Pelaku Wisata Gembira Malaysia Airlines Terbangi Solo–Kuala Lumpur PP
Pesawat Malaysia Airlines (wikipedia.org)

Solopos.com, SOLO — Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Solo berpotensi naik seiring dengan bakal dibukanya rute baru Solo–Kuala Lumpur pergi pulang (PP) oleh Malaysia Airlines mulai 18 September 2019 via Bandara Internasional Adi Soemarmo.

Hal ini khususnya kunjungan wisman asal Malaysia masuk ke Kota Bengawan. Adanya rute internasional yang bakal terbang reguler ini pun disambut baik oleh pengelola objek wisata, pemerintah kota (Pemkot) Solo, maupun pelaku usaha perjalanan wisata.

Abdi Dalem Pariwisata Pura Mangkunegaran, Joko Pramudyo, mengatakan turis Malaysia mendominasi wisman asal Asia yang berkunjung ke Pura Mangkunegaran, disusul Singapura, Jepang, dan belakangan China, seiring adanya penerbangan carter Kunming–Solo (PP) sejak Juli lalu.

“Kalau semester I itu trennya wisman yang berkunjung ke sini berasal dari Eropa. Kebanyakan kalau turis Eropa itu dari Belanda, Jerman, Belgia, Prancis, dan Italia. Sementara wisman dari Asia itu ke sini pada semester II,” paparnya, saat ditemui wartawan, Senin (16/9/2019).

Joko Pramudyo memaparkan dibukanya kembali rute penerbangan Solo–Kuala Lumpur berpotensi mendongkrak jumlah wisman yang datang ke Solo, khususnya dari Malaysia dan negara Asia lainnya.

Menurutnya, saat rute ini diterbangkan oleh Air Asia hingga akhirnya tutup pertengahan Januari 2018 berdampak bagus pada jumlah kunjungan turis ke salah satu objek wisata bersejarah yang berdiri sejak 1757 tersebut.

Ia menambahkan setiap hari selalu ada wisman dari berbagai negara datang ke Mangkunegaran. Namun demikian, tipe turis yang berkunjung berbeda-beda.

Dari pengalamannya menjadi salah satu pionir wisata Mangkunegaran selama 30 tahun, turis asal Asia cenderung datang untuk piknik atau tamasya sehingga mereka kerap hanya berfoto-foto karena landskap yang dianggap menarik. Sementara wisman asal Eropa lebih menyukai sejarah dibangunnya istana ini.

“Adanya tol trans Jawa juga berdampak besar bagi pariwisata kami. Jika dulu Mangkunegaran didatangi wisatawan khususnya asing sekadar lewat, sekarang mereka sengaja datang kemari didukung dengan transportasi memadai. Mereka naik bus lewat tol lalu singgah di Solo semalam,”imbuhnya.

Optimisme serupa akan prospek kedatangan wisman ke Solo ini juga diamini Dinas Pariwisata Solo. Kasi Pengembangan Industri Pariwisata Disparta Solo, Bonita Rintyowati, menilai penerbangan internasional reguler rute Solo–Kuala Lumpur PP tak hanya akan mendongkrak jumlah wisman yang masuk ke Solo, tetapi juga berpotensi menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat.

“Orang Malaysia itu paling suka belanja. Maka dari itu, Solo sangat cocok untuk didatangi karena memiliki wisata belanja berupa pusat perbelanjaan yang beragam khususnya batik yang menjadi ciri khas,” paparnya.

Bonita mencontohkan di Bandung setiap weekend dipenuhi wisman Malaysia berbelanja di factory outlet (FO). Hal ini didukung dengan adanya penerbangan langsung Kuala Lumpur–Bandung tiga kali dalam sehari, yakni dua kali oleh Air Asia dan satu kali Malindo Air.

Maka dari itu, dibukanya rute Solo–KL secara reguler ini berpeluang besar mendongkrak banyak sektor. Terlebih wisata belanja memang menjadi salah satu magnet untuk mendatangkan wisatawan ke Solo.

Dalam hal ini Solo mempunyai pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah, Pasar Klewer, Pusat Grosir Solo (PGS), dan Beteng Trade Center (BTC). Menurutnya, mereka bisa kulakan pakaian dalam jumlah banyak, kualitas bagus, tapi harga terjangkau.

Sementara itu, pemilik usaha perjalanan wisata Batari Kencana Tour and Travel, Mirza Ananda, mengaku pihak maskapai sudah mempromosikan rute ini ke sejumlah travel agent di Solo. Menurutnya, rute ini menjadi pencerahan masuknya wisman Asia ke Kota Bengawan.

“Ini kelasnya Malaysia Airlines yang notabene full service airline. Setahu saya mereka sudah menjajaki rute ini setahun sebelum akhirnya memutuskan resmi membuka rute Solo–KL PP. Tentunya mereka menilai memang ada potensi besar di Solo dan sekitarnya,”paparnya.

Wakil Ketua Bidang Tur Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Solo ini menambahkan rute ini berpotensi besar mendatangkan wisman untuk kedua negara.

Di satu sisi MH (Malaysian Hospitality) memiliki rute connecting yang bagus khususnya di Asia seperti ke Jepang dan Korea Selatan. Di sisi lain, Solo menjadi pilihan utama setelah sejumlah penerbangan dari Bandara Adi Sucipto pindah ke New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

Sebelumnya, General Manager Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengatakan Malaysia Airlines melayani rute Solo–Kuala Lumpur mulai 18 September. Rencananya rute SOC–KUL ini akan terbang reguler dua kali dalam sepekan, yakni Rabu dan Minggu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho