Sekda Kabupaten Kudus Sam'ani Intakoris bersama Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arm. Irwansah dan Kadis Pertanian dan Pangan Catur S. menikmati Kopi Muria di Jembatan Tanggulangin Kudus, Jawa Tengah, Jumat (22/11/2019). (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus memanfaatkan Jembatan Tanggulangin lama yang tidak lagi menjadi jalur perlintasan utama arus lalu lintas di jalur pantura Timur untuk menggelar kegiatan promosi berbagai produk unggulan.

"Festival Kopi Muria yang digelar mulai Jumat ini merupakan kegiatan pertama yang memanfaatkan Jembatan Tanggulangin lama," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Sam'ani Intakoris di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (22/11/2019).

Jembatan Kolonel Sunandar yang lebih dikenal sebagai Jembatan Tanggulangin tersebut memiliki sejarah panjang karena dibangun pada era 1960-an. Lokasi tersebut juga menjadi saksi terjadinya perang antara Jaka Tingkir dengan Aryo Penangsang.

"Pemerintah pusat memang berencana membongkar jembatan tersebut. Akan tetapi, pemkab mengajukan permintaan agar tidak dibongkar biar bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan," ujarnya.

Lokasinya dinilai strategis karena juga berdekatan dengan Gerbang Kudus Kota Kretek yang menjadi ikon Kota Kudus. Di lokasi itu juga terdapat Hutan Kota Tanggulangin serta Kudus City Walk yang dilengkapi dengan bioskop.

"Karena lokasinya di pintu gerbang masuknya Kota Kudus, tentunya promosi berbagai komoditas unggulan Kota Kudus sangat tepat, termasuk kegiatan festival kopi ini juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas sebagai penyambutan selamat datang kepada masyarakat luar Kudus," ujarnya.

Untuk itulah, kata dia, pemerintah kabupaten tetangga ikut diundang menghadiri acara tersebut sebagai bentuk persaudaraan. Jembatan Tanggulangin atau Jembatan Kolonel Sunandar awalnya ada dua jembatan, salah satunya sudah berusia cukup tua sehingga perlu diganti dengan jembatan baru.

Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran untuk pembangunan Jembatan Tanggulangin dengan nilai kontrak tahun jamak Rp115,55 miliar, yakni pada 2017, 2018 dan 2019. Jembatan yang baru memiliki panjang sekitar 170 m dengan lebar 11 m, sedangkan panjang total dari mulai perkerasan jalan pendekat (oprit) jembatan hingga stasiun (Sta) nol mencapai 600 m.

Rencananya, jembatan lama akan dibongkar setelah pembangunan jembatan yang baru selesai, namun hingga sekarang tidak jadi dibongkar setelah ada permohonan dari Pemkab Kudus untuk dijadikan kenang-kenangan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten