Tutup Iklan

Ngumpul di Kawasan Wisata Sampai Dini Hari, 49 Remaja Digiring ke Polres Karanganyar

Polres Karanganyar sempat mengamankan 49 orang remaja saat sedang berkumpul di sekitar kawasan objek wisata di Kecamatan Tasikmadu.

 Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, (mengenakan jaket hijau), saat memimpin patroli kamtibmas pada Minggu (25/7/2021). (Istimewa/Dokumentasi Polres Karanganyar)

SOLOPOS.COM - Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, (mengenakan jaket hijau), saat memimpin patroli kamtibmas pada Minggu (25/7/2021). (Istimewa/Dokumentasi Polres Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR — Polres Karanganyar sempat mengamankan 49 orang remaja saat sedang berkumpul di sekitar kawasan objek wisata di Kecamatan Tasikmadu pada Minggu (25/7/2021) pukul 01.00 WIB.

Data yang dihimpun Solopos.com dari Polres Karanganyar, puluhan remaja itu tidak hanya berasal dari Kabupaten Karanganyar. Ada beberapa orang tercatat sebagai warga Kabupaten Boyolali dan Wonogiri.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, menyampaikan tim gabungan Polres Karanganyar mengamankan mereka saat melaksanakan operasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Operasi kamtibmas dalam rangka mengecek pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca Juga: Akan Diterapkan Mulai Agustus, Begini Aturan Penggolongan SIM C

Operasi dipimpin langsung Kapolres Karanganyar. “Berasal dari patroli kawasan. Salah satunya ke Kecamatan Mojogedang. Lalu kami lanjutkan patroli ke bawah [wilayah kota kabupaten]. Sampai di Kecamatan Jaten itu Kapolres melihat sepuluh kendaraan [motor] konvoi. Kami ikuti sampai ke depan pintu masuk objek wisata Grand Sondokoro,” ujar Agung kepada Solopos.com, Minggu.

Di tempat itu, lanjut Agung, sudah ada sejumlah orang yang berkumpul. Mereka berlindung di balik cahaya remang-remang di salah satu sudut tempat tersebut. Polisi mengumpulkan mereka dan mendata.

“Kami amankan 49 orang remaja. Sejumlah orang yang lain melarikan diri. Mereka kami amankan karena sedang berkerumun di masa PPKM [pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat] Darurat. Selain itu, kami amankan 24 unit sepeda motor. Semua kami bawa ke Mako Polres Karanganyar,” tutur dia.

Polisi hanya memberikan pembinaan terhadap 49 orang remaja yang tertangkan tangan melanggar aturan selama PPKM Darurat. Agung menyampaikan mereka sudah dipulangkan pukul 09.30 WIB.

“Sebelumnya memang mereka kami lakukan tes swab antigen. Hasilnya negatif Covid-19. Pukul 09.30 WIB kami pulangkan. Kendaraan juga dikembalikan tetapi dengan menunjukkan identitas kepemilikan,” tutur dia.

Baca Juga: Sopir Nia Ramadhani Ngaku Pernah Tak Digaji, Uangnya ke Mana Ya?

Agung menyampaikan Kapolres mengingatkan kembali tentang protokol kesehatan yang harus dipatuhi selama PPKM Darurat. Kapolres juga mengingatkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan melanggar PPKM Darurat dan meresahkan masyarakat maka akan menimbulkan efek pidana.

Selain PPKM Darurat, Polres juga menyinggung tentang budaya mengecek informasi yang beredar di media sosial. Terutama informasi bernada provoksi dengan menyebut identitas kelompok tertentu.

“Kami imbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi melalui media sosial, grup WhatsApp ataupun pesan singkat yang tidak bertanggung jawab. Kenali dulu karakteristik permasalahan. Cari tahu, check and recheck. Percayakan kepada pihak berwajib untuk menangani masalah.”

Berita Terkait

Berita Terkini

Round Up: Pasutri Akses Layanan Pijat Plus dan 5 Agrowisata Soloraya

Praktik pijat plus-plus para terapis itu diduga sudah berlangsung lima tahun. Saking rapatnya, praktik tersebut baru saat ini dibongkar.

Pemadaman Listrik Karanganyar dan Klaten Hari Ini, Rabu (29/9/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Karanganyar dan Klaten hari ini, Rabu (29/9/2021) yang berlangsung selama tiga dan enam jam.

9 BUMD Sragen Diguyur Modal Rp25 Miliar Tahun Depan

Dari sembilan BUMD di Sragen, ada tiga BUMD berprestasi secara manajemen dengan mendapatkan penghargaan Top BUMD 2021 Bintang 4.

Desa Sendang Wonogiri Terbaik Nasional, Ini Keunggulannya

Ada tiga hal yang dinilai pada ajang ini, yakni administrasi desa memiliki bobot 20, aktivasi dan akses masyarakat bobot 20, dan inovasi desa terkait pelayanan publik bobot 60.

Jumlah Sambungan Pelanggan Baru PLN di Boyolali Meningkat

Jumlah penyambungan ke pelanggan di Klaten dan Boyolali pada Agustus menyasar sekitar 5.000 pelanggan.

Kejar Herd Immunity, Kapolres Klaten Tinjau Vaksinasi di SMPN 2 Wedi

Peninjauan Kapolres Klaten ke SMPN 2 Wedi guna memastikan vaksinasi di sekolah setempat berlangsung lancar.

Hebat! Desa Sendang Terbaik Nasional soal Keterbukaan Informasi Publik

Desa Sendang, Wonogiri, menjadi desa terbaik se-Indonesia dalam hal keterbukaan informasi publik desa.

Ada Sekolah Langgar Prokes, Pemkot Solo Diminta Tak Sekadar Reaktif

Pemkot Solo diminta tidak hanya bersikap reaktif ketika ada sekolah melanggar prokes saat PTM namun juga melakukan pengawasan sistematis.

PJU Kembali Dinyalakan, Alun-Alun Wonogiri Terang Benderang

Dishub memadamkan PJU di ruas jalan raya tertentu sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, awal Juli 2021.

PTM Terbatas di 824 SD dan SMP di Klaten Bakal Disidak secara Rutin

Sri Mulyani mengatakan sidak dilakukan oleh lima tim yang menyebar ke berbagai sekolah terutama yang menyelenggarakan PTM terbatas.

Dukung Swasembada Daging, Kesehatan Reproduksi Sapi Boyolali Dipantau

Sapi yang memiliki masalah dalam sistem reproduksi akan diobati dan dipantau selama tiga pekan ke depan. 

Timbang Mangkrak, Pawartos Bikin Taman di Lahan Eks Terminal Kartasura

Masyarakat yang tergabung dalam Pawartos membangun taman dan pusat kuliner di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang lama mangkrak.

RAPBD Kabupaten Boyolali 2022 Rp2,27 Triliun

Dalam Ranperda APBD 2022, struktur pendapatan daerah dalam APBD Boyolali tahun 2022 diestimasikan Rp2.278.633.677.000.

Kucing, Hewan Paling Banyak Divaksin Rabies di Wonogiri

Vaksin rabies untuk hewan peliharaan ini digelar sebagai tindakan preventif dan mempertahankan status Jawa Tengah yang bebas rabies.