Mengungkap Platform yang Paling Banyak Digunakan Milenial untuk Cari Berita
Generasi milenial (foto: youthmanual.com).

Solopos.com,  JAKARTA--Banyak cara dapat dilakukan untuk mendapat informasi, mulai dari membaca koran dan buku, menoton televisi ataupun menggunakan media sosial. Namun, setiap generasi pasti punya caranya masing-masing. Seperti generasi milenial yang dominan memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi.

Dalam sebuah survei Maverick Indonesia tentang pola konsumsi berita untuk generasi muda, bahwa hampir semua generasi millenial Z mencari berita dari Instagram dan Youtube. Survei tersebut dilakukan pada 453 responden berusia 18-32 tahun di Jabodetabek dan Bandung.

Dari survei ini, terungkap bahwa Instagram menjadi sumber informasi untuk 89% responden. Sedangkan Youtube jadi sumber berita untuk 77% responden. Sementara itu 54% responden memakai news aggregator Line Today, khususnya anak muda di bawah 23 tahun.

Riset ini dilakukan pada September sampai dengan Oktober lalu, untuk mengetahui pola konsumsi berita generasi Y dan Z, yang akan menjadi konsumen utama di masa depan.

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Perketat Mobilitas Warga

Kecepatan Berita

Manager Analytics Maverick Indonesia, Karen Kusnadi mengatakan gaya swipe up dari Instagram dan feed caption pada Youtube menjadi pola-pola yang disukai. Kredibilitas dan kecepatan berita juga menjadi pertimbangan generasi Y dan Z untuk memilih portal berita mainstream.

"Tapi ada perubahan ekosistem informasi untuk generasi Y-Z, karena mereka mencari berita dari media sosial," kata Karen seperti yang dikutip dari detik.com, Kamis (24/12/2020).

Menurut Karen, generasi Y dan Z hidup dalam gelembung informasi yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Ini membuat publisher apapun dalam membuat konten, harus memahami mereka, membuat konten yang relevan, lalu diamplifikasi dengan media sosial.

"Mereka suka yang formatnya pendek dan banyak visual. Untuk konten yang panjang atau indepth, selama gaya bahasanya bisa menyesuaikan, ada visual dan video, audiens tetap akan baca itu," kata Karen.

Sosialisasi Prokes 3M, Pemdes Sewurejo Mojogedang Andalkan Tim Jogo Tonggo

TV Beralih jadi Hiburan

Karen juga mengatakan TV kini beralih menjadi sumber hiburan, tapi bukan sumber berita. Sementara Podcast dan TikTok akan menjadi platform yang menjanjikan di masa depan. Namun, keduanya masih mencari bentuk konten berita yang sesuai.

"Generasi Y dan Z itu juga lebih kritis karena mereka dapat informasi dari berbagai perspektif. Beda dengan generasi X dan Baby Boomer yang hidup dalam informasi tunggal sehingga paling gampang terkena hoax," ujarnya.

Head of PR Xiaomi Technology Indonesia, Stephanie Cicilia menambahkan bahwa generasi Y dan Z menciptakan tren dan sekaligus mengikuti tren yang diciptakan pihak lain. Ditambah lagi, masa New Normal mengubah perilaku konsumen.

"Bikin konten harus menarget audiens sesuai dengan platformnya. Kalau pakai TikTok artinya audiens belasan tahun, tapi kalau umurnya dia atas itu ya pakai platform lain," ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom