Pemkab Semarang Tak Izinkan Pembelajaran Tatap Muka, Masih PPKM
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, UNGARAN -- Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tak mengizinkan sekolah dibuka atau menggelar pembelajaran tatap muka selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Keputusan itu diambil guna menanggapi adanya beberapa sekolah di Kabupaten Semarang yang masih menggelar pembelajaran tatap muka pada masa PPKM.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan Kabupaten Semarang merupakan wilayah di Jateng yang menerapkan PPKM jilid kedua. Yakni mulai 26 Januari-8 Februari mendatang.

"Kabupaten Semarang termasuk wilayah yang ikut PPKM tahap pertama sesuai Instruksi Mendagri No. 1/2021. Kemudian, Instruksi Mendagri No.2/2021, Kabupaten Semarang termasuk wilayah yang diinstruksikan melaksanakan PPKM tahap kedua," ujar Ngesti di Ruang Rapat Setda Kabupaten Semarang, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Ganjar Belum Izinkan Sekolah di Jateng Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Ngesti menambahkan untuk sektor pendidikan, sesuai Instruksi Bupati Semarang No.2/2021, pembelajaran tatap muka di sekolah ditiadakan diganti secara daring sampai berakhirnya PPKM.

Ngesti mengklaim PPKM memberikan dampak positif terhadap penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang. Sebelum PPKM diterapkan, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Semarang mencapai 1.401. Sementara kasus sembuh mencapai 5.036, dan kasus kematian 245 kasus.

"Setelah PPKM tahap pertama, kasus aktif tercatat 1.143 atau 14,45 persen dan nasional 16,15 persen. Sedangkan angka kesembuhan 6.490 atau 82,04 persen. Sementara kasus kematian tercatat 278 atau setara 3,51 persen," ujar Ngesti.

Baca juga: Hii... Induk Ular Kobra Ngumpet Dalam Sofa Bekas di Kantin MIN 2 Sukoharjo

Menggelar Simulasi

Sebelumnya, sejumlah sekolah di Kabupaten Semarang memilih menggelar simulasi pembelajaran tata muka pada masa PPKM. Satu di antaranya adalah SMP Negeri 2 Tengaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo mengatakan itu sebagai persiapan.  Penyiapan pembelajaran tatap muka dimaksudkan agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan terpenuhi. Terutama siswa kelas 6 SD dan IX SMP yang akan melaksanakan ujian kelulusan.

Sukaton menilai dengan adanya pembelajaran tatap muka, siswa akan terfasilitasi dalam mendapatkan pendidikan akademi dan karakter.

"Tujuannya agar siswa setelah ujian, saat PPDB ke jenjang selanjutnya bisa maksimal," ujar Sukaton saat meninjau simulasi PTM di SMP Negeri 2 Tengaran, Selasa (26/1/2021).

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom