Peminat Banyak, Wonogiri Kembali Dapat Vaksin Rabies Gratis
Ilustrasi vaksinasi rabies (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI — Kabupaten Wonogiri kembali mendapat tambahan vaksin rabies gratis untuk hewan peliharaan. Pemberian vaksin itu disalurkan melalui Dinas Kelautan Dan Perikanan dan Peternakan (Dislakpernak) Wonogiri.

Pada awal September lalu Dislakpernak Wonogiri telah mendapatkan vaksin rabies sebanyak 150 dosis. Pada penambahan kali ini, Wonogiri mendapat tambahan sebanyak 100 dosis.

Diberitakan sebelumnya, Wonogiri sudah lama tidak mendapat jatah vaksin rabies gratis. Dari informasi yang ia dapat, kali terkahir mendapat bantuan sekitar 1990-an lalu.

Puluhan Sukarelawan Karangpandan Karanganyar Jalani Tes TB-Paru dan HIV

Pemberian vaksin itu disalurkan untuk menjaga nihilnya kasus rabies di Jawa Tengah. Karena untuk saat ini tidak ditemukan kasus rabies di wilayah Jawa Tengah.

Kabid Veteriner, Dislakpernak Wonogiri, Magdalena Pancaningtyas Utami, mengatakan pada saat menerima 150 dosis vaksin rabies beberapa waktu lalu, banyak warga yang tidak kebagian. Karena warga yang berminat cukup banyak.

Melihat fenomena itu, Dislakpernak Wonogiri kemudian mengajukan penambahan vaksin rabies gratis. “Saat itu diluar dugaan kami ya, ternyata antusias warga cukup banyak. Kami coba mengajukan bantuan vaksin lagi dan akhirnya mendapat tambahan 100 dosis,” kata dia kepada wartawan, Jumat (25/9).

Tyas mengatakan, dari pemberian 100 dosis vaksin itu, 70 dosis disalurkan ke Puskeswan atau dokter hewan di Kabupaten Wonogiri. Sisanya akan digunakan atau disuntikkan oleh petugas Dislakpernak

Vaksin yang diberikan kepada dokter hewan tersebut, menurut dia, disuntikkan secara gratis. Ketika hewan peliharaan warga disuntikkan melalui dokter tersebut tidak dipungut biaya. Dengan catatan, vaksin gratis yang diberi dari Dislakpernak masih ada.

Hari Rabies Sedunia

Para dokter hewan tersebut, lanjut dia, mempunyai jadwal penyuntikkan vaksin rabies sesuai kebijakan masing-masing. Tidak harus bersamaan dengan Dislakpernak pada saat Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada Senin (28/9/2020).

“Misalnya, dokter hewan di Eromoko mendapat jatah 10 dosis. Vaksin itu digunakan di lingkungan sekitarnya. Sasaran utama yakni anjing liar yang ada di sekitar sana. Jadwal pemberian vaksin sesuai jadwal yang ia tentukan,” ujar dia.

Sedangkan jadwal penyuntikan vaksin gratis yang dilakukan oleh Dislakpernak dilakukan pada Senin dan pada Rabu (30/9/2020). Sementara itu lima puskeswan yang mendapat jatah vaksin memiliki jadwal masing-masing, tidak serentak dengan Dislakpernak.

Anggota Parlemen Diskors Gara-Gara Terciduk Mesum Saat Kongres Online

Tyas menegaskan, dokter hewan yang memungut biaya penyuntikan vaksin gratis yang diberikan bisa dilaporkan kepada Dislakpernak. Setiap dokter hewan yang menyuntikan vaksin gratis harus melaporkan ke dinas disertai dengan data pemilik hewan yang divaksin.

Menurut dia, vaksinasi rabies harus dilakukan setiap satu tahun sekali. Ia berharap warga yang memiliki hewan peliharaan dapat memperhatikan kesehatannya.

“Vaksinasi rabies itu tidak hanya untuk anjing saja, musang, kera dan kucing juga harus divaksin. Kemarin saat pendataan ada yang mendaftarkan hewan-hewan itu,” kata Tyas.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom