Pekan Pertama Mulus Sesuai Protokol Kesehatan, Simulasi PTM SMAN 3 dan SMK Mikael Solo Jalan Terus

Simulasi pembelajaran tatap muka atau PTM SMAN 3 dan SMK Mikael Solo selama sepekan pertama berjalan mulus sesuai protokol kesehatan.

SOLOPOS.COM - Siswa SMK Mikael Solo mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka atau PTM dalam praktikum, Selasa (3/11/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka atau PTM SMAN 3 dan SMK Mikael Solo selama sepekan sejak Senin (2/11/2020) berjalan lancar dan mulus. Simulasi PTM dipastikan berlanjut ke pekan berikutnya.

Kepala SMK Mikael, Murdianto, mengatakan evaluasi pelaksanaan simulasi PTM per hari dan pekan hasilnya baik. Hasil evaluasi ini dilaporkan ke Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wilayah VII Jawa Tengah (Jateng).

“Kami sudah melakukan evaluasi harian dan mingguan bahwa [simulasi] PTM pada pekan pertama berjalan dengan baik. Itu yang kami laporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya, Senin (9/11/2020).

7 Pasien Positif Covid-19 Sukoharjo Meninggal Dalam Sepekan, Total 63 Kasus Kematian

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Solo Agung Wijayanto mengatakan simulasi PTM sekolahnya juga berjalan lancar. Menurutnya, berdasarkan angket kepada semua atau 51 siswa peserta PTM, 67 persen menyatakan senang, 31 persen sangat senang. Sedangkan dua persen tidak senang mengikuti simulasi PTM.

Sedangkan terkait perbandingan kesukaan mengikuti PTM dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), 80 persen menyatakan (PTM) lebih menyenangkan, 18 persen menyatakan sama saja, dan dua persen menyatakan tidak menyenangkan.

“Mengenai penyediaan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan protokol kesehatan, 94 persen menyatakan lengkap, 6 persen menyatakan sedang, dan nol persen menyatakan kurang,” ujar Agung.

Tambah 32 Kasus, Kumulatif Positif Covid-19 Solo Tembus 1.412 Orang

Komitmen Menjalankan Protokol Kesehatan

Selanjutnya mengenai komitmen, 100 persen siswa peserta simulasi PTM jenjang SMA dan SMK Solo itu menyatakan komitmen mereka dalam melaksanakan protokol kesehatan di sekolah. Protokol kesehatan itu yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sementara itu, Kepala Cabang Disdikbud Wilayah VII Jateng, Suyanta mengatakan pelaksanaan simulasi PTM Kota Bengawan berjalan baik dan lancar.

Salah satu poin penting dalam evaluasi adalah perilaku siswa dalam penerapan protokol kesehatan yang ia sudah terlaksana.

4 Pegawai RRI Solo Positif Covid-19, Kantor Lockdown

“Dalam evaluasi kami, simulasi PTM berjalan baik. Anak-anak sudah mulai terbiasa dengan protokol kesehatan yakni pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Siswa yang merasa tidak enak badan juga dengan kesadaran diri tidak masuk sekolah dengan meminta izin kepada guru masing-masing,” ujarnya.

Suyanta menambahkan dengan kelancaran simulasi PTM jenjang SMA dan SMK Solo tersebut, ia mempersilakan kepada sekolah untuk menambah jumlah siswa peserta simulasi.

“Pekan ini kami berikan kesempatan lebih luas kepada sekolah untuk menambah jumlah peserta. Tapi kami kembalikan lagi kepada kesiapan sekolah,” imbuhnya.

Berita Terbaru

Tim Ahli Satgas Klaten Usulkan Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Diberi Penanda Khusus

Solopos.com, KLATEN – Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengusulkan pemberian tanda khusus bagi warga terkonfirmasi positif...

Cegah Persebaran Covid-19 dengan Nyatakan Saya Siap Divaksin

Solopos.com, SRAGEN — Warga asal Dukuh Rejosari RT 004, Desa Donoyudan, Kalijambe, Sragen, Johan Wahyudi, 49, menyatakan siap divaksin...

Belasan Hajatan Digelar Pekan Ini Di Gondangrejo Karanganyar, Camat: Abaikan Prokes, Bubarkan!

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, mengancam membubarkan hajatan semasa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) apabila tidak mematuhi...

Nekat, Gelar Hajatan di Sukoharjo akan Dibubarkan

Solopos.com, SUKOHARJO-- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan terhadap hajatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di...

Kasus Covid-19 di Ponpes Colomadu Karanganyar, Diduga Gegara Santri Nggak Jujur

Solopos.com, KARANGANYAR -- Delapan orang santri putri di salah satu pondok pesantren atau ponpes di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, terkonfirmasi...

Penyaluran BST Klaten Difokuskan di Desa Demi Mencegah Kerumunan

Solopos.com, KLATEN – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai atau BST tahap 10 pada Januari 2021 melalui Kantor Pos Klaten tetap...

New Normal Sragen: Belanja Nyaman dengan 3M di Supermarket

Solopos.com, SRAGEN — Dua petugas bersiaga di dua pintu masuk Luwes Sragen, Jumat (15/1/2021). Keduanya bertugas mengukur suhu tubuh...

Tempat Ibadah Solo Diperketat Selama PPKM!

Solopos.com, SOLO — Tempat peribadatan memperketat protokol kesehatan jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Upaya tersebut sebagai wujud tempat...

Terapkan Paseduluran Keluarga, Warga KRB III Merapi Selalu Siap Mengungsi

Solopos.com, KLATEN — Warga di kawasan rawan bencana atau KRB III erupsi Gunung Merapi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang,...

80% Warga Sragen Sudah Mematuhi Aturan PPKM

Solopos.com, SRAGEN — Tingkat kepatuhan warga Sragen dalam mentaati Instruksi Bupati tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mencapai...