Jangan Nongkrong! Nanti Diangkut Ambulans Rendan Indonesia
Personel Rendan Indonesia saat hendak melakukan patroli ke kampung mengenakan APD dan mengendarai ambulance beberapa waktu lalu.(Istimewa-Dokumentasi Rendan Indonesia)

Solopos.com, KARANGANYAR--Sukarelawan Karangpandan yang akrab disebut Rendan Indonesia memiliki cara unik memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Rendan Indonesia mencuri perhatian saat mereka menghalau sekelompok remaja yang sedang menongkrong di Terminal Wisata Mbangun Makutarama pada pertengahan Mei lalu. Para remaja itu menongkrong sembari ngabuburit saat Ramadan. Padahal masih dalam masa pandemi Covid-19.

Sejumlah personel Rendan Indonesia berinisiatif mengenakan alat pelindung diri (APD) komplet, yakni hazmat, masker, kacamata, sepatu boot, dan sarung tangan. Mereka mengendarai ambulans dan masuk ke kompleks terminal wisata. Hasilnya, para remaja yang menongkrong itu bubar jalan.

Pemkab Karanganyar Wajib Dampingi Masyarakat Belajar saat Pandemi Covid-19

Nah, di era kenormalan baru ini, Rendan Indonesia masih menggunakan cara serupa untuk membubarkan kerumunan. Bedanya, mereka tidak hanya menghalau remaja menongkrong di terminal wisata. Mereka mengendarai ambulans keliling kampung. Mereka berangkat dari markas Rendan Indonesia di Jalan Raya Karanganyar-Karangpandan, tepatnya di depan terminal wisata, selepas Isya.

"Sebetulnya memang kami jadwalkan keliling kampung-kampung. Minimal satu kali dalam sepekan mengingatkan warga kalau corona masih ada. Kadang kami terima laporan dari warga kalau orang-orang menongkrong. Kami datang bawa ambulans dan pakai APD komplet. Kami datangi lokasi warga menongkrong. Tidak pakai pengeras suara," kata Ketua Tim Covid-19 Rendan Indonesia, Darmoko, saat berbincang dengan Solopos.com melalui telepon, Minggu (2/8/2020).

Moko, sapaan akrabnya, menyebut cara itu dinilai efektif menghalau masyarakat yang tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19. Personel Rendan Indonesia juga rutin mendampingi warga menyemprotkan disinfektan ke lingkungan masing-masing setiap satu kali dalam sepekan. Setiap desa sudah dijadwalkan.

Peringatan bagi ASN Jateng! Gaji bakal Dipotong jika Tak Pakai Masker

"Kami membantu disinfektan dan menyemprotkan disinfektan untuk memancing warga supaya mau rutin menyemprotkan disinfektan. Awalnya pemerintah desa bersama Rendan. Sekian bulan ke sini malah inisiatif warga yang dikoordinir RT itu menyemprotkan disinfektan bersama-sama," ujar dia.

 

Pendampingan

Tiga hal berkaitan dengan protokol kesehatan, yakni mengenakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak. Saat ini jamak disebut 3M. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggalakkan masyarakat agar mengenakan masker sebagai kebutuhan. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan hal itu pada setiap kesempatan.

"Kami sosialisasi sembari bagi makanan dan masker. Pernah kami ajak makan bersama sambil sosialisasi protokol kesehatan. Anggota kami tersebar ke lingkungan RT. Mereka membawa misi mengajak masyarakat pakai masker. Kami juga gabung saat rapat karang taruna dan RT. Sosialisasi di situ," ungkap dia.

Kompor Lupa Dimatikan, Dapur Warga Ngaringan Grobogan Terbakar

Tidak cukup sampai di situ, personel Rendan Indonesia juga menawarkan tenaga mendampingi masyarakat yang hendak menyelenggarakan hajatan. Moko menyebut selalu ada saja warga yang meminta pertolongan menyelenggarakan hajatan di era kenormalan baru.

"Protokol hajatan di era new normal. Hari ini [Minggu] ada hajatan di Tohkuning. Pendampingan itu kami bawa thermogun, atur tempat duduk tamu. Tamu datang mencuci tangan dulu dan diukur suhu menggunakan thermogun. Hajatan pakai sistem air mengalir dan enggak berkumpul. Kalau makan di tempat ya prasmanan. Datang, makan, kasih ucapan selamat, terus pulang," tutur dia.

Moko juga mengakui masih banyak warga yang enggan menggunakan masker. Padahal masih pandemi Covid-19. Dia berharap peran serta masyarakat menciptakan situasi kondusif di Karangpandan. Terlebih Kecamatan Karangpandan menjadi satu-satunya kecamatan di Kabupaten Karanganyar yang nol kasus terkonfirmasi Covid-19 sejak akhir Maret hingga Minggu.

Sepekan Operasi Patuh, 4.474 Pengendara di Jateng Diganjar Surat Tilang

"Kami tidak akan bosan sosialisasi ke masyarakat. Masih banyak warga enggak pakai masker. Itu jadi catatan. Cah ngendi, kami kejar ke RT dan dusunnya lalu sosialisasi. Bantuan kecil dari kami untuk masyarakat, yakni sosialisasi Covid-19. Kami berharap masyarakat tetap patuh. Kami akan berbuat semaksimal mungkin untuk warga."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom