Opor Ayam Giriwoyo, Kuliner Legendaris 1970-an yang Populer di Wonogiri Selatan
Opor Ayam Kampung di warung Bu Rumi di Kelurahan Giriwoyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. Foto diambil Selasa (12/8/2020). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI -- Kawasan Wonogiri selatan menawarkan aneka kuliner legendaris, salah satunya Opor Ayam Kampung dan Nasi Kuning Bu Rumi di Giriwoyo.

Sesuai namanya, kuliner yang sudah ada sejak 1970-an ini menawarkan olahan opor ayam kampung. Rasa opor ayam khas Giriwoyo ini istimewa karena penggunaan ayam kampung dan bumbunya yang spesial.

Opor ayam legendaris ini disajikan bersama sayur kuning papaya muda dan oseng cabai yang diiris kecil-kecil. Kuliner ini juga menjadi semacam klangenan bagi warga Giriwoyo yang merantau.

Pembelajaran Tatap Muka di Sukoharjo Dibantah Guru: Hanya Kumpulkan Tugas!

Kuliner ini populer di kawasan Wonogiri selatan. Saat berkunjung ke Wonogiri, pencinta kuliner bisa menikmati hidangan ayam opor khas Bu Rumi di Dusun Brak Kidul, RT 001/RW 002, Kelurahan Giriwoyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri.

Tepatnya berada di seberang selatan Pasar Giriwoyo. Dari simpang tiga Giriwoyo ke arah barat menuju arah Giritontro sekitar 100 meter.

Menantu Bu Rumi, Ismini, saat ditemui Solopos.com di warungnya, Selasa (11/8/2020), mengatakan Bu Rumi yang kini sudah berusia 80 tahun tidak lagi ikut berjualan ayam opor. Kini yang meneruskan usaha kuliner tersebut adalah anak keturunannya.

Halo UMKM Wonogiri, Ini Link untuk Pendaftaran Online Bantuan Modal Rp2,4 Juta

Generasi Ketiga Opor Ayam Giriwoyo

“Kami ini sudah generasi ketiga yang menjual ayam opor. Karena orang tua Mbah Rumi, yakni Mbah Bakri sudah berjualan opor ayam. Dulu sekitar 1970-an. Jualannya di sebelah timur simpang tiga Giriwoyo," ungkap dia, Selasa.

Dalam satu kawasan atau area, ada tiga warung opor ayam Bu Rumi. Setiap hari salah satu warung buka, sementara dua yang lain tutup. Ketiga warung tersebut dikelola oleh anak-anak Rumi.

Ismini mengatakan semua warung makan ayam opor Bu Rumi Giriwoyo menggunakan ayam kampung, bukan ayam negeri atau potong. Sajian ketiga warung ini sama. “Dalam satu porsi ada ayam kampung, sayur kuning pepaya muda, dan oseng cabai yang dirajang kecil-kecil,” kata dia.

Antrean Pendaftar Bantuan UMKM di Solo Kembali Membeludak

Jika pengunjung menikmati opor ayam Giriwoyo di warung, kuliner legendaris ini dihidangkan di piring. Jika dibawa pulang, nasi dan ayam opor dibungkus menggunakan daun jati. Aroma khas daun jati menjadikan rasa kuliner ini kian menggoda.

Sementara itu, harga satu porsi nasi dan ayam opor legendaris ini bervariasi, mulai dari Rp12.000 hingga Rp22.000. Tergantung besar dan kecilnya ukuran ayam. Selain itu, juga tergantung pada jenis bagian ayam, seperti bagian sayap, paha dan dada. Ada juga lauk berupa telur.

"Bervariasi harganya, tergantung permintaan pembeli. Kadang ada yang beli sayur pepaya Rp3000 kami layani. Partai kecil dan besar tetap dilayani," ujar dia. Tertarik mencoba?



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom