Mencekam! Begini Cerita Warga Situbondo Rumahnya Dirusak Massa Perguruan Silat
Massa Perguruan Silat merusak rumah warga di Situbondo (detik.com)

Solopos.com, SITUBONDO - Massa perguruan silat merusak sejumlah rumah di Situbondo. Warga yang rumahnya dirusak pun merasakan suasana yang mencekam.

Perusakan itu dilakukan massa perguruan silat di Desa Kayu Putih Kecamatan Panji dan Desa Trebungan Kecamatan Mangaran. Selain rumah, massa yang berjumlah ratusan juga merusak sejumlah tempat usaha, mobil dan membakar kios bensin.

Taman Wisata Terbesar di Asia Tenggara Jateng Valley Bakal Terhubung Tol Semarang-Solo

Seperti dilansir detik.com, warga di dua desa itu merasakan suasana yang mencekam. Pasalnya, massa perguruan silat itu mengeluarkan teriakan saat melakukan perusakan. Tak cuma itu, deru mesin sepeda motor juga menggema.

Suasana makin mencekam, saat warga mendengar banyak orang seperti sedang mengamuk di depan rumahnya. Mereka melempari batu dan memukulkan kayu ke arah kaca-kaca rumah warga dan barang apa saja yang ada di dekatnya. Mendengar itu, kebanyakan warga yang awalnya sedang tidur lelap mendadak terbangun dan jadi ketakutan. Karena itu, warga memilih bertahan dan bersembunyi di dalam rumah.

Ratusan Orang

"Massanya banyak, sekitar lebih 200-an orang. Kejadiannya sekitar jam 02.30 WIB, mungkin tidak sampai setengah jam," kata seorang warga yang mengaku bernama Astro di lokasi kejadian, Senin (10/8/2020).

"Saking takutnya, tetangga saya sampai sembunyi di kamar mandi. Maklum, dia tinggal sendiri. Suaminya sudah tidak ada. Baru berani keluar setelah orang-orang itu pergi," lanjutnya.

Ketakutan ini tak hanya dirasakan warga dewasa saja. Seorang balita berumur 2 tahun juga menangis karena takut dengan suara gaduh depan rumahnya. Tahu anaknya menangis, orang tuanya makin ketakutan.

Lumpuh, Bocah Difabel Asal Blora Tulis Surat ke Ganjar Pranowo: Saya Ingin Sembuh dan Bisa Sekolah

Sang ortu ini pun langsung menutup mulut anaknya yang menangis. Tujuannya agar suara tangis anaknya tidak terdengar keluar rumah dan didengar massa.

"Ini cucu saya nangis sampai ditutup mulutnya. Kalau tidak, nanti bisa kedengaran massa depan rumah. Khawatir mereka masuk dan mencelakai kami," tukas nenek sang balita yang enggan disebut namanya.

Sumber: detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom