Muncul Klaster Baru, Bupati Sukoharjo Larang Pelaku Usaha Studi Banding
Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO — Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya melarang kegiatan studi banding atau kunjungan kerja ke luar daerah seiring munculnya klaster studi banding para pelaku usaha Sukoharjo ke Jepara. Jumlah pasien positif klaster studi banding Jepara sebanyak 20 orang.

ISI Solo Ditutup Sampai 27 November, 42 Pegawai Kena Tracing

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (24/11/2020), rombongan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Sukoharjo melakukan studi banding ke Jepara pada akhir Oktober. Mereka berangkat ke Jepara dengan menyewa satu unit bus. Jumlah peserta studi banding sebanyak 32 orang. Mereka melakukan studi banding selama beberapa hari.

Seusai studi banding, seorang peserta mengalami demam tinggi dan gangguan pernapasan. Peserta studi banding tersebut menjalani uji swab dan dirawat secara intensif di rumah sakit. Hasil uji swab dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya akan mengumumkan untuk menghentikan kegiatan studi banding atau kunjungan kerja ke luar daerah. Peserta studi banding yang terpapar Covid-19 bisa menularkan virus ke keluarga dan tetangga rumah,” kata Wardoyo, seusai acara tax gathering PBB di Wisma Boga, Solo Baru, Selasa.

Hasil Tes Swab Seluruh Pedagang Pasar Sidoharjo Wonogiri Sudah Keluar, Ini Hasilnya

Kasus Covid-19 Naik

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo telah melakukan tracing lini pertama pasien positif yakni para peserta studi banding. Mereka diambil sampel cairan tenggorokan untuk diperiksa di laboratorium.

Wardoyo menyebut tren kasus Covid-19 cenderung naik setiap pekan. Mobilisasi penduduk terutama bepergian ke luar daerah berpotensi memunculkan klaster baru pandemi Covid-19. “Tren kasus Covid-19 masih meningkat disertai angka kematian yang cukup tinggi. Maayarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujar dia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan hasil uji swab menyatakan 20 peserta studi banding ke Jepara positif Covid-19. Beberapa pasien positif yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. Sementara pasien positif tanpa gejala menjalani isolasi mandiri di rumah selama 13 hari.

Mabuk Ciu, 3 Pemuda Danukusuman Solo Nekat Mengeroyok Kurir

Yunia meminta agar masyarakat menghindari kerumunan saat beraktivitas di luar rumah. “Ada kemungkinan jumlah pasien positif klaster studi banding Jepara bertambah. Mereka telah melakukan kontak dengan anggota keluarga, tetangga rumah maupun teman kantor. Kami terus melacak kontak erat lini pertama, kedua dan ketiga pasien positif,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom