Kategori: Solo

Pelantikan Ketua RT/RW Solo Jadi Ajang Sosialisasi PPKM Mikro


Solopos.com/Mariyana Ricky P.D

Solopos.com, SOLO -- Acara pelantikan ketua RT/RW Kota Solo yang berlangsung di Balai Tawangarum Kompleks Balai Kota, Senin (15/2/2021), sekaligus menjadi ajang sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Seperti diketahui, PPKM mikro memang ditujukan hingga ke tingkat RT. Dalam kelompok masyarakat skala kecil itu bisa ditetapkan menjadi zona merah apabila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir.

Skenario pengendalian PPKM mikro mencakup menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat. Selain itu menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya, kecuali sektor esensial.

Baca Juga: 71 Pasien Covid-19 Klaten Sembuh, Kasus Baru Hanya Tambah 11 Orang

“Kemudian membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga pukul 20.00 WIB dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat dalam lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan serta berpotensi menimbulkan penularan,” ucap Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Solo, Tulus Widajat, dalam pelantikan 3.411 ketua RT/RW Masa Bakti 2021-2024 Kota Solo itu.

Tulus mengatakan PPKM skala mikro merupakan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 3/2021 yang berlaku sejak 9 Februari hingga 22 Februari. Selain zona merah, terdapat zona-zona lainnya yang juga ditetapkan berdasarkan kasus konfirmasi positif dalam satu RT.

Penambahan 4 RT

Pada sisi lain, Pemkot Solo melantik 2.788 Ketua RT/RW dengan penambahan empat RT yang merupakan hasil pemilihan selama Januari-Februari lalu.

Baca Juga: Sengketa Sriwedari Hingga Konflik Keraton Solo, Ini 7 PR Besar Gibran-Teguh Seusai Dilantik

Sedangkan jumlah RW mencapai 626. “Sehingga, jumlah ketua RT dan RW yang dilantik mencapai 3.411 orang dari 54 kelurahan,” terang Kabag Pemerintahan Setda Solo, Hendro Pramono.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dalam pelantikan tersebut meminta pengurus dan ketua RT/RW menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal itu agar Solo tetap dikenal sebagai kota ternyaman untuk ditinggali.

“Solo dikenal sebagai kota layak dihuni siapa pun di tingkat nasional. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga. Saya juga berpesan agar warga membuat sumur resapan guna mencegah banjir. Sehingga sebelum masuk drainase, air hujan mengalir ke sumur resapan, enggak langsung ke sungai,” kata Rudy.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih