Pelaku UKM di Karanganyar Bakal Dipetakan Sesuai Klaster Usaha

Pemkab Karanganyar akan mendata ulang UKM yang dipetakan sesuai dengan klaster usaha. Ini untuk memudahkan pendampingan.

 Pelaku UKM Karanganyar membuat parsel sesuai pesanan masyarakat. Isi parsel adalah produk pelaku UKM di Karanganyar. (Istimewa/Dokumentasi Paguyuban Witpari
)

SOLOPOS.COM - Pelaku UKM Karanganyar membuat parsel sesuai pesanan masyarakat. Isi parsel adalah produk pelaku UKM di Karanganyar. (Istimewa/Dokumentasi Paguyuban Witpari )

Solopos.com, KARANGANYAR — Pemkab Karanganyar akan mendata ulang pelaku usaha kecil menengah (UKM) berdasarkan klasterisasi usaha. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan pendampingan serta pelacakan lokasi klater usaha.

Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar, Martadi, mengatakan pemetaan klaster bagi pelaku UKM akan dilakukan hingga ke tingkat RT. Data pelaku usaha akan dikelompokkan dalam klaster usaha.

PromosiJawa Tengah Pelopori Penggunaan Energi Surya di Fasilitas Kesehatan

“Misalnya klaster makanan kecil berbahan baku tepung terigu, makanan siap saji, kerajinan aksesori, penjualan hasil bumi dan sebagainya,” katanya, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: UMKM Minuman Tradisional Berjibaku Pertahankan Pasar   

Penataan klaster usaha tersebut nantinya terintegrasi di Google Maps. Hal ini akan memudahkan publik dalam mencari lokasi klaster usaha. Dari sisi program pendampingan, pemetaan klaster juga memudahkan Pemkab Karanganyar mengusulkan calon penerima sesuai kriteria. Dia mengatakan program klasterisasi ini akan didanai pemkab melalui APBD Perubahan 2022.

“Tahun ini persiapan sekaligus eksekusi. Jika sudah berjalan programnya, kita sudah langsung bisa mengusulkan bantuan pendampingan pelaku usaha,” katanya.

Di Kabupaten Karanganyar, Martadi menyebut terdapat 73.000 pelaku usaha skala rumah tangga yang mengajukan bantuan langsung tunai (BLT) UMKM pada 2020-2021. Namun demikian dari jumlah tersebut yang lolos administrasi serta menerima bantuan ada sebanyak 43.000. Sedangkan sisanya tidak lolos administrasi. Untuk itu, diperlukan inventarsasi ulang data pelaku UKM.

Baca Juga: Pelaku Usaha Gentungan Mojogedang Karanganyar Didorong Punya SPP-PIRT

“Kita perlu tahu kenapa pelaku usaha kecil ini tidak lolos sehingga akan disisir ulang sekaligus didata sesuai klasternya,” katanya.

Selain klasterisasi pelaku UKM, dia juga akan melaksanakan program yang sama untuk koperasi. Martadi menyebut terdapat 1.163 koperasi di Karanganyar. Namun mayoritas mati suri.

“Riil dengan kegiatan dan AD/ART yang berjalan hanya 250 koperasi. Sisanya entahlah. Akan dihapus saja izinnya untuk yang mati suri. Setelah itu juga dipetakan sesuai klasterisasi supaya memudahkan pendampingan dan pemberian modal koperasi,” katanya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.