Meski Cukup Efektif, Pemanfaatan Hasil Kelitbangan Kementerian Agama Perlu Diperkuat
Kementerian Agama RI (Bisnis.com).

Solopos.com, SOLO – Meski dinilai cukup efektif, pemanfaatan hasil kelitbangan di Kementerian Agama RI perlu diperkuat. Sebab, nilai rerata enam indikator efektivitas menunjukkan skor 2,65. Artinya, skor ini mendekati berada pada level bawah interval cukup efektif antara 2,51-3,25.

Hal itu terungkap dalam sebuah riset yang digelar Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama terkait efektivitas pemanfaatan hasil litbang dalam mendukung penyusunan kebijakan. Ada enam indikator yang diuji yakni inovasi, internal proses, kebutuhan stakeholder, kemampuan adaptasi, kemampuan integrasi, dan pencapaian tujuan.

Secara terperinci, skor masing-masing indikator itu meliputi inovasi 2,70; internal proses 2,75; kebutuhan stakeholder 2,44; dan kemampuan adaptasi 2,62. Selain itu, kemampuan integrasi memiliki skor 2,54 serta pencapaian tujuan 2,81.

Sistem Informasi Kementerian Agama: Kaya Aplikasi Tapi Belum Terintegrasi

Peneliti Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Siti Muawanah dan Umi Muzayanah, menjelaskan ada tiga faktor mengapa kebutuhan stakeholder memiliki skor atau kurang efektif. Pertama, kurangnya koordinasi antara Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama dengan instansi pemangku kebijakan.

Kedua, tema-tema penelitian yang diangkat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama kerap tidak menyentuh tugas dan fungsi dari unit eselon yang ada di Kementerian Agama. Akibatnya, keterpakaian hasil kelitbangan oleh stakeholder sangat minim.

"Ketiga, hasil penelitian Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama masih berada pada tataran normatif sehingga kurang praktis dan implementatif. Kondisi ideal tercapai apabila hasil kelitbangan dikemas dalam bentuk policy paper atau policy brief secara ringkas, praktis, dan implementatif," tulis Siti Muawanah dan Umi Muzayanah sebagaimana rilis kepada Solopos.com, Minggu (31/5/2020).

Kisah Dinamika Penerjemahan Al-Qur’an Ke-17 Bahasa Daerah

Kelemahan

Kendati demikian, ada sejumlah kelemahan pemanfaatan hasil kelitbangan di Kementerian Agama. Salah satunya sosialisasi hasil riset Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yang perlu diperluas. Hal ini supaya unit kerja bisa memanfaatkan untuk menunjang pengambilan kebijakan.

Selain itu, kelemahan juga ada pada kualitas dan tema penelitian. Hasil penelitian Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama sangat bersifat teoritis dan kurang praktis. Tema penelitian juga kurang sejalan dengan program stakeholder.

"Ketiga komunikasi dan koordinasi yang kurang memadai antara Badan Litbang dan Diklat dengan stakeholder. Pengembangan konsensus antara Badan Litbang dan Diklat dan tema stakeholder masih kurang karena tidak ada kesepakatan di awal tentang tema-tema penelitian," sambung mereka.

Hasil Riset Tematik Dibikin Bunga Rampai Agar Terindeks Global

Rekomendasi

Dalam penelitian itu, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menyampaikan sejumlah rekomendasi meliputi peningkatan sosialisasi hasil kelitbangan. Hal ini dilakukan dengan penyampaian laporan penelitian dan policy brief kepada stakeholder.

Bentuk-bentuk sosialisasi dibuat lebih variatif seperti dibuat artikel dan berita, pembuatan video pendek, hingga pembuatan kesepakatan dengan media tertentu untuk memuat hasil-hasil kelitbangan Kementerian Agama.

Ini 8 Strategi Memajukan Pendidikan Keagamaan Di Wilayah 3T

Selain itu, Badan Litbang dan Diklat juga perlu meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan para stakeholder. Perlu agenda rutin dan resmi untuk mempertemukan kedua belah pihak guna membahas tema-tema yang diperlukan.

Terakhir, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama perlu meningkatkan mutu hasil penelitian. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas peneliti.

Penelitian ini digelar pada Mei 2019. Metode yang dipakai yakni metode campuran. Ada 115 responden dalam penelitian itu terdiri atas 26 pejabat eselon II dan 89 pejabat eselon III. Pemilihan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan teknik convenience sampling.

Rektor Makin Progresif, Ini Dampak Positif PMA 68 Tahun 2015 Bagi PTKN


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho