Tutup Iklan
Menguntungkan! Petani Hidroponik di Madiun Hasilkan Jutaan Rupiah Sekali Panen
Wali Kota Madiun Maidi saat berkunjung di green house milik Henrye Aan di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun beberapa waktu lalu. (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Seorang pemuda di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun secara konsisten bertani hidroponik di lahan sempit samping rumahnya. Berawal dari hobi bertanam hidroponik, pemuda bernama Henrye Aan ini kini sudah mulai memperoleh hasil dari jerih payahnya.

Di lahan sekitar 10 meter X 10 meter di samping rumahnya, Henrye membikin green house. Di green house itu, ia membikin instalasi hidroponik yang berisi ribuan tanaman. Ada beragam sayuran seperti selada, kangkung, dan lainnya.

Di kebun itu, tanaman yang tumbuh melalui metode tanam hidroponik itu tampak hijau segar dan bersih.

Fabio Quartararo Dominan, Siapa Bisa Hentikan?

Henrye menceritakan awalnya ia hanya hobi menanam berbagai sayuran. Tetapi lahan di rumah cukup sempit. Hingga akhirnya ia memilih menggunakan metode hidroponik untuk mengembangkan hobinya itu.

"Saya awalnya hanya coba-coba saja. Baca artikel di Trubus dan lihat referensi di internet. Saya mulai benar-benar menekuni bertanam hidroponik tahun 2017," kata dia saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Warga RT 024/RW 008 Kelurahan Rejomulyo Madiun itu pun mulai belajar bertanam hidroponik dan mengelolanya secara profesional. Pilihannya untuk mengembangkan tanaman hidroponik ternyata tidak meleset. Karena permintaan terhadap produk sayuran hidroponik ternyata sangat terbuka luas.

Awal-awal memulai menanam dengan metode hidroponik ini, ia mampu memperoleh 10 kg sampai 20 kg. Itu untuk tanaman kangkung dan selada. Untuk sekarang ini, karena media tanam hidroponiknya semakin banyak, sehingga dalam satu kali panen bisa sampai 40 kg sampai 50 kg per tanaman.

"Untuk kangkung itu masa tanamnya 15 hari. Sedangkan selada masa tanamnya sampai 30 hari. Makanya, supaya setiap hari bisa panen, untuk waktu tanamnya tidak disamaratakan," ujarnya.

Langganan

Hasil panennya itu, klaim dia, langsung ludes diambil para konsumen langganannya. Bahkan untuk tanaman selada sudah diambil langsung oleh penjual makanan saat masa panen tiba.

Untuk harga sayur hidroponik yang ditanamnya dijual Rp25.000 per kg untuk selada dan Rp10.000 per kg untuk kangkung. Berarti untuk sekali panen, pemuda ini berhasil menghasilkan jutaan rupiah dari menjual hasil panenannya. "Sebenarnya harganya tidak jauh berbeda dari sayur biasanya. Tapi kalau hidroponik ini kan lebih sehat karena tanpa pestisida," jelasnya.

Pilkada Solo: Tak Hanya Singkatan Nama, Busana Gibran-Teguh Juga Belum Kompak

Menurut Henrye, bertanam dengan metode hidroponik merupakan alternatif berkebun bagi masyarakat perkotaan. Karena lahan di wilayah perkotaan sangat terbatas sehingga bertanam dengan metode hidroponik bisa menjadi pilihan. Selain sayuran yang dihasilkan pun lebih sehat.

Pemuda ini juga menularkan ilmunya dalam bertanam hidroponik ini kepada tetangganya. Harapannya warga yang lain bisa bercocok tanam di lahan sempit samping rumahnya. Minimal kebutuhan sayur harian bisa terpenuhi melalui tanaman hidroponik yang ditanam.

"Ada yang berhasil bertanam hidroponik. Tapi ada juga yang menyerah," kata dia yang mengaku hasil dari berjualan tanaman hidroponik bisa untuk memenuhi kebutuhan hariannya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho