Lawan Covid-19, Pemkot Salatiga Gandeng Takmir Masjid
Jemaah mengikut Salat Jumat di Masjid Agung Al Aqsha Klaten dengan menjaga jarak, Jumat (5/6/2020). Salat Jumat tersebut menjadi Salat Jumat perdana setelah dua bulan ditiadakan menyusul pandemi Covid-19. (Espos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, SALATIGA -– Pemerintah Kota atau Pemkot Salatiga menggandeng takmir atau pegurus masjid dalam upaya menekan angka penularan virus corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, saat menggelar pertemuan dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan takmir masjid di Ruang Kaloka Pemkot setempat, Senin (28/2/2020).

Yuliyanto berharap pertemuan itu bisa menjadi wadah sosialisasi sekaligus menyamakan persepsi tentang pentingnya protokol kesehatan kepada masyarakat. Sebab, tidak dipungkiri jika masih banyak ditemukan masjid yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah persebaran Covid-19.

“Silaturahmi MUI dengan takmir ini saya harap bisa memutus mata rantai penularan Covid-19. Takmir masjid bisa berperan sebagai agen protokol kesehatan di lingkungan masjid masing-masing,” ujar Yuliyanto.

Ganjar: Paslon Pilkada 2020 di Jateng Dilarang Gelar Kampanye Terbuka

Sekretaris MUI Salatiga, Dr. Miftahudin, menyebutkan ada sekitar 48 takmir masjid yang menghadiri pertemuan itu. Tujuan pertemuan itu antara lain adalah berbagai informasi tentang teknis pelaksanaan ibadah. Serta melakukan kajian bersama dalam rangka mencari solusi komprehensif di tengah pandemi Covid-19.

"Supaya ada kejelasan dari segi ilmu kesehatan, ilmu fiqih dan ilmu-ilmu lainnya dalam menerapkan protokol kesehatan. Mengingat setiap takmir masjid berbeda-beda dalam menerapkan protokol kesehatan. Ada yang sangat ketat, sedang, longgar, bahkan sangat longgar,” ujar Miftah.

Balita Positif Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah, mengatakan kasus positif atau terkonfirmasi Covid-19 di Salatiga terus mengalami penambahan dari hari ke hari.

Awas! Sanksi Bagi Warga Luar Solo Tak Pakai Masker Ditambah

Bahkan, per Selasa (29/9/2020) ada tambahan tiga pasien baru Covid-19, di mana salah satunya adalah balita laki-laki berusia 4 tahun yang merupakan kasus ke-233.

“Kasus ke-233 ini melakukan rapid test secara mandiri bersama ibu dan kakaknya untuk melakukan perjalanan ke Kalimantan,” ujar Zuraidah.

Rapid test dari balita berusia 4 tahun itu pun hasilnya reaktif. Kemudian, pasien itu dilakukan swab test dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19.

Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, 68 Saksi Telah Diperiksa Polisi

Dengan tambahan tiga pasien baru itu, total kasus Covid-19 di Kota Salatiga hingga saat ini mencapai 234. Perinciannya, 31 orang masih menjalani perawatan, 3 orang meninggal dunia, dan sisanya dinyatakan sembuh.

“Ayo terus terapkan protokol kesehatan! Gunakan masker saat berada di luar rumah, dan sering-sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” imbau Zuraidah.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom