Kategori: Jatim

Musim Penghujan, 14 Desa di Madiun Rawan Bencana Tanah Longsor


Solopos.com/Abdul Jalil

Solopos.com, MADIUN -- Sebanyak 14 desa di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun rawan tanah longsor. Masyarakat pun diminta untuk waspada mengingat kini sudah mulai masuk musim penghujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun melakukan pemetaan terhadap risiko bencana di wilayahnya pada saat memasuki musim penghujan tahum ini.

Kunjungi Pasar Kraguman, Ini Komitmen Calon Bupati Klaten Sri Mulyani kepada Pedagang

Kepala BPBD Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, mengatakan pihaknya sudah melakukan kesiapsiagaan penanganan risiko bencana. Biasanya pada musim penghujan, bencana yang kerap menerjang yaitu tanah longsor dan banjir.

Untuk daerah rawan tanah longsor di Madiun yaitu 14 desa yang ada di lima kecamatan, Gemarang, Kare, Dagangan, Dolopo, dan Saradan. "Semisal di Desa Bodag Kecamatan Kare, Durenan Kecamatan Gemarang, dan lainnya," kata Rowi, Selasa (13/10/2020).

Serapan Tenaga Kerja Program Padat Karya Pamsimas dan Sanimas Kementerian PUPR Capai 100%

Dia menuturkan sedangkan untuk bencana banjir tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Wungu, Madiun, Wonoasri, Balerejo, Pilangkenceng, dan Saradan. Tetapi, banjir yang paling parah biasanya terjadi di Kecamatan Balerejo, Wonoasri, dan Saradan.

Terkait potensi bencana alam itu, kata dia, BPBD mengimbau kepada mayarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Kesiapsiagaan bencana yang telah dilakukan seperti membersihkan sungai di kawasan rawan banjir.

Obituarium Pemilik PT Gujati Sukoharjo Agung Sushena: Sosok Bapak yang Ngayomi Karyawan

"Mitigasi bencana yang terus diupayakan yaitu mengubah perilaku masyarakat. Supaya mereka juga terlibat aktif untuk menjaga alam," ujar dia yang meminta kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan.

Running Man 524: Bertaruh Demi Hati Para Member Wanita Kim Jong Kook Gendong Jih Hyo Bak Putri

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi