Rumah Yanuar, 39, warga Kampung Sumberlerak, Kelurahan Siswodipuran, Boyolali ambrol akibat tanah longsor, Jumat (17/1/2020). (Solopos-Tamara Geraldine)

Solopos.com, BOYOLALI -- Tembok dapur di rumah Yanuar, 39, dan kamar mandi milik Siti, 43, warga Kampung Sumberlerak, RT 002/RW 002 Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, ambrol akibat tanah longsor, Jumat (17/1/2020) pada pukul 03.40 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi, tembok dapur milik Yanuar sebenarnya sudah retak sejak beberapa pekan lalu. Kemudian pagi tadi sekitar pukul 03.40 WIB, warga setempat Joko Respati Mulyadi, 52, mendengar suara tanah longsor. Diaa berlari keluar sembari membawa senter dan segera mencari sumber suara tersebut.

“Saya kira itu tadi suara pohon jatuh di dekat kali itu. Saya segera mengambil senter dan pergi keluar rumah. Rupanya saya melihat tanah rumah milik Yanuar mulai longsor sedikit demi sedikit. Saya langsung menyuruh seluruh keluarga Yanuar yang masih tertidur untuk keluar semua, agar mereka aman,” ujarnya dia saat ditemui Espos dilokasi, Jumat.

Sekitar pukul 04.00 WIB tembok dapur milik Yanuar mulai ambrol dan beberapa barang barang milik mereka jatuh ke kali.

“Longsornya mulai azan subuh tadi, barang–barang milik Yanuar sebagian jatuh ke kali. Tapi alhamdulilah semua keluarga selamat,” kata dia.

Selain tembok dapur Yanuar, kamar mandi milik Siti juga terkena longsor. Untuk rumah Siti, sebagian fondasi kamar mandi yang sudah menggantung. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

”Untuk keluarga Yanuar kini sedang mengungsi ke rumah lain yang berada di dekat Pegadilan Negeri [PN] Boyolali. Mereka menyewa sebuah rumah di sana,” kata dia.

Pemilik rumah, Yanuar, mengatakan saat ini seluruh keluarnya sudah menyewa rumah di dekat PN Boyolali.

Jorok! Popok Bekas, Pembalut, Hingga Kasur Kotori Gorong-Gorong Dekat RSUD Boyolali

“Alhamdulilah semua keluarga selamat. Hari ini semua perabotan saya sudah saya pindahkan ke rumah kontrakan. Untuk sementara rumah ini saya biarkan kosong dahulu. Saya takut kejadian ini terjadi kembali seaktu–waktu,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo mengaku sudah mengingatkan warga agar senantiasa waspada menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten