Kategori: Bola

Muncul Isu Jual Beli Jabatan Manajer Timnas untuk Piala Dunia U-20 2021, Dihargai Rp1 Miliar?


Solopos.com/Chrisna Chaniscara

Solopos.com, JAKARTA — PSSI digoyang isu jual-beli jabatan Manajer Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-20 2021.

Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, dikabarkan membayar sekitar Rp1 miliar demi kursi manajer. Uang tersebut diklaim dibagi untuk Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, Direktur Bisnis PSSI, Rudy Kangdra dan Djoko Purwoko.

Mencuat juga nama Achmad Haris selaku pihak yang menyerahkan dana. Haris merupakan orang dekat Dodi sekaligus mantan Sekretaris Sriwijaya FC. Dilansir Detik.com, Minggu (20/12/2020), bukti penyerahan dana 100.000 dollar Singapura atau sekitar Rp1 miliar di kuitansi dengan nama tertera Djoko Purwoko selaku penerima dana disebut telah tersebar luar.

Klaster Penularan Covid-19 Muncul di 4 Kelurahan Kota Madiun

Wartawan olahraga senior, Erwiyantoro, atau akrab disapa Mbah Coco, mengaku punya bukti soal isu jual beli jabatan manajer Timnas untuk Piala Dunia U-20. Dalam tulisan di akun Facebook-nya, Cocomeo Reborn, pihak PSSI dan Dodi disebut bertemu sampai empat kali.

Pertemuan pertama terjadi di Hotel Fairmont, Jakarta. Saat itu Dodi yang ditemani Haris membuka omongan dengan Rudy Kangdra dan Djoko Purwoko. Pertemuan kedua kembali terjadi di tempat yang sama. Namun masih belum ada kesepakatan untuk menunjuk Dodi sebagai Manajer Timnas.

Baru pada pertemuan ketiga Dodi yang merupakan putra mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin, dipertemukan dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Pertemuan berlangsung di Restoran Hurricane's Grill, Jakarta.

Pada pertemuan ini disepakati dana sekitar Rp1 miliar diberikan ke PSSI. Nilai itu merupakan hasil tawar-menawar antara pihak Dodi dan PSSI. Akan ada penyerahan dana lagi saat Dodi nanti ditunjuk menjadi Manajer Timnas Indonesia.

Transaksi

Pertemuan keempat berlangsung di Kantor PSSI, di Mall FX, Sudirman, Jakarta. Pada kesempatan ini transaksi penyerahan dana Rp1 miliar itu diduga terjadi. Dana itu itu diklaim dibagi 50% ke Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi. Sisanya buat Rudy dan Djoko yang kemudian diperuntukkan membayar sewa mobil Shin Tae-yong, Pelatih Timnas Indonesia.

“Cerita itu langsung saya dapat dari Haris lewat telepon. Makanya saya bisa menulisnya secara runtut tentang empat pertemuan mereka plus kwitansi itu karena ini kan bicara uang,” beber Erwiyantoro kepada Detik Sport.

Sampai sekarang, jabatan Manajer Timnas Indonesia dnyatanya tak kunjung diberikan ke Dodi. Padahal, dana sekitar Rp1 miliar sudah diterima PSSI sejak 20 Juli lalu. Kini, pihak-pihak terkait membantah kabar ini. Djoko Purwoko dan Achmad Haris pun membantah.

“Yang tertera di kwitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis. Apa salah kalau mau berbisnis?” kata Haris. “Mungkin saya orang yang dipandang tegak lurus, jadi dicari-cari nama saya. Ini mungkin juga politik yang tidak suka PSSI,” imbuh Djoko.

Jaga Simbah dari Wabah, Cara Warga Gunungkidul DIY Lindungi Lansia

Erwiyantoro pun kecewa dengan bantahan mereka. Ia meminta pada pihak-pihak yang disebutkan namanya berani memberi bukti bahwa tulisannya hoax. “Ketika dia [Haris] bicara dimana-mana itu hoax, oh kurang ajar kata saya. Berani nggak konferensi pers mereka? Kalau berani bilang tulisan saya hoax, itu bagus. Tapi berani nggak mereka melapor ke polisi bahwa tulisan saya hoax?” ujar Toro.

“Haris baru saja minta [tulisan] dicabut. Rekaman semua yang diomongin Haris ke saya itu bisa diambil di siber polisi. Terus juga soal pertemuan Dodi di restoran di Hurricane, ada CCTV restoran," ucapnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi