Milenial Semarang Diajak Bijak Bermedia Sosial
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo (berdiri depan ketiga dari kiri) berfoto bersama para peserta Forum Dialog dan Literasi Media di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/11/2019). (Antara-Wisnu Adhi)

Solopos.com, SEMARANG — Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Sabtu (23/11/2019). mengajak kalangan milenial di ibu kota Jawa Tengah bijak dalam menggunakan gawai dan bersosial media.

Ajakan itu disampaikan langsung Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo saat membuka Forum Dialog dan Literasi Media: Bijak Bersosial Media Jaga Keutuhan Bangsa di Kampus 1 UIN Walisongo, Kota Semarang, Jateng.

Menurutnya, bijak bermedia sosial merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Gawai memang telah menjembatani lompatan dalam kehidupan manusia, namun demikian sebagai alat, mestinya dapat dimanfaatkan dengan tepat," tutur Widodo Muktiyo.

Menurut dia, perkembangan teknologi, khususnya gawai atau gadget, bisa menjadi candu dalam kehidupan. Hampir sebagian besar waktu, kini digunakan masyarakat dengan menggunakan peranti elektronik uti.

Dirinya juga menyayangkan kebiasaan orang tua yang memberikan gawai kepada anak dari usia yang sangat dini. Padahal, perilaku semacam itu dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif terhadap anak, terutama dalam hal kesehatan.

"Dampak buruknya tidak akan terjadi pada kita, terlebih kepada bangsa dan negara. Gadget memang menjadi godaan paling besar saat ini," ujar Widodo Muktiyo.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Walisongo Semarang Mukhsin Jamil mengatakan bahwa pada era globalisasi ini perkembangan teknologi setidaknya telah memunculkan tiga fenomena yang harus diperhatikan. Ketiga hal itu adalah deteritorialisasi, deotoritasi, dan komersialisasi.

Deteritorialisasi, lanjut dia, hilangnya batas geografis, ideologi dan yang lainnya karena difasilitasi kemudahan komunikasi melalui media sosial. "Media sosial kini menjadi sasaran komersialisasi. Ini memang menjadi tantangan, namun juga bisa menjadi kesempatan kalau pemanfaatannya dilakukan dengan tepat," ujarnya.

Terkait dengan hal itu, dirinya berharap penggunaan gawai dilakukan berdasar tujuan untuk kemaslahatan manusia agar memberikan dampak positif terhadap semua pihak.

Sementara itu, Ketua Keluarga Alumni UIN Walisongo Semarang Lukman Khakim menambahkan, persoalan gawai terutama media sosial, memang perlu disikapi serius karena pemanfaatan yang tidak sesuai semestinya dapat memberikan dampak yang sangat berbahaya.

"Harusnya media sosial ini dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan. Untuk kebaikan negeri kita agar tetap aman dan damai. Sayangnya tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk membuat kegaduhan, ujaran kebencian," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho