Mantap! Sragen Kini Punya Rumah Khusus untuk ODHA
Rumah ODHA Sragen. (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akhirnya memiliki Rumah Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang berdiri di sebelah barat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Setelah diresmikan, Rumah ODHA tersebut akan dikelola oleh Yayasan Sehat Panghuripan Sukowati (Spasi).

Pengelolaan Rumah ODHA nantinya berpedoman pada Permensos No. 6/2018 tentang Standar Nasional Rehabilitasi Sosial ODHA.

Melalui Rumah ODHA itu, Pemkab Sragen bermaksud mengajak ODHA tetap semangat dalam menjalani hidup.

Jerinx Walk Out di Sidang Perdana "IDI Kacung WHO", Ini Alasannya

Di sini, para ODHA akan selalu diberi motivasi dan diingatkan banyak mengonsumsi vitamin da obat-obatan.

Selain itu, mereka diajak berperilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka membantu Pemkab Sragen dalam hal penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS.

"Sebelum ada Rumah ODHA, kami menempati perumahan dengan status sewa. Banyak fungsi atau manfaat yang didapat dari keberadaan Rumah ODHA. Mulai dari fungsi pendampingan, fungsi pemberdayaan dan fungsi dukungan psikososial," terang Koordinator Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen, Wahyudi, kepada Solopos.com, Kamis (10/9/2020).

Rumah ODHA diresmikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, pada Rabu (9/9/2020). Rumah ODHA berdiri di tanah milik Pemkab Sragen.

Perwali Atur Pemkot Solo Berhak Melakukan Isolasi Wilayah, Begini Penjelasannya

Tanah dan bangunan itu bisa dipakai dengan sistem pinjam pakai kepada KPA Sragen.

Pembangunan Rumah ODHA menelan anggaran total Rp600 juta dengan rincian Rp350 juta dari APBD 2019 dan Rp250 juta dari APBD 2020.

Penambahan 118 Kasus HIV/AIDS

Sementara itu, sepanjang Januari-Agustus 2020, terdapat penambahan 118 kasus HIV/AIDS di Bumi Sukowati dengan rincian 79 kasus HIV dan 39 kasus AIDS. Sebanyak 11 warga di antaranya meninggal karena AIDS.

Secara keseluruhan sejak 2000, total kasus HIV/AIDS mencapai 1.349 dengan rincian 739 HIV dan 610 AIDS.

Dari 1.349 kasus itu, 1.045 kasus di antaranya sudah mendapat pendampingan dari Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Sukowati, 610 orang aktif minum obat ARV dan 123 orang berstatus lost follow up (LFU) atau sudah putus obat.

SMK di Klaten Bisa Gelar Belajar Tatap Muka Khusus Praktikum

Sementara itu, jumlah total warga Sragen yang meninggal karena AIDS mencapai 259 orang.

“Dari ODHA yang terdampingi, ada 32 orang berstatus anak-anak. Delapan orang berstatus yatim piatu, di antaranya terdiskriminasi oleh keluarga atau masyarakat dan tidak mendapat perawatan sehingga dirujuk ke yayasan ini [Spasi],” papar Wahyudi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom