Kategori: Sragen

Misterius, Tukang Becak di Sragen Dapat Bantuan Rp2,4 Juta, Padahal Tidak Mengajukan


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang tukang becak di Sragen tiba-tiba mendapat pesan pendek atau SMS di handphone-nya berisi informasi dirinya menjadi penerima bantuan modal UMKM Rp2,4 juta.

Padahal, tukang becak berumur 57 tahun bernama Saiman itu merasa tidak pernah mendaftar menjadi penerima bantuan UMKM.

Seperti diketahui, beberapa pekan terakhir pelaku UMKM ramai-ramai mendaftar menjadi penerima bantuan modal dari pemerintah. Nilai bantuannya Rp2,4 juta untuk empat bulan.

132.000 Siswa SD-SMP Klaten Diusulkan Terima Bantuan Kuota Internet

Tukang becak asal Sragen tersebut memang merasa ada yang ganjil pada hari itu, Jumat, 28 Agustus 2020 lalu. Bibir dan kedua tangan warga Desa Tangkil, Sragen Kota, Kabupaten Sragen, tersebut seperti bergetar sendiri. Orang Jawa menyebutnya dengan istilah kedhuten.

Tak berselang lama, ponsel Androidnya berdering. Saiman mengecek dan ternyata ada short message service (SMS) yang masuk. Saiman tak langsung percaya isi SMS tersebut.

“SMS itu dari BRI. Isinya berbunyi kalau saya mendapat bantuan dari pemerintah senilai Rp2,4 juta. SMS iki tenan, apa etok-etok [beneran apa pura-pura]? Saya itu tidak merasa mengajukan bantuan tetapi kok dapat? Saya bertanya ke beberapa orang ternyata benar,” ujar Saiman saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (4/9/2020).

Plesiran Lur ke Telaga Claket Wonogiri, Kerap Dibilang Miniaturnya Ranu Kumbolo

Bantuan Rp2,4 Juta Sudah Masuk Rekening

Masih dengan keraguan, Saiman mengecek ke BRI Unit di Sragen Manggis seraya membawa buku rekening bank miliknya. Kemudian tukang becak di Sragen itu diarahkan menuju ke BRI Cabang Sragen.

Saat tiba di BRI Cabang Sragen, ternyata benar bantuan Rp2,4 juta itu untuk Saiman. Bahkan nilai saldo pada print out buku tabungannya sudah bertambah Rp2,4 juta. Saiman juga menunjukkan buku tabungannya yang berisi uang Rp2,4 juta itu.

Meski hingga sekarang belum jelas siapa yang mengajukan namanya untuk menerima bantuan itu, Saiman mengaku sangat bersyukur. Hingga kini, uang tersebut masih disimpan di bank dan akan diambil untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tak Selalu Menyakitkan, Jika Disikapi dengan Benar Ini Manfaat Putus Cinta

“Sampai sekarang juga belum saya ambil. Uang ini akan saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarga,” ujar dia.

Selama pandemi, kondisi ekonomi pria yang menjadi tukang becak di Sragen sejak 1994 itu memang memprihatinkan. Saiman memiliki seorang anak perempuan yang sempat berjualan penthol, tetapi berhenti sebelum Bulan Puasa karena tidak laku.

Anak perempuannya kini beralih berjualan bubur bayi. Sementara istrinya, Umi, 49, bekerja jadi buruh petik Lombok. Sedangkan dari hasil Saiman menjadi tukang becak, nilainya tidak bisa diandalkan.

Share
Dipublikasikan oleh
Tika Sekar Arum