Pakai Masker & Rajin Cuci Tangan Cegah Pneumonia Covid-19
Ilustrasi pneumonia. (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO – Pneumonia akibat Covid-19 sebenarnya bisa dicegah. Cara paling ampuh untuk mencegahnya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, serta membatasi jarak fisik atau physical distancing. Pneumonia bisa menyebabkan komplikasi yang berujung kematian pada pasien Covid-19.

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan virus, bakteri, dan jamur. Infeksi ini mengakibatkan jaringan paru-paru (alveoli dan parenkim paru) di salah satu atau kedua bagian meradang karena terinfeksi kuman.

Kantong udara (alveoli) pada paru-paru bisa dipenuhi dengan cairan lendir dan meradang. Penderita pneumonia yang sistem imunitasnya lemah dan tidak segera diobati bisa mengalami gagal napas. Sebab, pneumonia mengakibatkan kadar oksigen darah menurun karena proses pertukaran oksigen di paru-paru terganggu.

Kisah Keluarga Miskin 5 Tahun Tinggal di Bekas Gudang Es Angker di Jajar Solo 

Penderita pneumonia akan semakin parah jika terjangkit Covid-19. Dalam kondisi berat penyakit ini bisa mengakibatkan kematian.

“Virus Covid-19 dapat mengakibatkan pneumonia dengan gejala demam, batuk, disertai kesulitan bernapas. Penderita pneumonia berat bisa mengakibatkan kematian,” kata dokter spesialis paru di RS Indriati, Solo Baru, Chrisrianto Edy Nugroho, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (17/6/2020).

Proses pengobatan pneumonia yang disebabkan Covid-19 tergantung kondisi sistem imun tubuh. Biasanya, penderita pneumonia diberi suplemen vitamin, obat imunomodulator dan mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Tolak Pembongkaran, Ratusan Warga PSHT Masaran & Sidoharjo Sragen Kumpul di Depan Tugu Perguruan Silat

Bagi penderita pneumonia yang mengalami komplikasi gagal napas bakal dibantu dengan mesin ventilator. Mesin ventilator bakal membantu penderita pneumonia untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Sebab sistem pernapasan mereka tidak bisa bekerja maksimal.

“Daya penularan pneumonia yang diakibatkan virus Covid-19 sangat cepat dibanding infeksi virus-virus yang lain.” ujar dia.

Dokter spesialis paru di RS Indriati, Solo Baru, Chrisrianto Edy Nugroho.

Chrisrianto Edy Nugroho mengatakan, manula merupakan kelompok rentan mengalami pneumonia jika terjangkit Covid-19. Pasalnya sistem imun tubuh manusia bakal melemah saat menginjak usia di atas 60 tahun.

Asale Patung Semar di Karangpandan: Dulu untuk Semedi Sekarang Rekreasi

Manula

Selain manula, penderita penyakit kronis sebagai penyakit penyerta seperti diabetes, ginjal, hipertensi, liver, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), dan asma juga rentan terinfeksi bakteri atau virus yang mengakibatkan pneumonia Covid-19 berat dengan komplikasi gagal napas.

Pria yang akrab disapa Chris ini mengimbau masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah menyongsong kenormalan baru.

“Kuncinya adalah disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air serta physical distancing minimal 1,5 meter sampai 2 meter. Jika hal ini diterapkan virus Covid-19 tidak akan menginfeksi tubuh,” papar dia.

Jarang Disorot, Ini Sosok Dian Ekawati Istri Didi Kempot

Di era kenormalan baru, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar kota harus mengantongi surat izin. Termasuk surat keterangan rapid test dan swab test Polymerase Chain Reaction (RT PCR) dari rumah sakit. Mereka bisa memanfaatkan layanan rapid test drive thru dan swab test PCR secara mandiri di RS Indriati, Solo Baru.

Bagi masyarakat yang tak bisa pergi ke rumah sakit tak perlu khawatir, mereka bisa memanfaatkan layanan rapid test home care. Petugas medis bakal mendatangi rumah dan melakukan rapid test di rumah.

“Masyarakat bisa memastikan apakah terpapar pandemi Covid-19 atau tidak dengan menjalani rapid test dan uji PCR di RS Indriati, Solo Baru.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho