Pemkab Karanganyar Hidupkan Lagi Asar dan Jumatan Keliling, Kali Ini Dengan Protokol Kesehatan

Pemkab Karanganyar menggulirkan kembali program Karanganyar Bertakwa melalui kegiatan Asar dan Jumatan Keliling.

SOLOPOS.COM - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat mengikuti Asar Keliling di salah satu masjid di Kabupaten Karanganyar. Pada kesempatan itu, Pemkab juga memberikan bantuan kepada takmir masjid maupun warga.(Istimewa/Dokumentasi Humas Protokol Pemkab Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar menghidupkan kembali program Karanganyar Bertakwa. Salah satunya kegiatannya adalah melakukan Salat Asar dan Jumatan Keliling di 17 kecamatan di Karanganyar. Asar dan Jumatan Keliling sudah dimulai sejak awal November 2020.

Data yang dihimpun Solopos.com dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Asar Keliling diawali dari Kecamatan Jumapolo di Masjid Al Munawaroh pada Rabu (4/11/2020). Berikutnya Pemkab Karanganyar melaksanakan Jumatan Keliling di masjid kompleks Astana Giribangun, Kecamatan Matesih, pada Jumat (13/11/2020).

Khawatir Ledakan Kasus Covid-19, Bupati Karanganyar Usul Libur Akhir Tahun Dihapus

Acara Asar Keliling berlanjut ke Kecamatan Tasikmadu, yakni di Masjid Al Hidayah, Desa Pandeyan, pada Selasa (24/11/2020). Hari berikutnya, Rabu (25/11/2020), di Masjid An Nur Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu. Asar Keliling pada Kamis (26/11/2020) dilaksanakan di Masjid Syaikh Jabir Al Faifi di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu.

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Karanganyar, Sunarno, menyampaikan diadakannya lagi Asar Keliling dan Jumat Keliling sebagai bagian dari program Karanganyar Bertakwa. Penentuan lokasi sesuai usulan pemerintah kecamatan. Asar Keliling dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis.

"Kami jadwalkan empat hari dalam satu pekan. Kadang Pak Bupati menginginkan masjid tertentu. Ini bagian dari pemerintah hadir di tengah masyarakat supaya semakin giat beribadah dan salat berjamaah. Harapan Pemkab masyarakat semakin bersemangat beribadah di masjid," kata Sunarno saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Mau Keluhkan Pupuk Langka, Petani & LSM Kecele Ternyata DPRD Karanganyar Sedang Kunker

Protokol Kesehatan

Narno, sapaan akrabnya, menjelaskan lokasi yang dipilih untuk kegiatan Asar Keliling dan Jumat Keliling adalah masjid yang kapasitasnya besar dan lahan parkir yang luas. Hal tersebut berkaitan dengan pandemi Covid-19.

"Koordinasi dengan Satpol PP dan kecamatan. Jumlah jemaah dibatasi. Sebelum dan sesudah salat, lokasi disemprot disinfektan. Disiapkan hand sanitizer dan thermo gun. Peserta wajib mengenakan masker. Jarak antarsaf satu meter. Acara tidak boleh lama untuk menghindari kerumunan," jelas dia.

Pemkab Karanganyar sebelumnya rutin menyelenggarakan salat keliling 17 kecamatan di Karanganyar. Tetapi, tahun ini berbeda. Pemkab menerapkan sejumlah aturan karena adanya pandemi Covid-19.

Batu Diduga Prasasti Langka Peninggalan Abad ke-9 Ditemukan di Tawangmangu

Biasanya Bupati memanfaatkan kesempatan untuk membagikan bantuan berupa sembako maupun uang pembinaan untuk masjid yang menjadi lokasi acara. Bupati juga memanfaatkan kesempatan bertemu masyarakat untuk mendengarkan keluhan.

 

Berita Terbaru

Anggap PPKM Efektif Tekan Covid-19, Sragen Dukung Perpanjangan

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen mendukung perpanjangan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat. Pasalnya, Pemkab Sragen menganggap PPKM efektif menekan...

Tempat Hiburan Sukoharjo Tutup Total Sampai 31 Januari 2021

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo mewajibkan seluruh tempat hiburan umum tutup hingga 31 Januari 2021. Tempat hiburan ini meliputi...

Jangan Lengah! Vaksinasi Covid-19 Tak Lantas Bikin Orang Jadi Kebal

Solopos.com, KLATEN -- Pemberian vaksin atau vaksinasi Covid-19 di tengah pandemi dinilai sangat penting dilakukan. Namun meski ditujukan menekan...

Halau Covid-19, Tak Sembarang Tamu Bisa Masuk Kejari Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Kejaksaan Negeri atau Kejari Sragen menerapkan tatanan baru dalam rangka mencegah penularan Covid-19. Sejumlah tempat cuci...

Patuhi Protokol Kesehatan Lur, Bed Isolasi Covid-19 di 3 RS Wonogiri Penuh!

Solopos.com, WONOGIRI — Tempat tidur di ruang isolasi pasien Covid-19 di tiga rumah sakit (RS) rujukan di Wonogiri nyaris...

Pabrik di Wonogiri Boleh Beroperasi Selama PPKM, Asal...

Solopos.com,WONOGIRI -- Pabrik di Wonogiri tidak mengurangi jam operasional selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun protokol kesehatan harus...

Satpol PP Karanganyar Minta Jogo Tonggo Ikut Awasi Pedagang

Solopos.com,  KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar mengajak Satgas Jogo Tonggo untuk berkolaborasi mengawasi warung dan angkringan saat malam hari...

Warga Isolasi Mandiri Karena Covid-19 di Jetis Karanganyar Dapat Rp20.000 Per Hari

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Desa Jetis, Kecamatan Jaten, Karanganyar, memiliki strategi khusus merawat warga yang menjalani isolasi mandiri karena...

Deteksi Dini Penularan Covid-19 di Sukoharjo Makin Agresif

Solopos.com, SUKOHARJO – Upaya deteksi dini penularan Covid-19 di Sukoharjo kian agresif dengan melakukan uji swab dan rapid test....

Satgas Covid-19 Solo: Dampak PPKM Baru Bisa Dirasakan 2 Pekan Lagi

Solopos.com, SOLO -- Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakata atau PPKM pada...