Pembelajaran Jarak Jauh, Solo Butuh 1.500 Smartphone untuk Siswa SMP
Ilustrasi smartphone

Solopos.com, SOLO—Kota Solo masih membutuhkan 1.500 unit ponsel pintar (smartphone) bagi siswa guna mendukung kelancaran pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, berdasarkan jumlah siswa yang berasal dari keluarga miskin (gakin) atau afirmasi sekitar 9.000 anak. Namun menurutnya, target pemenuhan smartphone pada angka sekitar 1.500 unit dirasa cukup.

“Kita masih membutuhkan ponsel, targetnya 1.500 [unit]. Kalau gakin yang masuk afirmasi ada 9.000 siswa. Tapi kalau 1.500 terpenuhi saya kira sudah cukup. Karena sebagian orang tua atau anggota keluarganya ada yang punya ponsel dan bisa dipakai [untuk PJJ],” ujarnya kepada wartawan di SMPN 15 Solo, pekan lalu.

Kakek-Kakek Combongan Sukoharjo Tertabrak Motor Hingga Meninggal, Keluarganya Terima Bantuan

Bantuan Dermawan

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini pihaknya terus mencari bantuan kepada para dermawan yang peduli dengan pendidikan di Kota Solo.

“Kami saat ini terus berjuang semaksimal mungkin untuk mengumpulkan teman-teman yang punya kepedulian terhadap anak didik yang ada di Solo untuk membantu terutama sarana komunikasi ini,” imbuh Rudy, sapaan akrab Wali Kota.

Ia menjamin bantuan tersebut sampai kepada siswa-siswa yang membutuhkan. Selain itu semua bantuan tersebut tercatat dan terdokumentasi untuk dilaporkan kepada pemberi bantuan.

“Bantuan [yang diharapkan] berupa barang. Ada tanda terimanya dan didokumentasikan. Setelah diberikan kepada kepala sekolah atau guru, kami laporkan kepada pihak yang membantu. Bantuan ini kami laporkan kepada KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi] juga," tegas Rudy.

Aksi Unik Polisi Sukoharjo, Dandan Ala Tokoh Wayang Dan Bakul Jamu Saat Bagi-Bagi Masker

Memantau Perkembangan Situasi

Disinggung mengenai rencana simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) untuk siswa SMP/SD Rudy mengatakan bahwa proses tersebut terus berjalan. Namun ia juga akan terus memantau perkembangan situasi dan kondisi Covid-19. Jika di waktu mendatang ada sekolah atau orang tua yang tidak siap, maka simulasi tidak dilakukan di sekolah bersangkutan pembelajaran jarak jauh berlanjut.

“PJJ terus tidak masalah, yang penting anak-anak selamat. Biarlah saya yang dibully dan dicemooh karena tak mengizinkan PTM.”

Selain terus mengupayakan pemenuhan sarana komunikasi untuk PJJ, Pemkot juga berupaya menyediakan sarana pendukung lainnya, yakni radio dan televisi pendidikan.

“Radio kan sudah ada, sekarang sedang kami kembangkan televisinya. Sembari PJJ, sarana prasarana kebersihan dan kesehatan sekolah juga terus kami upayakan. Sehingga pada saat anak-anak masuk sekolah pada masa kenormalan baru, sekolah juga sudah siap,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom