Pasokan dari Petani Terbatas, Harga Cabai Rawit di Bantul Naik

Memasuki musim penghujan dan jelang Nataru, harga cabai rawit dari petani mulai meningkat. Kenaikan harga cabai diprediksi akan terus berlangsung hingga Januari 2022.

 Ilustrasi cabai rawit merah. (Solopos-dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi cabai rawit merah. (Solopos-dok)

Solopos.com, BANTUL — ?Memasuki musim penghujan dan jelang Nataru, harga cabai rawit dari petani mulai meningkat. Kenaikan harga cabai diprediksi akan terus berlangsung hingga Januari 2022.

Salah satu petani cabai Kalurahan Srigading, Sancoko menduga kenaikan perlahan harga cabai rawit muncul akibat pasokan cabai dari petani yang terbatas.

Sancoko menceritakan di kawasan Srigading misalnya, tak banyak petani yang menanam cabai. “Petani yang menanam cabai khususnya jenis rawit terbatas,” ujarnya pada Minggu (5/12/2021) seperti dilansir Harian Jogja.

Baca Juga: Termasuk YIA, Ini Sejumlah Bandara Baru yang Sepi Seusai Diresmikan

Kebanyakan petani memilih menanam tanaman sayur-sayuran. Akibatnya ketersediaan atau pasokan cabai dari petani pun sedikit. “Pasokan juga tak banyak yang otomatis berdampak pada harga cabai rawit yang melonjak ditingkat petani,” tambahnya.

Kenaikan harga cabai ditingkat petani terbilang fantastis. Bila beberapa waktu lalu harga cabai hanya dibanderol belasan ribu rupiah per kilogramnya, kini harga cabai rawit bisa mencapai Rp50.000 per kilogram.

“Cabai rawit sekali petik dapat 10 kilogram saja sudah banyak, uang yang didapat juga lumayan banyak. Karena harganya melambung sampai Rp50.000 per kilogramnya,” tuturnya.

Baca Juga: Hampir 100% Transaksi Nasabah Mandiri Via Online

Tidak adanya proses lelang cabai di lingkungan petani membuat Sancoko memilih menjual hasil panenannya kepada pedagang pasar. Harga cabai rawit diprediksi makin tinggi di pasaran hingga sampai ke tangan konsumen.

Petani Kalurahan Srigading lainnya, Yuni Maryanto memprediksi harga cabai rawot di pasar tradisional bisa berselisih 10 persen dari harga jual petani. Dengan musim hujan yang masih berlangasung dan Nataru yang semakin dekat, Yuni memprediksi kenaikan harga cabai akan terus berlangsung sampai Januari 2022.

“Kalau tingkat petani saja berani membeli Rp50.000 per kilogramnya maka harga cabai rawit ketika sudah sampai di pasar bisa diatas Rp60.000 per kilogramnya,” tambahnya.

Berita Terkait

Espos Plus

Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

+ PLUS Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

Teknologi drone berkembang pesat. Kegunaan drone makin beragam di banyak sektor. Perusahaan-perusahaan drone mengembangkan pasar berbasis kebutuhan dan manfaat.

Berita Terkini

Diharamkan MUI dan Muhammadiyah, Minat Investasi Kripto di RI Surut?

Pernyataan Muhammadiyah yang menetapkan aset kripto sebagai barang haram diyakini tidak akan mengendurkan minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada instrumen ini.

BRImo E-Payment Cara Praktis Transaksi di E-Commerce dari BRI

BRImo E-Payment merupakan metode pembayaran yang memungkinkan konsumen bertransaksi di berbagai merchant tanpa perlu berpindah aplikasi.

Bermodal Suara, Ini Tips Menghasilkan Uang dari Voice Over Talent

Di era perkembangan teknologi digital saat ini, voice over talent semakin banyak diminati masyarakat bahkan karena dapat menjadi pemasukan tetap.

KPPU Sebut 4 Produsen Kuasai Pasar Minyak Goreng, Ada Praktik Kartel?

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan adanya sinyal praktik kartel atau persekongkolan dalam kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri.

Minyak Goreng Harga Rp14.000 Per Liter Mulai Tersebar di Jogja

Beberapa pedagang di Kota Jogja mulai menerapkan harga tunggal minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter.

Jadi Laboratorium Klinik Terbesar, Ini Fokus Prodia di Layanan Digital

Prodia Mobile menjadi salah satu pelayanan digital yang paling diminati banyak pelanggan.

Segera Cair, Ini Cara dan Syarat Mendapatkan BLT UMKM 2022

Untuk mendapatkan BLT para pelaku usaha sebelumnya harus mengetahui cara dan melengkapi syarat administrasi.

Jagongan Madiun Raya: Menangkap Peluang Ekonomi 6 Kabupaten/Kota

Kawasan Madiun Raya sejatinya lebih memiliki ketahanan (resilience) secara ekonomi selama pandemi dibandingkan ketahanan secara nasional.

Kisah Prodia Layani 100.000 Panggilan per Bulan lewat Tania dan Contact Center

Melalui Tania dan contact center, setiap pelanggan Prodia dapat memperoleh informasi yang sering menjadi pertanyaan utama.

BRI Kembangkan Klaster Tanaman Hias Desa Bunga di Gunung Arjuna

BRI sebagai salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan UMKM.

Pemuda MES Dukung Pengembangan Muslimpreneur dari Masjid dan Pesantren

BSI meluncurkan program Talenta Wirausaha BSI pada Rabu (19/1/2022) di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta Selatan.

G20 Berpotensi Untungkan UMKM Rp1,7 Triliun dan 33.000 Lapangan Kerja

G20 diprediksi memberikan keuntungan bagi UMKM dengan potensi nilai konsumsi domestik mencapai Rp1,7 triliun.

XL Axiata Business Solutions Raih Sertifikasi Iso 22301:2019

Xl Axiata hadirkan layanan terbaik dan siap bersaing pada tender proyek pemerintah & swasta. 

Bansos Rp2,7 Triliun Tertahan, Mensos Minta DPR Ikut Turun Tangan

Mensos mengungkap anggaran senilai Rp2,7 triliun yang merupakan dana bantuan sosial (bansos), masih tertahan di bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Antam Turun Nih! Cek Harga Emas di Pegadaian, Kamis 20 Januari 2022

Pergerakan Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada Kamis (20/1/2022) ini terpantau naik untuk emas UBS dan melemah untuk cetakan Antam.