Menuju Kenormalan Baru, Sragen Sudah Punya 3 Aplikasi Belanja Online Pasar Tradisional
Ilustrasi belanja di pasar secara online melalui aplikasi GoShop. (Semarangpos.com-Gojek)

Solopos.com, SRAGEN –– Pasar tradisional di Sragen siap menyambut era new normal atau kenormalan baru dampak pandemi Covid-19 dengan penyediaan aplikasi belanja online.

Ada tiga jenis aplikasi belanja online atau daring pasar tradisional yang difasilitasi pemerintah maupun pihak ketiga untuk melayani transaksi tanpa tatap muka antara penjual dan pembeli.

Tiga aplikasi belanja daring itu meliputi Pasar Online, Go-Shop, dan Pasarmu. Hal itu diungkapkan Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen R Widya Budi Muditha saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (29/5/2020).

Kasus Positif Tembus 70 Orang, Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan di Sukoharjo Intensifkan Razia Masker

Widya mengungkapkan sudah berkomunikasi dengan manajemen Gojek Sragen dan Jogja untuk membangun pelayanan belanja online pasar tradisional.

Disperindag juga sudah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Gojek untuk pelayanan Go-Shop untuk belanja online pasar tradisional. Dalam hal ini pengantaran barang dilayani driver mitra Gojek.

“MoU dilakukan pada 6 Mei lalu. Aplikasi itu pun mulai jalan per 8 Mei 2020 yang meliputi enam pasar. Ada Pasar Gemolong, Gondang, Masaran, Sukodono, Gabugan, dan Pasar Bunder Sragen,” ujarnya.

Karanganyar 0 Covid-19, Sektor Pariwisata Bakal Segera Dinormalkan

Widya mengatakan hanya enam pasar tradisional di Sragen yang dilayani belanja online karena pasar lainnya belum siap dengan driver Gojek. Untuk Go-Shop ini pembeli hanya bisa komunikasi dengan driver mitra Gojek seperti Go-Food.

Kasubag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Disperindag Sragen Aan Suyitno menjelaskan masuknya aplikasi Gojek menambah jumlah pelayanan belanja daring di Sragen.

Sebelumnya, menurut Aan, Disperindag menyiapkan aplikasi Pasar Online bekerja sama dengan Joxi. Aplikasi itu tetap jalan dengan jumlah pelanggan 10-20 orang per hari. Namun, pelayanannya baru sebatas di Pasar Bunder.

419 Keluarga Penerima BST di Wonogiri Tergolong Mampu, Ada PNS dan Pemilik Usaha Besar

Selain Pasar Online dan Go-Shop, Aan mengatakan ada satu start-up baru bernama Pasarmu yang siap melayani belanja online di pasar tradisional Sragen. Dia menerangkan aplikasi Pasarmu polanya mirip Go-Shop.

Animo Masyarakat

Aplikasi ini dimotori para pengusaha lokal Sragen. “Banyaknya aplikasi itu memberi alternatif pilihan bagi masyarakat untuk menghadapi kenormalan baru. Animo masyarakat cukup tinggi dengan tiga pelayanan daring tersebut,” ujar Aan.

Aan mengutip pendapat Widya bahwa pandemi Covid-19 ini menjadi momentum untuk mengenalkan marketing online bagi pedagang pasar tradisional.

Penyekatan Pemudik Klaten, 492 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Dia mengatakan sosialisasi Go-Shop sebagai sarana belanja online di pasar tradisional Sragen dilakukan dengan pemasangan banner dan spanduk dari Gojek.

Sementara itu, Head Corporate Affairs Regional Jateng-DIY Gojek, Arum K Prasodjo, menyampaikan aplikasi belanja daring yang dilakukan Gojek bertujuan mendukung pencegahan Covid-19, yakni physical distancing.

Dia menerangkan Gojek bekerja sama dengan pemerintah daerah di Soloraya untuk menawarkan solusi belanja bahan pokok secara daring di pasar-pasar rakyat lewat Go-Shop.

14.500 Keluarga di Sukoharjo Belum Ambil BST Kemensos Rp600.000/Bulan

“Layanan Goshop itu sudah terhubung dengan 31 pasar tradisional di Soloraya. Wilayahnya meliputi Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, dan Kota Solo,” ujarnya.

Hal ini dilakukan Gojek dan pemerintah daerah untuk mendorong perekonomian sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pasar rakyat, menjaga stabilitas bahan pangan. Juga untuk stabilitas pendapatan mitra driver Gojek.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho