Lapangan Kampung Sewu Solo Jadi Sarang Ular Setelah Dipakai Pasar Darurat Tanggul
Lapangan Kampung Sewu Solo (Google).

Solopos.com, SOLO -- Lapangan Kampung Sewu, Jebres, Solo, kurang terurus dan menjadi sarang ular berbisa setelah digunakan sebagai pasar sementara atau darurat oleh pedagang Pasar Tanggul saat revitalisasi pada 2015 lalu.

Setelah pembangunan Pasar Tanggul selesai dan para pedagang kembali menempati pasar, sebenarnya sudah dilakukan pekerjaan untuk mengembalikan kondisi Lapangan Kampung Sewu. Namun, pekerjaan itu tak optimal.

Hingga awal Maret 2021, kondisi lapangan legendaris tersebut kurang terawat. Selain ditumbuhi semak belukar, lapangan itu menjadi lokasi pembuangan brangkal atau material hasil pembongkaran bangunan.

Baca Juga: Tambah 2 Orang Positif Covid-19, Pasar Jambangan Karanganyar Ditutup dan Disemprot Disinfektan

“Lapangan ini dipakai untuk lokasi pasar sementara pedagang Pasar Tanggul. Saat selesai pengembaliannya tak sesempurna kondisi sebelumnya,” ujar legislator DPRD Solo dari Jebres, Y.F. Sukasno, Senin (8/3/2021).

Politikus senior PDIP Solo itu mengaku pernah mengecek kondisi Lapangan Kampung Sewu pada 2019. Ketika itu Sukasno bersama rombongan Komisi II DPRD Solo melihat langsung kondisi lapangan tersebut.

Dari hasil pengecekan itu pun Sukasno dan rombongan sudah mengusulkan agar ada anggaran untuk revitalisasi Lapangan Kampung Sewu. Namun anggaran yang ada saat itu digunakan untuk kegiatan lain yang lebih prioritas.

Baca Juga: Sebut Polisi Terima Jatah Dalam Razia Prostitusi, Pemuda Ini Dijemput Ke Mapolresta Solo

Bantuan Wali Kota

“Kondisinya berlarut-larut, sehingga banyak rumput dan tak bisa dipakai karena untuk membuang brangkal dan sebagainya. Dulu 2019 komisi sudah mengusulkan anggaran tapi dipakai untuk prioritas lain,” imbuh dia.

Sukasno yang dulu merupakan wasit sepak bola dengan sertifikat C2 mengatakan Lapangan Kampung Sewu satu-satunya lapangan di Solo timur yang masih bertahan hingga sekarang. Lapangan lainnya sudah tidak ada.

“Ya itu [Lapangan Kampung Sewu] satu-satunya lapangan di Solo timur yang masih ada saat ini. Lapangan Pucangsawit sudah tidak ada, Lapangan Jagalan, Kerkov, juga sudah tidak ada. Sekarang ya tinggal Lapangan Sewu,” katanya.

Baca Juga: Waduh! Nama Bupati Etik Dicatut Oknum Penipu, Korbannya Ponpes Grogol Sukoharjo

Sukasno berharap Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dan Wawali Teguh Prakosa bisa mengembalikan kondisi Lapangan Kampung Sewu, Solo, sebagai tempat olahraga dan bermain bola yang layak bagi masyarakat.

“Kami mohonkan Pak Wali Kota dan Wawali agar bisa dibangun. Sebab banyak anak-anak sekolah di sekitar lokasi yang sangat membutuhkan lapangan itu untuk olahraga dan bermain bola. Kasihan anak-anak,” tuturnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom