LG Tutup Unit Bisnis Seluler, Jajaki Bisnis Komponen Mobil AI
Logo LG Electronic (Antara)

Solopos.com, JAKARTA -- LG Electronics (LG) mengumumkan menutup unit bisnis selulernya dan membidik bisnis komponen kendaraan, perangkat terkoneksi dan kecerdasan buatan.

Mengutip Antaranews, Selasa (6/4/2021), keputusan strategis LG ini memungkinkan perusahaan fokus pada area komponen kendaraan listrik. LG juga mengincar perangkat yang terkoneksi, smarthome, robotika, kecerdasan buatan dan solusi bisnis ke bisnis, serta platform, dan jasa.

LG akan bekerja sama dengan pemasok dan mitra bisnis selama penutupan bisnis ponsel. LG akan terus meningkatkan kemampuan seluler dan mengembangkan teknologi terkait mobilitas seperti 6G.

Baca Juga :  Safety Car Formula 1 Asal Inggris Ini Akhirnya Dijual Untuk Umum

Teknologi inti yang dikembangkan selama dua dekade operasi bisnis seluler LG juga akan dipertahankan dan diterapkan pada produk yang ada dan yang akan datang. Bisnis ponsel diharapkan selesai pada 31 Juli meskipun inventaris dari beberapa model yang ada mungkin masih akan tersedia setelah penutupan.

LG mengalami kerugian dari bisnis ponsel sejak kuartal kedua 2015, dengan akumulasi kerugian operasional mencapai 5 triliun won (4,4 miliar dolar AS) atau setara Rp63,8 triliun pada 2020.

Perusahaan yang berkantor di Yeouido-dong, Seoul itu memang pernah menjadi produsen ponsel urutan ketiga terbesar dunia. Namun mereka terlambat masuk ke segmen ponsel pintar sehingga tertinggal dari para pesaingnya, menurut laporan Yonhap, Selasa.

Baca Juga : Microsoft Pasok 120.000 Hololens Untuk Angkatan Darat Amerika Serikat

LG pertama kali memasuki pasar ponsel pintar pada 2010 dengan produk Optimus, tiga tahun setelah Apple meliris iPhone pada 29 Juni 2007. Kendati mereka tidak akan memproduksi ponsel mulai akhir Mei, LG mengatakan penelitian dan pengembangan (R&D) di sektor seluler akan terus berlanjut.

Khususnya yang berkaitan dengan perangkat mobilitas, karena mereka masih memiliki 24.000 paten teknologi 4G dan 5G. Perusahaan yang memiliki divisi komponen kendaraan (VS) berharap dapat menaikkan penjualan mereka pada 2024, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 15 persen.

Sumber: Antaranews



Berita Terkini Lainnya








Kolom