Pasokan dari Petani Terbatas, Harga Cabai Rawit di Bantul Naik

Memasuki musim penghujan dan jelang Nataru, harga cabai rawit dari petani mulai meningkat. Kenaikan harga cabai diprediksi akan terus berlangsung hingga Januari 2022.

Catur Dwi Janati - Solopos.com
Senin, 6 Desember 2021 - 06:09 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi cabai rawit merah. (Solopos-dok)

Solopos.com, BANTUL — ?Memasuki musim penghujan dan jelang Nataru, harga cabai rawit dari petani mulai meningkat. Kenaikan harga cabai diprediksi akan terus berlangsung hingga Januari 2022.

Salah satu petani cabai Kalurahan Srigading, Sancoko menduga kenaikan perlahan harga cabai rawit muncul akibat pasokan cabai dari petani yang terbatas.

Sancoko menceritakan di kawasan Srigading misalnya, tak banyak petani yang menanam cabai. “Petani yang menanam cabai khususnya jenis rawit terbatas,” ujarnya pada Minggu (5/12/2021) seperti dilansir Harian Jogja.

Baca Juga: Termasuk YIA, Ini Sejumlah Bandara Baru yang Sepi Seusai Diresmikan

Kebanyakan petani memilih menanam tanaman sayur-sayuran. Akibatnya ketersediaan atau pasokan cabai dari petani pun sedikit. “Pasokan juga tak banyak yang otomatis berdampak pada harga cabai rawit yang melonjak ditingkat petani,” tambahnya.

Kenaikan harga cabai ditingkat petani terbilang fantastis. Bila beberapa waktu lalu harga cabai hanya dibanderol belasan ribu rupiah per kilogramnya, kini harga cabai rawit bisa mencapai Rp50.000 per kilogram.

“Cabai rawit sekali petik dapat 10 kilogram saja sudah banyak, uang yang didapat juga lumayan banyak. Karena harganya melambung sampai Rp50.000 per kilogramnya,” tuturnya.

Baca Juga: Hampir 100% Transaksi Nasabah Mandiri Via Online

Tidak adanya proses lelang cabai di lingkungan petani membuat Sancoko memilih menjual hasil panenannya kepada pedagang pasar. Harga cabai rawit diprediksi makin tinggi di pasaran hingga sampai ke tangan konsumen.

Petani Kalurahan Srigading lainnya, Yuni Maryanto memprediksi harga cabai rawot di pasar tradisional bisa berselisih 10 persen dari harga jual petani. Dengan musim hujan yang masih berlangasung dan Nataru yang semakin dekat, Yuni memprediksi kenaikan harga cabai akan terus berlangsung sampai Januari 2022.

“Kalau tingkat petani saja berani membeli Rp50.000 per kilogramnya maka harga cabai rawit ketika sudah sampai di pasar bisa diatas Rp60.000 per kilogramnya,” tambahnya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif