Pindah agar Malioboro Menjadi Mirip Orchard Road

Konsep besar yang segera direlisasikan adalah mengembangkan Malioboro menjadi seperti kawasan Orchard Road di Singapura. Basisnya adalah penataan dan pemberdayaan sumbu filosofis keraton dan Kota Jogja.

Polisi Kantongi Identitas Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di YIA

Polres Kulonprogo mengantongi identitas perempuan yang diduga melakukan aksi eksibisionisme di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Terbaru, Soal Kasus Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di Bandara YIA

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mendesak polisi menyelesaikan kasus video viral perempuan memamerkan payudara dan alat kelamin di Bandara YIA.