Aksi Unik Polisi Sukoharjo, Dandan Ala Tokoh Wayang Dan Bakul Jamu Saat Bagi-bagi Masker
Anggota Komisi III DPR Eva Yuliana bersama Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas dikawal polisi berkostum tokoh pewayangan membagikan masker dan jamu kepada pengguna jalan di Simpang Lima Sukoharjo, Minggu (20/9/2020). (Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polisi Sukoharjo melakukan aksi unik saat membagi-bagikan masker bersama Anggota Komisi III DPR Eva Yuliana dengan lokasi Simpang Lima Sukoharjo, Minggu (20/9/2020) pagi.

Para anggota Polres Sukoharjo itu berdandan ala tokoh pewayangan seperti Arjuna, Semar, Nakula, dan lainnya.

Sambil membawa poster bertuliskan "Ayo Pakai Maskermu, Cegah Penyebaran Covid-19 dan Hindari Kerumunan dan Jaga Jarak", mereka mengawal Eva bersama Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat bagi-bagi masker.

Positivity Rate Covid-19 Indonesia Tembus 14,2%

Tak hanya itu, para polisi wanita (polwan) cantik juga berdandan ala bakul jamu gendong. Polwan cantik tersebut membagikan jamu seperti kunir asem dan beras kencur kepada para pengguna jalan.

Sontak aksi polisi Sukoharjo ini menyedot perhatian para pengguna jalan. Mereka tak hanya mendapat masker gratis, namun juga meminum jamu tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Denda Tak Pakai Masker

Salah satunya warga Begajah, Sukoharjo, Desiana, 40, yang mengapreasiasi langkah jajaran aparat kepolisian membagikan masker plus jamu secara gratis bagi pengguna jalan.

10 Berita Terpopuler: Sosok Rikho Jerikho Pemuda Wonogiri Peneliti Ikan “Alien”

"Lumayan, tidak perlu beli masker. Sudah dapat masker gratis. Sekarang wajib keluar rumah pakai masker, apalagi bakal kena denda kalau tidak pakai masker," katanya.

Anggota Komisi III yang juga politikus Partai Nasdem, Eva Yuliana, mengatakan aksi bagi-bagi masker bersama polisi Sukoharjo itu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

Cara tak biasa pun dengan memakai kostum wayang dan bakul jamu gendong agar menarik perhatian masyarakat saat bagi-bagi masker. Selain itu agar sosialisasi penggunaan masker lebih mengena ke masyarakat.

Sejarah Warteg: Era Penjajahan Belanda, Urbanisasi 1960-an, hingga Versi Kekinian

Salah satunya dengan memberikan jamu tradisional bersama polisi berkostum tokoh pewayangan. "Hari ini ada 2.500 masker yang saya serahkan ke Polres dan dibagikan kepada masyarakat Sukoharjo. Masker ini mampu melindungi warga terhindar dari virus Corona," katanya.

Disiplin Protokol Kesehatan

Eva berharap dengan aksi bersama polisi Sukoharjo itu, masyarakat mau meningkatkan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker saat beraktivitas luar rumah, menjaga jarak atau menghindari kerumunan, dan rajin cuci tangan.

Selain itu juga meminum jamu tradisional yang sudah terpercaya secara turun temurun oleh masyarakat Indonesia mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Kominfo Klaim Amankan Ribuan Hoaks Covid-19, Tenangkan Publik?

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan aksi bagi-bagi masker dan minuman jamu tradisional secara gratis merupakan rangkaian kegiatan polisi dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara.

"Mudah-mudahan masker ini membantu masyarakat terhindarkan dari virus Corona," katanya.

Menurutnya, Polres Sukoharjo rutin membagikan masker setiap pekan ke seluruh wilayah Sukoharjo. Total jumlah masker yang telah dibagikan ada 10.000-an.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom