Termasuk YIA, Ini Sejumlah Bandara Baru yang Sepi Seusai Diresmikan

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menambah daftar bandara baru yang sepi penumpang setelah diresmikan oleh Joko Widodo (Jokowi).

 Petugas kebersihan nampak sedang membersihkan area check in Bandara YIA di kapanewon Temon, Kulonprogo, pada Minggu (28/11/2021).(Hafit Yudi Suprobo/Harian Jogja)

SOLOPOS.COM - Petugas kebersihan nampak sedang membersihkan area check in Bandara YIA di kapanewon Temon, Kulonprogo, pada Minggu (28/11/2021).(Hafit Yudi Suprobo/Harian Jogja)

Solopos.com, JAKARTA – Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menambah daftar bandara baru yang sepi penumpang setelah diresmikan oleh Joko Widodo (Jokowi) dan berimbas kepada keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebelum YIA, ada Bandara JB Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah yang juga sepi penumpang sehingga Citilink, maskapai penerbangan yang satu-satunya melayani rute tersebut memutuskan menutup operasinya.

PromosiSupaya Pelajaran Sejarah Menarik, Komikkan Saja!

Jauh sebelum Bandara JB Soedirman, ada Bandara Kertajati yang laju pertumbuhan pergerakan penumpang dan penerbangannya terkendala akses transportasi darat. Saat ini, akses tol yang menghubungkan bandara berkode KTJ tersebut dengan Tol Cipali masih dalam tahap finalisasi pekerjaan, menunggu tuntasnya proses Uji Laik Fungsi dan juga Standar Layak Operasi.

YIA, yang terletak di Kulon Progo, Yogyakarta tersebut telah diresmikan pada 28 Agustus 2020 dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Bandara yang dibangun dengan biaya senilai Rp12 triliun hingga kini belum dapat mencapai target jumlah penumpang yang diharapkan.

Baca Juga: Perusahaan AMDK Tolak Mentah-Mentah Pasang Label BPA di Galon Isi Ulang

Dengan pergerakan penumpang yang menurun dan adanya tekanan keuangan, Direktur Utama Faik mengatakan masih dihadapkan dengan kewajiban membayar pinjaman sebelumnya yang digunakan untuk investasi pengembangan bandara.

Bandara tersebut dibiayai melalui skema penggunaan dana internal dan berbagai sumber lain seperti kredit sindikasi perbankan serta obligasi.

“Pandemi Covid-19 melanda pada saat Angkasa Pura I tengah dan telah melakukan pengembangan berbagai bandaranya yang berada dalam kondisi kekurangan kapasitas. Seperti Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA) yang menghabiskan biaya pembangunan hampir Rp12 triliun,” kata Faik, Minggu (5/12/2021) seperti dilansir Bisnis.

Senada Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo membeberkan kondisi finansial yang dialami oleh PT Angkasa Pura I (persero) atau AP I dengan utang mencapai Rp35 triliun dan rugi per bulan mencapai Rp200 miliar.

Tiko, sapaan akrabnya menjelaskan beban keuangan yang mesti ditanggung oleh operator bandara pelat merah tersebut memang cukup berat dengan banyaknya bandara-bandara baru.

“AP I ini memang kondisinya berat, dengan utang Rp35 triliun dan rate loss [kerugian rata-rata] per bulan Rp200 miliar. Kalau tidak direstrukturisasi, setelah pandemi utangnya bisa mencapai Rp38 triliun,” kata Tiko dalam rapat dengan Komisi VI DPR pekan ini.

Baca Juga: Perusahaan AMDK Tolak Mentah-Mentah Pasang Label BPA di Galon Isi Ulang

Dampak Pandemi

Tekanan finansial dan operasi tersebut semakin berat dikarenakan harus menanggung biaya operasional yang tinggi dari pembangunan sejumlah bandara baru. Sementara di tengah situasi pandemi, jumlah penumpang pesawat udara jauh menurun.

“Seperti bandara baru Yogyakarta itu di Kulon Progo, itu sampai Rp12 triliun. Dan begitu dibuka langsung kena pandemi,” paparnya.

Sebelumnya, pada saat peresmian, Presiden Jokowi mengatakan YIA merupakan bandar udara terbaik di Indonesia dengan pengerjaan dan desain interior yang bagus dan dikerjakan sangat cepat hanya selama 20 bulan.

Presiden Jokowi juga memaklumi kondisi bandara saat ini yang masih belum ramai karena dampak pandemi. Namun, dirinya yakin setelah vaksin tersedia, YIA akan menjadi bandara paling ramai.

Baca Juga: Hampir 100% Transaksi Nasabah Mandiri Via Online

Pembangunan YIA sempat mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai bandara dengan pengoperasian tercepat. Sebagai pengganti Bandara Adisutipto, YIA memiliki terminal penumpang seluas 219.000 meter persegi yang dapat melayani 20 juta penumpang per tahun yang nilai investasinya Rp10,08 triliun.

Sebagai informasi, Pandemi Covid-19 yang mulai terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 berdampak terhadap penurunan drastis pergerakan penumpang di 15 bandara AP I. Sebagai gambaran, pada 2019, pergerakan penumpang di bandara Angkasa Pura I mencapai 81,5 juta penumpang.

Namun, ketika pandemi melanda pada awal 2020, pergerakan penumpang turun menjadi 32,7 juta penumpang dan pada 2021 ini diprediksi hanya mencapai 25 juta penumpang.

.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Tegas! Ini Pesan Jokowi untuk Aparat Hukum Soal Mafia Minyak Goreng

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan aparat hukum untuk terus menyelidiki mafia minyak goreng yang merugikan banyak pihak.

Tawarkan Bunga Tinggi, Allo Bank Target Jaring 1 Juta Nasabah Sepekan

PT Allo Bank Tbk. (BBHI) menawarkan bunga tinggi bagi masyarakat yang bersedia menyimpang uang di rekening Allo Bank.

IHSG Diprediksi dalam Tekanan Global, Saham-Saham Bisa Menguat?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Jumat (20/5/2022) ini.

Transaksi Tokopedia Naik, Ini Tren Belanja 2021 di Jawa Tengah dan Solo

Tren belanja Tokopedia mencatat pertumbuhan positif.

BEI Resmikan 10 Galeri Investasi Lagi di Soloraya, Ini Daftarnya

Guna mendukung program literasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus membuka galeri investasi di Soloraya melalui kolaborasi dengan berbagai instansi.

Larangan Ekspor Dicabut, Gapki Siap-Siap Ekspor CPO Lagi?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya membuka aliran ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO). 

Implementasi MLFF akan Dilakukan Bertahap

Penerapan sistem transaksi nontunai nirsentuh atau MLFF akan dilaksanakan akhir 2022 dan bertahap di beberapa ruas jalan tol.

Akan Gantikan E-Toll di Indonesia, Ini Cara Kerja MLFF

Cara kerja MLFF pengganti kartu tol ini memungkinkan kendaraan tidak berhenti untuk membayar karena menggunakan sistem satelit mengukur dan menentukan kalkulasi tarif yang dipotong melalui aplikasi di smartphone.

Keran Ekspor CPO Dibuka, Gapki: Terima Kasih Pak Jokowi

Gapki akan berkoordinasi dengan eksportir dan pengusaha kapal yang biasa mengekspor setelah dibukanya kembali keran ekspor minyak goreng dan CPO oleh Presiden Jokowi dan berlaku Senin (23/5/2022).

Larangan Ekspor CPO, Pendapatan Negara Melayang Rp6 Triliun per Bulan

Negara kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp6 triliun setiap bulannya akibat larangan ekspor crude palm oil atau CPO dan turunannya.

Erick Thohir: BUMN Tak Boleh Berhenti Dukung Ekonomi Rakyat

Ada sejumlah program yang dibuat sebagai bentuk BUMN dukung ekonomi rakyat.

Dari BRI ke Bank Digital, Ini Sosok Dirut Allo Bank (BBHI) Indra Utoyo

Sosok Indra Utoyo yang resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) memiliki pengalaman panjang di bidang teknologi perbankan.

Pesta Para Pencinta K-Pop, Korean Wave di Solo Grand Mall Meriah

Korean Wave, Culture Comes to be Loved, yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan Solo Grand Mall (SGM) dibuka dengan penampilan K-Pop dance dan musik.

Saham Disuspensi Setahun, Begini Kondisi Keuangan PT Sritex (SRIL)

Corporate Secretary Sritex Welly Salam menjelaskan saat ini Sritex mengandalkan arus kas internal untuk kebutuhan modal kerja dan kebutuhan operasional.

Rhenald Kasali Jadi Komisaris Independen PT Kalbe Farma (KLBF)

Sebelum mengisi jabatan sebagai komisaris independen KLBF, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia tercatat pernah menjabat sebagai komisaris utama PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) sampai Mei 2021

Harga Gula Naik, Pengusaha Pastikan Segera Turun, Ini Pendorongnya

Pekan ini beberapa pabrik gula sudah giling, dalam tiga hari ke depan keluar gula