Masih Pandemi, Karanganyar Berangkatkan 95 TKI Ke Luar Negeri Sejak September 2020
Ilustrasi tenaga kerja. (Freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR — Pemkab Karanganyar melalui Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi (Disdagnakerkop) dan UKM Karanganyar menerbitkan 95 rekomendasi pemberangkatan TKI ke luar negeri sejak September 2020 hingga Februari 2021.

Hal itu seiring kebijakan beberapa negara menerima tenaga kerja dari Indonesia (TKI) meski masih masa pandemi Covid-19. Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Herawati, mengatakan meskipun sudah ada beberapa negara yang membuka diri, Pemkab masih berhati-hati menerbitkan rekomendasi.

Pemkab Karanganyar ingin memastikan pemenuhan biaya hidup calon pekerja ketika berada di negara lain di tengah wabah Covid-19. “Memang sudah ada sekitar 30 negara yang sudah membuka diri tapi kan kami harus pastikan beberapa hal yang sebelum pandemi tidak ada,” jelasnya ketika ditemui Solopos.com, Kamis (26/2/2021).

Baca Juga: Tim Kejakgung Telusuri Belasan Petak Sawah Diduga Milik Tersangka Korupsi Asabri Di Klaten

Hera mencontohkan biaya hidup TKI selama masa karantina 14 hari sebelum keberangkatan dan 14 hari setelah sampai negara tujuan. Itu pun kalau tidak terpapar Covid-19, karena ada prosedur dan biaya berbeda untuk memulangkan pasien Covid-19 dari negara lain.

Menurun

Lebih lanjut, Hera mengatakan selama periode September hingga Desember 2020, Pemkab Karanganyar menerbitkan rekomendasi untuk 80 orang calon TKI. Sedangkan pada Januari hingga Februari 2021, menerbitkan rekomendasi untuk sekitar 15 orang calon TKI.

Angka tersebut menurutnya sangat jauh menurun dibandingkan tahun 2019 yang mencapai hingga 300 orang. “Kami mencoba membantu semaksimal mungkin agar calon TKI bisa zero cost saat keberangkatan. Kami juga hanya memberikan rekomendasi untuk calon TKI yang sudah masuk database. Kalau dibandingkan sebelum pandemi jelas jauh sekali angkanya,” bebernya.

Baca Juga: Tak Lagi Jadi Bupati Sukoharjo, Ini Yang Dilakukan Wardoyo Agar Tetap Sibuk

Berdasarkan jenis pekerjaan, menurut Hera, sebagian besar TKI asal Karanganyar yang diberikan rekomendasi bekerja di bidang informal. Sehingga upaya zero cost keberangkatan diupayakan dibebankan kepada perusahaan yang memberikan pekerjaan di negara tujuan.

“Sekitar 55 persen itu bekerja sebagai asisten rumah tangga, pengasuh orang lansia, dan sektor informal lainnya. Sisanya yang 45 persen merupakan pekerja formal,” katanya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom