Mantan bomber Persis Solo musim 2018, Tri Handoko (kiri), bergabung dalam latihan tim di Stadion Sriwedari, Solo, pada Senin (6/1/2020) pagi. (Solopos/Ivan Andimuhtarom)

Solopos.com, SOLO - Program latihan yang diagendakan tim pelatih Persis Solo kepada para pemain dipastikan mundur lagi. Hal itu terjadi lantaran jumlah pemain Laskar Sambernyawa yang sudah resmi bergabung baru 12 orang.

Program latihan semula dijadwalkan dimulai pada Sabtu (18/1/2020) dengan asumsi sudah ada penambahan pemain hingga totalnya ada 18-20 orang. Rencananya para pemain akan mendapat latihan fisik, taktik, dan prakompetisi sebelum Liga 2 Indonesia bergulir pertengahan Maret mendatang.

Namun, program itu urung dilakukan karena belum ada tambahan pemain semenjak libur Natal dan tahun baru 2019. Sejauh ini, manajemen Persis memang baru mengikat 12 pemain. Mereka adalah Muh. Sendri Johansah, Andre Eka, Bruno Casimir, M. Alaik Sobriba, Susanto, Dedi Tri Maulana, Oky Derry Andryan, Irfan Afghoni, M. Shulton Fajar, Nanang Asripin, Hapidin, dan M. Isa.

Harga Cabai di Ngawi Meroket, Ini Sebabnya

Tri Handoko dan Iman Budi Hernandi disebut-sebut sudah mencapai kesepakatan, tetapi masih menunggu kontrak resmi yang akan ditanda tangani bersama CEO Persis, Azmy Alqamar. Pelatih Persis, Salahudin, mengatakan program latihan terpaksa mundur untuk menunggu para pemain yang belum bergabung dengan tim.

Sayangnya, eks pelatih Barito Putera itu juga tak tahu kejelasan nasib pemain incaran. “Posisi sekarang ini kan di tangan manajemen [perburuan pemain]. Saya juga tidak tahu apa alasannya [pemain incaran belum bergabung],” ujarnya saat ditemui wartawan seusai latihan di Stadion Sriwedari, Solo, Jumat (17/1/2020) pagi.

Ia berharap para pemain incaran segera datang ke Solo untuk menjalankan latihan. Menurutnya, seandainya ada kendala atau masalah, semoga hal itu segera teratasi. “Pemain Persis baru 12 orang. Sementara ini kami berlatih kebanyakan dengan para mahasiswa sekitar Solo dan pemain dari Liga 3,” kata dia.

Ia membeberkan, sebenarnya ingin segera mengumumkan kepastian masa depan para pemain trial. Tetapi ia khawatir pemain yang sudah dipastikan tak diambil tersebut tak lagi mau latihan bersama. Padahal, partner latihan diperlukan untuk mengasah kemampuan tim inti.

Tanah Longsor, Rumah Warga Siswodipuran Boyolali Ambrol

Meski begitu, tim pelatih masih sabar menanti pemain-pemain incaran datang ke Solo. Pihaknya kini fokus meningkatkan kemampuan pemain yang sudah ada. Para pemain yang ada kondisinya sudah siap masuk kompetisi.

“Kami berpikir positif saja. Kami berdoa semua ini cepat selesai , masalah di manajemen selesai, para pemain cepat datang. Tapi kami tetap latihan all out, latihan sungguh-sungguh. Kami latihan dua kali sehari. Penekanannya di taktik dan fisik secara langsung. Kalau ada keterlambatan pemain datang, kami sudah punya pemain yang siap,” pungkasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten