Operasi Patuh Candi 2020 di Karanganyar, Angka Pelanggar Turun Drastis
Anggota Satlantas Polres Karanganyar memberikan masker kepada para pengendara saat Operasi Patuh Candi 2020 beberapa waktu lalu. (Istimewa-Satlantas Polres Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR - Selama 11 hari Satlantas Polres Karanganyar melaksanakan Operasi Patuh Candi 2020 di beberapa lokasi di Karanganyar sejak Kamis (23/7/2020). Berdasarkan laporan lapangan, angka penindakan pelanggaran lalu lintas turun drastis dibandingkan operasi sejenis pada 2019 di periode yang sama.

Berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com dari Satlantas Polres Karanganyar Senin (3/8/2020), pada Operasi Patuh Candi 2019 selama 11 hari pertama terdata sebanyak 3.119 pengendara yang ditilang dan 851 pengendara disanksi teguran. Sementara pada Operasi Patuh Candi 2020 di periode yang sama sebanyak 276 pengendara ditilang dan 722 pengendara ditegur .

Selain itu, pada 2019 terdapat 1.141 pengendara yang ditilang lantaran tidak mengenakan helm berstandar SNI. Sedangkan pada operasi 2020, sebanyak 154 pengendara yang ditilang akibat faktor yang sama. Dari data tersebut kasus tilang yang disebabkan helm masih mendominasi diikuti kasus pengendara di bawah umur, dan melawan arus.

Jangan Nongkrong! Nanti Diangkut Ambulans Rendan Indonesia

Sitaan terbanyak pada 2019 merupakan STNK sebanyak 2.657 lembar dan pada 2020 hanya 241 lembar STNK. Angka tersebut diikuti sitaan SIM pada 2019 sebanyak 340 keping dan hanya sebanyak 9 keping SIM yang disita pada giat sejenis di tahun 2020.

Blangko Teguran

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Maulana Ozar, menjelaskan pada giat Operasi Patuh Candi 2020 memang menunjukan tren penurunan jumlah tilang. Hal ini lantaran prioritas dan fokus yang berbeda saat operasi tahun ini. Pelanggaran yang tidak menimbulkan laka lantas diberi toleransi dengan teguran.

“Beda dengan tahun lalu. Kami tahun ini lebih banyak persuasif sifatnya. Contohnya, yang spionnya hanya satu atau tidak membawa STNK ya kami peringatkan dan tegur saja karena tidak berpotensi besar menyebabkan laka lantas. Tapi kalau mereka pakai knalpot brong, ban diganti kecil, serta tidak bawa helm tetap kami tilang,” terang dia.

Cerita Pria Karanganyar Bernama Kentut yang Ubah Nama Gegara Kerap Dihina

Sanksi yang diberikan untuk pengendara yang melanggar aturan lalu lintas minim potensi lakalantas menurutnya diminta mengisi blanko teguran. Tindakan tersebut sebagai bentuk shock terapy bagi pengendara yang masih melanggar. Setelah mengisi blanko, pengendara kemudian dibagikan masker serta diperbolehkan untuk melanjutkan kembali perjalanan.

“Jadi kami tetap memiliki data mereka dan tahu jika kena lagi. Seperti yang dikatakan sebelumnya giat kali ini lebih ke persuasif. Porsi penegakan hukum hanya 20 persen saja,” beber dia.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, beberapa waktu lalu mengatakan jika prioritas Operasi Patuh Candi 2020 adalah preemtif 40 persen, preventif 40 persen, dan penegakan hukum 20 persen.

“Jadi tidak seperti operasi ketupat lebaran kemarin, dimana operasi patuh kali ini tetap dilakukan penindakan seperti pelanggaran - pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” jelas Kapolres.

Capaian Rendangmu di Lazismu Sragen Terbesar Se-Indonesia

Angka Penegakan Hukum Operasi Candi
(Periode 2019 dan 2020)

Bentuk Pelanggaran
No Uraian 2019 2020
1 Tilang 3.119 276
2 Teguran 851 722

Jenis Pelanggaran Sepeda Motor
No Uraian 2019 2020
1 Helm SNI 1.141 154
2 Di Bawah Umur 604 47
3 Melawan Arus 370 4
4 Lain-lain 443 46

Jenis Pelanggaran Mobil dan Kendaraan Khusus
No Uraian 2019 2020
1 Safety Belt 281 15
2 Melawan Arus 170 0
3 Mengoperasikan HP 3 0
4 Lain-lain 114 10

Barang Bukti Sitaan
No Uraian 2019 2020
1 STNK 2.657 241
2 SIM 340 9
3 Kendaraan 129 26

Sumber : Satlantas Polres Karanganyar

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom