Nikmatnya Soto Legendaris Mbok Dele Klaten, Jujukan Para Artis-Seniman Kondang

Warung soto Mbok Dele menjadi salah satu warung legendaris di Klaten.

 Soto Mbok Dele Klaten. (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Soto Mbok Dele Klaten. (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Warung soto Mbok Dele menjadi salah satu warung legendaris di Klaten. Lokasinya terbilang sangat strategis, yakni berada di tepi jalan raya Solo-Jogja, tepatnya di Desa Klepu, Kecamatan Ceper.

Sejumlah artis dan seniman pernah mencicipi nikmatnya soto sapi warung tersebut. Hal itu termasuk almarhum Dono Warkop DKI.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kini ada tiga warung Soto Mbok Dele yang berderet di sepanjang tepi jalan raya Solo-Jogja. Salah satunya warung soto yang berdekatan dengan gapura Dukuh Jetis, Desa Klepu. Warung itu disebut-sebut menjadi warung pertama Mbok Dele.

Suasana warung cukup sederhana. Bercat hijau dan berubin hitam. Warung itu menyajikan aneka jeroan sapi seperti babat, iso, otak goreng, daging, dan lain-lain.

Di samping itu ada aneka gorengan seperti perkedel dan tempe. Makanan-makanan itu tersaji dalam kotak kaca di masing-masing meja.

Baca Juga: Launching Sidoguro Klaten Desember 2022, Mulyani Masih Impikan Kereta Gantung

Warung soto sapi itu kini dikelola Supriyanto, 49. Supri menyebutkan sejumlah tokoh serta artis yang pernah mampir di warung soto Mbok Dele.

Di antaranta Duta dan Eros, dua personel band Sheila on 7, maestro tari tradisional Didik Nini Towok, Habib Syech, serta pelukis Affandi hingga Dono Warkop DKI. Bahkan, almarhum Affandi rutin mengunjungi warung soto Mbok Dele sekali dalam sepekan semasa hidupnya.

Warung yang dikelola Supri itu hingga kini memiliki pelanggan setia. Biasanya, pembeli tak hanya menyantap nikmatnya soto sapi Mbok Dele. Mereka sekaligus bernostalgia masa lalu ketika masih muda menyantap soto di warung tepi jalan raya Solo-Jogja itu.

Supri meneruskan usaha warung yang dirintis oleh nenek buyutnya, Nyai Karto Wijoyo. Supri tak mengetahui sejak kapan warung itu mulai dikelola oleh nenek buyutnya.

Baca Juga: Catat Ya Lur! Ini 3 Tempat Makan Asyik di Pinggir Sungai Polanharjo Klaten

“Sejak saya lahir warung sudah ada,” kata Supri saat berbincang dengan Solopos.com di Klepu, Jumat (30/9/2022).

Soal nama Mbok Dele, Supri mengatakan berasal dari julukan neneknya yang bernama Ngatinem sewaktu muda. Saat itu, Ngatinem berperawakan kecil dan hitam hingga dijuluki dele atau kedelai.

“Sebelumnya itu, belum ada nama warung. Ya warung biasa saja. Karena sering orang menyebut tuku soto nggone mbok e Dele [beli soto di tempat ibunya Dele] lama kelamaan orang tahunya warung Mbok Dele,” kata dia.

Ngatinem tak menggeluti usaha di bidang soto. Dia lebih memilih menjadi penenun. Nenek tersebut meninggal dunia pada usia 102 tahun sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Keistimewaan Satai Pak Kamto Jatinom Klaten, Daging Empuk dan Bumbu Meresap

Sementara, Supri melanjutkan usaha warung soto Mbok Dele sejak 1997. Sebelumnya, dia ikut membantu mengelola warung itu ketika masih duduk dibangku SMP kelas dua.

“Saya meneruskan warung itu saat masih kuliah pada 1997. Sebelumnya diajari paklik [paman],” jelas Supri.

Supri melanjutkan resep membikin soto yang sudah diajarkan secara turun temurun dari nenek buyutnya. Supri mengatakan tak ada bahan istimewa saat membuat soto sapi di warung Mbok Dele. Harga Soto Mbok Dele porsi besar senilai Rp9.000. Sedangkan porsi kecil senilai Rp5.000.

“Bumbunya itu sama yang lainnya. Kalau yang lain itu ada yang sapinya digongso, kalau di tempat kami tidak. Saya melakukan itu meniru dari generasi sebelum saya,” jelas dia.

Baca Juga: Rica-Rica Mentok Goplo Klaten, Dagingnya Lembut dan Tidak Amis saat Dikunyah

Lebih lanjut, Supri mengatakan bakal terus melanjutkan estafet warung soto Mbok Dele yang sudah diwariskan nenek buyutnya. Bahkan, ada yang berpesan agar suasana warung tetap dipertahankan seperti saat ini.

Salah satu warga Ceper, Joko, mengatakan warung soto Mbok Dele merupakan warung soto legendaris di wilayah Ceper. Meski dalam satu deret tepi ruas jalan berjajar warung soto, warung Mbok Dele hingga kini masih eksis.

“Saya persisnya tidak tahu kapan warung itu buka. Sudah sangat lama ada warung Mbok Dele,” kata Joko.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Cek Tambang Ilegal di Lereng Merapi Klaten, Tim ESDM Minta Didampingi Polisi

      Wakil Bupati (Wabup) Klaten, Yoga Hardaya, menjadi salah satu kepala daerah yang merasa tertekan terkait keberadaan kegiatan penambangan galian C.

      Total 4 Terduga Teroris di Sukoharjo Ditangkap Densus 88, Ini Daftar Lokasinya

      Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat terduga teroris di Kabupaten Sukoharjo di empat lokasi yang berbeda, Kamis (1/12/2022).

      Kamar Indekos Terduga Teroris di Cemani Sukoharjo Digeledah, Ini Hasilnya

      Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah kamar indekos milik terduga teroris di Ngruki RT 001/RW 016, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Kamis (1/12/2022).

      Baznas Luncurkan Instalasi Pengolahan Grey Water Pertama di Sragen

      Baznas dan DPU Sragen meluncurkan instalasi pengolahan grey water di Masjid Jami' di Dukuh Hargosari, Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Sragen, Kamis (1/12/2022). Pengolahan grey water ini merupakan yang pertama di Sragen.

      Tambang Ilegal di Klaten, Yoga Hardaya: Bisa Bikin Ketersediaan Air Menurun

      Wakil Bupati (Wabup) Klaten, Yoga Hardaya, menjadi salah satu kepala daerah yang merasa tertekan terkait keberadaan kegiatan penambangan galian C.

      Belum Siap Kehilangan! HUT ke-18 Solo Grand Mall Hadirkan Stevan Pasaribu

      Mall yang kali pertama berdiri di Kota Solo, Jawa Tengah, Solo Grand Mall, akan merayakan HUT ke-18 dan mengundang penyanyi Stevan Pasaribu pada Sabtu (3/12/2022).

      Penggugat Ijazah Palsu Presiden Jokowi Kini Ditahan di Polresta Solo

      Tersangka kasus ujaran kebencian dan penistaan agama, Bambang Tri Mulyono dan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur kini ditahan di Polresta Solo.

      Hormati Pernikahan Kaesang-Erina, Agenda Pengajian MTA Dialihkan ke Karanganyar

      Demi menghormati pernikahan Kaesang-Erina yang digelar di Pura Mangkunegaran, Pengurus Pusat MTA berencana mengalihkan agenda pengajian Ahad pagi pada 11 Desember 2022 ke Pondok Pesantren MTA di Mojogedang, Karanganyar.

      Pengunjung Tawangmangu Diyakini akan Membeludak Saat Tahun Baru 2023

      Melandainya kasus Covid-19, serta banyaknya tempat wisata baru membuat Tawangmangu bakal dibanjiri pengunjung saat malam Tahun Baru 2023.

      Senang dan Kaget! Peternak Ayam Sukoharjo Menang Undian Mobil Simpedes BRI

      Dua nasabah BRI Unit Jombor dan Bendosari meraih hadiah utama berupa mobil dalam acara Undian Simpedes BRI, Minggu (20/11/2022) lalu.

      Siap-Siap! Tarif Air Bersih di Kota Solo Naik Mulai Januari 2023

      Tarif air bersih bagi pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM Solo dipastikan naik mulai Januari 2023. Kenaikan tarif tersebut dilakukan setelah selama 10 tahun tidak ada kenaikan tarif.

      Bangga, Pasar Bahulak Sragen Masuk Nominasi Inovasi Nasional 2022

      Pasar Bahulak Sragen diniminasikan dalam Innovative Government Award (IGA) 2022 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

      Ramaikan..! Woro, Nella & Paramitha Meriahkan Launching YSNW di Baki Sukoharjo

      Sejumlah penyanyi dan artis kenamaan akan meramaikan launching atau peluncuran Yayasan Surya Nuswantara Wilwatikta (YSNW) di Taman Ratu Maulidya Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo, Jumat (2/12/2022).

      Poerwosariweg Kini Jl. Slamet Riyadi Belah Wilayah Mangkunegaran dan Kasunanan

      Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta.

      Perlu Ditambah, Pusat Layanan Disabilitas di Karanganyar Masih Terbatas

      Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) Karanganyar menilai layanan bagi penyandang disabilitas dan autisme di Bumi Intanpari masih kurang. Perlu ada penambahan pusat layanan disabilitas dan lainnya.

      Perhutani & Forkom PKSDM Tanam 1.600 Bibit Pohon di Bukit Mongkrang Tawangmangu

      Perum Perhutani KPH Surakarta bersama Forkom PKSM Karanganyar menanam 1.600 bibit pohon di Bukit Mongkrang Tawangmangu pada Rabu (30/11/2022).