Pemakaman Jenazah Buronan MIT Poso Tanpa Keluarga dan Kerabat

Pemakaman yang berlangsung setelah proses autopsi oleh tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) tidak dihadiri keluarga maupun kerabat dari buronan MIT Poso Askar.

Jumat, 30 September 2022 - 19:08 WIB Penulis: Newswire Editor: Abu Nadzib | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Anggota Kepolisian melakukan pengamanan saat prosesi pemakaman jenazah Askar alias Jaid anggota Kelompok MIT di tempat pemakaman umum, Kelurahan Poboya, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (30/9/2022). (ANTARA/Muhammad Izfaldi)

Solopos.com, POSO — Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) memakamkan jenazah Askar alias Jaid, anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tewas dalam baku tembak dengan aparat, di Kelurahan Poboya, Kota Palu, Jumat (30/9/2022).

Pemakaman yang berlangsung setelah proses autopsi oleh tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) tidak dihadiri oleh pihak keluarga maupun kerabat dari almarhum Askar.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Rudy Sufahriadi, di Poso mengatakan ciri dari jenazah tersebut sesuai dengan yang dimiliki oleh Askar alias Jaid alias Pak Guruh.

“Saya di sini memastikan bahwa benar itu adalah Askar DPO yang selama ini kami cari,” kata Kapolda Sulteng seusai mengecek langsung di RS Bhayangkara Palu.

Baca Juga: Khawatir Ada Peledak, Buronan MIT Poso yang Tewas Belum Dievakuasi

Dia menjelaskan sejumlah ciri tersebut di antaranya adalah memiliki jenis rambut panjang berombak, warna kulit sawo matang disertai dengan bentuk wajah lonjong dan tinggi 155 centimeter.

Seperti diberitakan, Askar yang disebut memiliki keahlian dalam merakit bom terlibat baku tembak dengan Satgas Madago Raya di KM 13 Desa Kilo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (29/9/2022), sekitar pukul 18.30 WITA.

Lokasi baku tembak terjadi di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga: Buron MIT Tewas Ditembak Polisi, Sisa DPO Diminta Menyerah

“Dengan hasil ini mudah-mudahan ini menjadi rilis kami yang terakhir tentang terorisme, sehingga ke depan akan terwujud Poso yang lebih damai,” ujar Rudy berharap.

Berdasarkan catatan pihak aparat, diketahui Askar telah bergabung bersama sejumlah pimpinan MIT Poso seperti Santoso dan Ali Kalora sejak 2011.

“Saya sudah mengikuti Pak Guruh ini sejak bergabung dan merencanakan membuat pelatihan memanggil orang-orang itu pada 2011,” tutur Rudy.

Baca Juga: Pendukung ISIS di Poso Serahkan Diri ke Polisi

Askar diduga memiliki berbagai keterkaitan dengan sejumlah aksi-aksi terorisme yang dibuktikan dengan 10 laporan polisi, di antaranya adalah LP A/106/VIII/2017/Sulteng/Res Parimo, tanggal 3 Agustus 2017 tentang kasus pembunuhan di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong dengan korban inisial SS.

“Selanjutnya laporan LP-A/166/XII/2018/Sulteng/Res Parimo, tanggal 30 Desember 2018 tentang kasus pembunuhan di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, tanggal 30 Desember 2018, dengan korban atas inisial RB,” ujar Irjen Pol. Rudy.

Baca Juga: Satgas Madago Raya Tembak Mati Satu DPO Teroris MIT di Sulteng

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif