Mantan Direktur BPR BKK Karanganyar Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Dua mantan Direktur PD BPR BKK Karanganyar dituntut hukuman 7,5 tahun penjara atas dugaan korupsi penyaluran kredit.

 Ilustrasi kasus korupsi (JIBI/Solopos/Dok.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kasus korupsi (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SEMARANG — Dua mantan Direktur BPR BKK Karanganyar, Manis Subakir dan Sutanto, terdakwa kasus dugaan korupsi penyaluran kredit di lembaga keuangan itu pada 2014 hingga 2016 dituntut hukuman 7,5 tahun penjara. Selain itu, keduanya juga dituntut membayar denda Rp50 juta, atau jika tidak dibayarkan diganti hukuman penjara 3 bulan.

Tuntutan kepada dua mantan Direktur BPR BKK Karanganyar itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), Andhy Sulaksono, saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Kamis (30/6/2022).

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Menuntut agar majelis hakim yang mengadili perkara tersebut menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 7 tahun dan 6 bulan penjara,” kata jaksa Andhy Sulakso dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua N.G.R. Rajendra di Semarang.

Jaksa menilai kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

Adapun pertimbangan jaksa dalam menuntut terdakwa tersebut, antara lain, keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Selain itu, kedua terdakwa juga pernah dihukum.

Baca juga: Ini Ancaman Seusai 8 Pejabat PD BPR BKK Karanganyar Divonis Bersalah

Masing-masing terdakwa telah menikmati uang hasil korupsi tersebut, yakni terdakwa Manis Subakir sebesar Rp1,5 miliar dan Sutanto sebesar Rp975 juta.

Jaksa juga menuntut kedua terdakwa untuk membayar uang pengganti kerugian negara atas uang hasil korupsi. Manis Subakir diminta untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,124 miliar dan Sutanto sebesar Rp790 juta.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa diberi kesempatan untuk sampaikan pembelaan pada sidang yang akan datang.

Baca juga: Kasus PD BPR BKK Tasikmadu Disidangkan, Sejumlah Saksi Diperiksa

Manis Subakir dan Sutanto tersangkut dalam dugaan tindak pidana korupsi penyaluran kredit di BPR BKK Karanganyar yang merugikan negara sekitar Rp3,8 miliar. Kedua terdakwa diduga memanipulasi dokumen pengajuan kredit yang tidak sesuai dengan prosedur sehingga berujung pada kredit macet.

 

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Gayeng, Lomba Agustusan BPBD Grobogan Bareng Penyandang Disabilitas

      Lomba yang digelar sebagai wujud dukungan BPBD Grobogan sekaligus menggandeng para penyandang disabilitas adalah voli duduk.

      Janjikan Menikah, Pemuda Grobogan Setubuhi Anak di Bawah Umur

      Seorang pemuda di Grobogan tega melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak perempuan di bawah umur.

      DPRD Grobogan Setujui KUA PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022

      KUA PPAS Perubahan APBD 2022 yang telah dibahas dalam rapat kerja Banggar perlu dimintakan persetujuan anggota DPRD Grobogan.

      Asyik! Rusunawa KIT Batang Selesai Dibangun, Bisa Tampung 2.570 Orang

      Dirut PT KIT Batang, Galih Saksono, menyebutkan pembangunan fisik rumah susun sederhana sewa atau rusunawa di KIT Batang telah selesai 100 persen.

      Tabung Elpiji Bocor, Warung Makan di Kudus Kebakaran, 2 Orang Luka-Luka

      Kebakaran melanda sebuah rumah sekaligus warung makan di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, akibat kebocoran pada tabung gas elpiji.

      Mengenal Tradisi Minum Teh Poci di Tegal

      Tradisi minum teh dengan poci berbahan tanah liat yang dicampur dengan gula batu, atau teh poci, sudah sangat kental di kalangan masyarakat Tegal.

      Jalur Kereta Api Pertama Indonesia Ada di Semarang, Melewati 4 Stasiun

      Jalur kereta api di Indonesia kali pertama dibangun pada 1867 silam, dengan rute dari Semarang Tawang hingga Tanggung Grobogan.

      Bentrok 2 Geng di Semarang, Mahasiswa AMNI Kena Bacok

      Polda Jateng merilis pelaku penyerangan disertai pembacokan yang dilakukan anggota geng di Semarang, di mana salah satu korban merupakan mahasiswa AMNI Semarang.

      Heboh! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Teras Rumah Warga Blotongan Salatiga

      Penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki menghebohkan warga Prampelan, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Rabu (9/8/2022) malam.

      Sedih! Sepanjang 2022, Sudah 2 Anak Pengidap AIDS di Kudus Meninggal

      Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kudus mencatat sudah ada 2 anak penderita AIDS di wilayahnya yang meninggal dunia sepanjang 2022.

      Mantul! Juara Dunia, Pesilat Putri Kudus Bakal Diberi Hadiah Prabowo

      Juara dunia pencak silat asal Kudus, Safira Dwi Meilani, bakal menerima penghargaan dari Ketua PB IPSI, Prabowo Subianto.

      Pj Wali Kota Salatiga Sebut Tenaga Honorer Dihapus Tidak Realistis

      Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, menyebut rencana tenaga honorer dihapus tidak realistis dan minta pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan tersebut.

      Periksa Kerangka Manusia di Kendal, Polisi Temukan Tato Bertuliskan Ini

      Polisi menemukan bekas tato saat melakukan pemeriksaan kerangka manusia yang ditemukan di Kendal.

      Terkuak! Kerangka Manusia di Kendal Milik Laki-Laki

      Polda Jateng mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap kerangka manusia yang ditemukan di pinggir sungai di wilayah Kabupaten Kendal.

      BPJS dan Pemkab Grobogan Maksimalkan Capaian Penerima Bantuan Iuran JK

      BPJS Kesehatan dan Pemkab Grobogan berupaya memaksimalkan capaian peserta PBI JKN di Grobogan.