Pasar Legi Solo Segera Ditempati, Gibran: Aturannya bakal Lebih Ketat!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan membuat aturan baru yang lebih ketat di Pasar Legi untuk mencegah terulangnya kebakaran pada 2018 lalu.

 Pagar pembatas proyek rehabilitasi Pasar Legi, Solo, terlihat sudah dibongkar, Minggu (28/11/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Pagar pembatas proyek rehabilitasi Pasar Legi, Solo, terlihat sudah dibongkar, Minggu (28/11/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan membuat regulasi baru terkait pemanfaatan bangunan Pasar Legi Solo untuk aktivitas jual beli setelah penempatan pedagang tak lama lagi.

PromosiKuda Era Diponegoro, Soekarno Hingga Menjadi Tugu di Kantor Prabowo

Regulasi baru itu bertujuan untuk mencegah tragedi kebakaran hebat pada akhir 2018 lalu terulang lagi. Selain itu juga agar para pedagang dan pembeli di pasar tersebut lebih peduli dengan keselamatan di lingkungan pasar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaksana proyek pembangunan Pasar Legi Solo sudah menyerahkan hasil pekerjaan pertama (PHO) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Selasa (30/11/2021). Setelah ini, Pemkot segera memproses pembagian dan penempatan kios serta los pedagang.

Baca Juga: Rampung, Proyek Pembangunan Pasar Legi Solo Diserahkan ke Pemkot

Gibran mengatakan serah terima kunci kios dan los kepada pedagang dilakukan bertahap. Sedangkan peresmiannya yang akan mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun menteri terkait rencananya dilakukan awal tahun depan.

Gibran menegaskan untuk saat ini yang terpenting adalah penempatan pedagang di kios dan los pasar yang dibangun menjadi 2,5 lantai itu. “Nanti jalan, sekalian sosialisasi aturan di bangunan pasar baru,” ujar Gibran kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Gegara Uang Tertahan, Anggota KSP Sejahtera Bersama Solo Susah Berobat

Mengenai regulasi, Gibran mengatakan akan menetapkan sejumlah aturan baru yang lebih ketat demi keselamatan pedagang dan pembeli yang beraktivitas di Pasar Legi Solo. Meski sudah dilengkapi sistem perlindungan terhadap kebakaran seperti hidran, water sprinkle, dan fire alarm, kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kebakaran tetap yang terpenting.

Bahkan ada kemungkinan, Wali Kota Solo tersebut akan membuat aturan larangan merokok di sembarang tempat di lingkungan pasar. Gibran menilai merokok dan membuang puntungnya di sembarang tempat merupakan tindakan yang membahayakan karena bisa meningkatkan risiko kebakaran. “Nanti pokoknya aturannya lebih ketat,” imbuh Gibran.

Baca Juga: Ini Poin-Poin SE Wali Kota Solo Terkait Pengetatan Jelang Libur Nataru

Lebih jauh, Gibran meminta pedagang menjaga kebersihan dan disiplin perihal bongkar muat barang. Hal itu agar pasar lebih rapi, tertib dan tidak kumuh sehingga pembeli juga nyaman dan jualan pedagang lebih laris.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IDI Sukoharjo Pantau Perkembangan Kasus Harian Covid-19

Pemerintah diharapkan terus menggenjot capaian vaksinasi dengan target sasaran beragam kelompok masyarakat di Sukoharjo.

Siswa Positif Covid-19, PTM di 2 SMPN di Klaten Disetop

Terdapat satu siswa positif Covid-19 masing-masing di SMPN 1 Karangnongko dan SMPN 1 Kemalang Klaten.

Sopir Kaget Disalip Ditanjakan, Pikap Angkut Ribuan Telur Masuk Jurang

Mobil pikap pengangkut ribuan telur ayam yang dikemudikan warga Sukoharjo masuk jurang di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Hari Bhakti Imigrasi, Menkumham Yasonna Apresiasi Inovasi Keimigrasian

Menkumham Yasona meminta agar jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia terus meningkatkan Profesionalisme dan Integritas dalam menjalankan Tugas Negara.

8 Boks PJU di Sumberlawang Dibobol Maling, Dishub Rugi Jutaan Rupiah

Pencuri menggondol sejumlah perangkat dari delapan boks lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Sumberlawang-Purwodadi.

Disambati Bupati Sragen soal Kemiskinan, Ini Jawaban Wagub Taj Yasin

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyebut Sragen tidak masuk daerah dengan kemiskinan ekstrem di Jateng. Namun masuk zona merah di Jateng.

Prihatin Kasus Narkoba Tinggi, Kejari Solo Terjun ke Sekolah-Sekolah

Prihatin dengan angka kasus penyalahgunaan narkoba yang tinggi, Kejari Solo turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar untuk menjauhi narkoba.

14 Sertifikat Baru Lahan Terdampak JLT Sukoharjo Belum Terbit

Penerbitan sertifikat tanah yang baru setelah pelepasan hak karena terdampak JLT Sukoharjo mengacu pada ketentuan yang diatur di bidang agraria dan tata ruang.

Bupati Sragen Sambat ke Wagub Soal Angka Kemiskinan yang Tak Juga Turun

Bupati Sragen sambat ke Wagub Jateng. Ia mengaku sudah mengeluarkan anggaran banyak untuk mengentaskan kemiskinan namun angkanya tidak turun, justru naik.

Jual Minyak Goreng Rp14.000/Liter, Toko di Pasar Legi Solo Ini Diserbu

Toko Leo Jaya di lantai II Pasar Legi Solo diserbu pembeli yang antre untuk mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.000/liter.

Jangan Macam-Macam, Kejari Karanganyar Kini Punya Satgas Mafia Tanah

Kejari Karanganyar telah membentuk Satgas Mafia Tanah sesuai instruki Kejaksaan Agung.

Dikeluhkan Warga, Tempat Karaoke di Wanglu Disegel Satpol PP Klaten

Penutupan itu dilakukan karena keberadaan karaoke dan kafe tersebut dinilai telah melanggar peraturan daerah (perda).

Penyebab Minyak Goreng Rp14.000 Sulit Diterapkan di Pasar di Boyolali

Diharapkan permasalahan harga minyak goreng di pasar tradisional dapat diselesaikan sehingga pedagang dapat menjual minyak dengan harga yang sama di toko retail.

Ribuan Tenaga Honorer di Karangamyar Terancam Nganggur

Para tenaga honorer di Karanganyar resah dengan kebijakan pemerintah pusat yang akan menghapuskan status mereka mulai tahun depan.

Bhayangkari Polres Wonogiri Diminta Berani Laporkan Kasus KDRT

Bantuan hukum terhadap kasus KDRT seperti mencegah, menindak pelaku, dan melindungi korban dijamin oleh negara.

Kasus Narkoba, Polres Sragen Tangkap 2 Warga Karangmalang dan Sidoharjo

Dua warga ditangkap Polres Sragen terkait kasus narkoba. Satu tersangka terjerat kasus kepemilikan sabu-sabu, lainnya terjerat kasus kepemilikan obat terlarang.