Abdul Kharis (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Kharis, menyatakan tidak akan meramaikan bursa cawali/cawawali Pilkada Solo 2020.

Dia mengaku akan tetap fokus kepada tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah (Jateng) dan memberikan kesempatan kepada kader lain PKS Solo yang potensial diusung sebagai cawali/cawawali.

Pernyataan itu disampaikan Abdul Kharis saat diwawancara wartawan seusai menjadi pembicara dalam seminar Merajut Nusantara Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi di Swiss Bell In, Solo, Minggu (17/11/2019).

“Dari kalangan internal memang nama saya tertinggi. Tapi saya akan tetap fokus di DPR saja, tidak maju Pilkada Solo,” ujar dia.

Sebelumnya, ada tiga kader PKS Solo yang diusulkan menjadi cawali-cawawali Pilkada Solo 2020 berdasarkan survei yang dilakukan internal partai berlambang padi emas dan bulan sabit tersebut. Yakni Abdul Kharis, Muhammad Fajri, dan Abdul Ghofar Ismail.

Kharis mengapresiasi adanya usulan kader untuk mengusungnya sebagai eksekutif di Solo. Tapi dia merasa lebih bisa berbuat banyak dengan berada di Senayan.

“Nilai kemanfaatan saya lebih luas kalau tetap berada di DPR karena skalanya nasional,” sambung dia. Kharis menepis anggapan yang menyebutkan dirinya tak mau maju dalam Pilkada Solo karena potensial lawan yang cukup kuat.

Sebagaimana diketahui, selama bertahun-tahun Kota Bengawan merupakan kandang banteng atau PDIP. Partai berlambang kepala banteng moncong putih itu selalu berhasil memenangi pesta demokrasi langsung lima tahunan.

Menurut Kharis, dalam politik semua berkemungkinan. Pilihan politik seseorang atau sekelompok orang bisa diubah bila tahu pendekatan yang tepat.

“Saya tetap fokus di Senayan arena memang sedari awal tidak ada arah ke Pilkada Solo. Silahkan saja [kader lain PKS Solo] kalau ada yang mau dan sekiranya punya potensi yang bagus,” urai dia.

Kharis mengaku tidak dalam kapasitas mereferensikan figur atau calon tertentu. Menurut dia biar mekanisme internal PKS berjalan hingga saatnya harus memutuskan berkoalisi dengan parpol mana dan siapa pasangan calon (paslon) yang diusung. Berdasarkan ketentuan, PKS Solo mesti menjaring figur-figur potensial baik internal maupun eksternal.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten