Peluang Bisnis Burger Terbuka dengan Rp6,5 Juta
Ilustrasi karya kuliner Burger Lokal. (Bisnis-Dok.)

Solopos.com, JAKARTA — Di tengah seretnya putaran roda keuangan diu tengah pandemi Covid-19 segala peluang harus dibuka. Bagi Anda yang tengah mencari peluang bisnis, usaha kuliner bisa menjadi salah satu pilihannya. Salah satunya adalah peluang bisnis kuliner roti burger.

Apalagi untuk memulai bisnis kuliner saat ini tak lagi membutuhkan gerai. Cukup dengan berjualan dari dapur saja, Anda sudah bisa mencetak omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.

Bagi yang masih bingung ingin menggarap peluang bisnis apa, Burger Lokal mungkin bisa jadi pilihan. Brand yang didirikan oleh Aldo Renathan dan adiknya, Adriansyah Pamungkas, menawarkan sistem usaha bersama dengan investasi yang cukup terjangkau.

Baca Juga: Pesawat CN235 Diminati Mancanegara, Ke Mana Saja Pasarnya?

Hanya dengan modal Rp6,5 juta, Anda bisa menjadi mitra dengan menjalankan usaha cloud kitchen tanpa harus meninggalkan rumah. Sistem kemitraan ini sangat mudah dijalankan terlebih di masa pandemi yang serba tidak menentu.

“Kami berharap sistem bisnis kemitraan ini memberikan banyak manfaat bagi semua pihak dan mitra untuk dapat memulai usaha Burger Lokal tanpa harus ribet dan mengeluarkan uang terlalu banyak,” ujar Adriansyah yang akrab disapa Rian ini.

Modal awal Rp6,5 juta tersebut digunakan untuk lisensi brand Burger Lokal dan media promosi seperti menu, design banner, flyer, seta pelatihan SOP. Adapun untuk perlengkapan pembutan produk disediakan oleh mitra sesuai dengan spec dari burger lokal, sedangkan bahan baku, mitra bisa membeli senilai Rp1,5 juta untuk 100 porsi.

Baca Juga: Mengeluh Punya Haters ke Fiki Naki, Mata Dayana Berkaca-Kaca…

Untuk skenario penjualan burger lokal konsep cloud kitchen ini, diperkirakan mitra bisa menjual paling rendah sekitar 20 burger per hari dengan rata-rata harga Rp27.250 sehingga total penjualan bisa mencapai Rp16,3juta per bulan.

Adapun untuk HPP sebesar 50% dari harga jual atau sekitar Rp8,9 juta dan biaya operasional Rp750.000 sehingga keuntungan bersih bisa mencapai Rp6,6 juta per bulan dan langsung bisa BEP dalam waktu satu bulan.

Laba Puluhan Juta

Sementara itu, untuk skenario penjuala tertinggi, yaitu 100 pcs per hari dengan rata-rata harga Rp27.250 sehingga bisa meraup omzet senilai Rp81 juta dengan keuntungan bersih senilai Rp36 juta per bulan.

Baca Juga: Tak Ditangkap Polisi, Raffi Ahmad dan Ahok Trending Topic Twitter

Saat ini burger lokal cloud kitchen yang telah dibuka enpat titik yang berada di Cilincing-Jakarta Utara (Zona 3), Cimanggis-Depok (Zona 4), Matraman-Jaktim (Zona 5), dan Cipayung-Jaktim (Zona 6). Selain mitra usaha cloud kitchen, tahun ini pihaknya juga menjalin kerjasama dalam bentuk gerai.

Mitra pertamanya telah membuka gerai di Kemang, Jakarta Selatan. Kawasan Kemang menjadi pilihan karena dinilai cukup strategis dan telah lama dikenal salah satu pusat tongkrongan di Jakarta, baik bagi para anak muda maupun keluarga. Gerai baru ini merupakan gerai offline kedua, sejak gerai perdana diluncurkan di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur pada bulan Juli 2020 lalu.

Gerai ini merupakan program kemitraan pertama yang berbasis store antara management Burger Lokal dengan dengan Abdillah Tajoedin selaku mitra. Menurut Rian, pihaknya juga segera membuka gerai-gerai baru di beberapa kawasan strategis lainnya di Jabodetabek seperti Tebet, Bintaro, dan Cikarang. Tidak tertutup kemungkinan ekspansi ini akan berlanjut di luar Jabodetabek dan Pulau Jawa untuk ke depannya.

Baca Juga: Dikenalkan dengan Indonesia, Dayana Diundang ke KBRI Nur-Sultan

Untuk paket kemitraan dalam bentuk gerai, investasi yang dibutuhkan sebesar Rp25 juta, di luar bahan baku, dan biaya sewa. Dengan target omzet minimal Rp22 juta dengan keuntungan Rp7,3 juta per bulan sehingga bisa BEP selama enam bulan.

Pelanggan Setia

Meskipun terbilang baru dalam kancah perkulineran, peluang bisnis Burger Lokal sudah memiliki cukup banyak pelanggan setia. Tekstur bun dan dagingnya yang lembut dan lezat serta rasa sausnya yang khas diyakini menjadi suatu keunggulan tersendiri.

Harga pun tidak menjadi soal, karena mulai dari Rp 18.000-25.000 pelanggan sudah dapat menikmati satu buah burger yang lezat. Menu yang menjadi andalan dan paling digemari pelanggan adalah BDK atau Burger Daging Keju.

Baca Juga: Terungkap, Kekasih Jang Hansol Sedih Selalu di Balik Layar Korea Reomit

Pelanggan pun dapat meng-customize burger dengan menambah daging, keju, telur ataupun variasi saus. Tak berhenti di situ, Burger Lokal saat ini sedang menyiapkan menu baru, yang siap diluncurkan dalam waktu dekat, yaitu burger panjang (hot dog) dan varian saus baru yang tidak kalah lezat dengan sebelumnya.

Sebagai bentuk kepedulian dalam masa pandemi ini, Burger Lokal pun memiliki komitmen untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan secara maksimal, seperti penggunaan masker, penyediaan hand sanitizer serta secara rutin menjaga kebersihan gerai dan dapur.

Selain itu, Burger Lokal juga dapat dipesan untuk dibawa pulang (take-away) maupun layanan antar daring melalui aplikasi Go-Food maupun Grab Food.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Berita Terkini Lainnya








Kolom