Motor Oleng Lalu Tergelincir, Warga Pacitan Meninggal di Baturetno Wonogiri
Petugas Satlantas Polres Wonogiri mengolah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tunggal di ruas jalan Kutukan Kulon, Sendangrejo, Baturetno, Wonogiri, Minggu (7/62020). Perempuan warga Pringkukuh, Pacitan, Jawa Timur, Mulyani, 43, meninggal dunia setelah terjadi dari sepeda motor yang diboncenginya, Sabtu (6/6/2020) petang. (istimewa/Satlantas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI — Seorang perempuan warga Kecamatan Pringkukuh, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, Mulyani, 43, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di jalan raya Baturetno-Giriwoyo ruas Kutukan Kulon, Sendangrejo, Baturetno, Wonogiri, Sabtu (6/6/2020) pukul 17.00 WIB.

Saat itu, Mulyani membonceng sepeda motor yang dikendaraia oleh anaknya. Kecelakaan itu sendiri merupakan kecelakaan tunggal. Insiden terjadi karena kendaraan oleng lantaran pengendara tak bisa mengendalikan laju sepeda motor saat berusaha menghidari jalan bergelombang.

Sementara Aman, RSUD Gemolong Sragen 0 Pasien Positif Covid-19, Perawat Tetap Siaga

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (7/6/2020), sepeda motor yang kecelakaan adalah Honda Vario berpelat nomor AE 4970 TJ. Saat itu sepeda motor dikendarai Iwan Ari, 20, memboncengkan ibunya, Mulyani.

Kepala Unit Kecelakaan (Kanitlaka) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri, Ipda Broto Suwarno, kepada Solopos.com, Minggu, menceritakan kecelakaan bermula ketika Iwan yang memboncengkan ibunya menuju arah Giriwoyo. Sesampainya di jalan raya Baturetno-Giriwoyo, Wonogiri, Iwan menghindari jalan bergelombang.

Namun, pengendara tak bisa mengendalikan laju motornya sehingga oleng. Saat itu terjadi gerimis, sehingga jalanan basah. Kemudian sepeda motor jatuh yang mengakibatkan kedua penumpang tersungkur.

Balik ke Perantauan Tanpa Surat, Warga Wonogiri Andalkan Google Maps Lewat Jalan Kampung

Iwan mengalami luka ringan, tetapi ibunya mengalami luka berat yang akhirnya membuatnya meninggal dunia. “Kemungkinan pengendara belum hapal kondisi jalan,” kata Broto mewakili Kasatlantas, AKP Hendrie Suryo Liquisasono saat dihubungi.

Minim Penerangan

Dia melanjutkan saat malam lokasi kejadian minim penerangan. Kontur jalan provinsi itu juga bergelombang. Pengendara yang sudah hapal medan pun harus ekstra hati-hati.

Broto mengimbau warga selalu mengecek lampu utama kendaraan. Apabila sorot lampu sudah tak maksimal lebih baik lampu segera diganti. Langkah ini penting agar pengendara dapat melihat kondisi jalan yang dilalui saat malam dengan jelas, meski penerangan jalan minim.

Karyawan Pertambangan di Kebakkramat Ketahuan Positif Covid-19 Saat Urus Surat Sehat untuk Balik ke Kalimantan

“Pengandara harus berhati-hati, terlebih saat melintas di jalan bergelombang atau rusak. Periksa juga kelengkapan dan surat kendaraan sebelum berkendara agar nyaman saat berkendara,” imbuh Broto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom